- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
Orasio Dies Natalis UNPAR, Bey Machmudin: SDM Jabar Aktor Terpenting Indonesia Emas 2045

Keterangan Gambar : Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin bicara peran Jabar Emas 2045 saat jadi orator dalam acara Orasio Dies Natalis ke-69 universitas Katolik Parahyangan Bandung.
Pinusnews.id - Penjabat Gubernur Bey Machmudin mengatakan Jabar bisa menjadi aktor terpenting menuju Indonesia Emas 2045 jika bisa memaksimalkan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki.
Menurut Bey, pada 2045 Jabar sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak akan memiliki 85 persen SDM dalam usia produktif.
"Jabar dengan provinsi terbanyak penduduknya, yakni 18 persen dari populasi penduduk Indonesia, saat 2045 memiliki 85 persen penduduk dalam usia produktif lebih dari nasional yang hanya 75 persen," ujar Bey Machmudin.
Baca Lainnya :
- Cara Penyelenggaraan Perizinan Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan dalam UU No 17 Tahun 2023
- Presiden: Memorial Park IKN sebagai Penghormatan bagi Pahlawan dan Pendiri Bangsa
- Pentingnya Lingkungan dalam Pembentukan Anak
- Pewarisan Menurut Hukum Adat
- Pelaksanaan Waris Masyarakat Suku Baduy Muslim
Bey bicara peran Jabar dalam Indonesia Emas 2045 ketika menjadi orator dalam acara Orasio Dies Natalis ke - 69 Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Rabu (17/1/2024).
"Salah satunya mengantisipasi SDM. Jangan sampai bonus demografi itu lewat begitu saja, jadi harus disiapkan bagaimana sistem pendidikan link and match dengan industri," katanya.
Menurut Bey, SDM Jabar harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, tidak boleh kaku, dan terus mengembangkan potensi diri.
Selain SDM, Bey menyebut reformasi birokrasi dan ekonomi infrastruktur menjadi ciri untuk dapat menyongsong Indonesia Emas 2045.
"Reformasi birokrasi, kita sering mendengar hambatan adanya halangan dalam birokrasi. Itulah mengapa harus ada penyederhanaan birokrasi. Dalam ekonomi dan infrastruktur dalam 10 tahun terakhir dibangun secara masif, seharusnya dapat meningkatkan daya saing," katanya. (Tim).











