- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
MPLS 2025: Efektif, Penuh Warna, dan Siap Menyambut Perjalanan Baru
Oleh: Arsila Fadwi

Keterangan Gambar : Sesi foto bersama setelah kegiatan MPLS berakhir.
Pinusnews.id Cianjur— Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Dar El Fikri Cianjur resmi ditutup dengan beragam kesan yang membekas, baik bagi siswa baru maupun para guru dan panitia pelaksana. Tahun ini, MPLS hadir dengan konsep yang sedikit berbeda—lebih fokus pada pengenalan pengetahuan dan budaya sekolah, ketimbang hanya pembentukan mental awal siswa.
Dari Pantauan Guru: MPLS Lebih Bermakna
Ayu (25), salah satu guru SMA Dar El Fikri yang ikut memantau kegiatan MPLS dari awal hingga akhir, memberikan apresiasi atas pelaksanaan tahun ini.
Baca Lainnya :
- Paslon Toha-Ade (Hade) : Selamat, Hasil Quick Count Versi Cyrus Network BHS-M Unggul
- Cyrus Network: Hasil Quick Count Sementara BHS-M Unggul Disusul Pilar
- Warga Lima Kecamatan di Cianjur Keluhkan Listrik Mati, Ini Disampaikan PLN
- 4968 TPS Disemprot Cairan Disinfektan
- Cegah Penyebaran Covid-19, Forkopimda Cianjur Penyemprotan Disinfektan Hingga Bagikan Masker
“Sangat berbeda dengan sebelumnya. Sekarang lebih memfokuskan pada pengetahuan dibandingkan mentalnya,” ungkapnya.
Menurutnya, panitia OSIS sudah menunjukkan tanggung jawab sesuai tugas pokok dan fungsinya. Ia juga melihat perkembangan positif dari siswa baru.
“Anak-anak sudah mulai menyesuaikan diri dengan budaya di SMA kita. MPLS ini sangat efektif bukan hanya untuk mengenalkan lingkungan sekolah, tapi juga membentuk karakter awal.”
Meski demikian, Ayu memberi satu catatan penting untuk perbaikan tahun depan.
“Karena tahun ini banyak kegiatan yang dilakukan di kelas, khawatir anak-anak malah bosen. Sarannya diselingi dengan kegiatan di luar juga, baru masuk kelas.”
Suara Panitia Komdis: Antara Tegas dan Tersentuh
Berbeda dari sudut pandang guru, Nani, salah satu panitia Komdis, membagikan pengalamannya selama menjalankan peran komisi disiplin selama MPLS. Meski harus bersikap tegas, ia tak bisa menutupi rasa iba.
“Seru sih, tapi kasihan juga lihat anak-anak dimarahin, terutama yang cewek. Ada rasa nggak tega.”
Namun, Nani juga melihat perubahan positif dari peserta.
“Hari pertama, apalagi waktu pra MPLS, mereka susah banget diatur. Tapi sekarang sudah mulai baik.”
Salah satu momen paling berkesan baginya terjadi saat acara pentas seni.
“Waktu Alfin nyanyi di pensi, lucu. Suasananya langsung cair.”
Menjadi bagian dari Komdis juga membawa dilema tersendiri bagi Nani yang di kegiatan lain akan berperan sebagai seksi acara.
“Nanti pas PTA, aku jadi seksi acara. Takutnya anak-anak masih takut sama aku padahal udah nggak jadi Komdis,” ujarnya sambil tertawa.
Pesannya untuk siswa baru pun singkat namun jelas:
“Semoga lebih disiplin, sopan, dan bisa berubah jadi pribadi yang lebih baik dari waktu SMP.”
Dengan ditutupnya MPLS 2025, SMA Dar El Fikri menyambut peserta didik baru dengan harapan besar: tumbuh sebagai pribadi yang aktif, disiplin, dan siap menjadi bagian dari budaya positif sekolah. MPLS bukan akhir, tapi awal dari perjalanan panjang yang penuh potensi.











