- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
Linieritas Literasi dengan Demokrasi

Keterangan Gambar : Penulis artikel Lilis Nuraeni.
Pinusnews.id - Berhasilnya demokrasi itu linier dengan level literasi. Jika literasi rendah maka pemilih akan mudah tergiring oleh narasi politik, yang bias dan tidak berkualitas.
Sedangkan sebagian besar pemilih kita mengenal tokoh yang akan dipilih melalui referensi narasi politik yang dibangun, sengaja dicitrakan jauh dari realita. Tidak mengkalkulasi aspek-aspek plus-minus, rekam jejak, kompetensi, dan aspek ikutan lainnya.
Dan, yang tak kalah penting sebagai kriteria layaknya pemimpin daerah/negara. Ya, maklum saja sebabnya masyarakat kita masih pemilih parokial (tingkat partisipasi politik cenderung rendah), bukan pemilih partisipatif yang melek politik, jauh dari literasi.
Baca Lainnya :
- Pecinta Kucing Antusias Sambut Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Gratis
- Pemkab Cianjur Gelar Pesantren Kilat untuk Pelajar di Masjid Agung
- Santri Hilang Terbawa Arus Sungai Ditemukan Mengambang di Muara
- Kemenag akan gelar PeaceSantren di lima kota selama Ramadan 1445 H
- Nyepi Beriringan Ramadan, Menag: Momentum Introspeksi, Saling Hormati Ritual dan Tradisi
Kita memang belum satu abad merdeka, mengenal demokrasi yang langsung pun baru tujuh belas tahun yang lalu. Terlalu pede jika berharap demokrasi menemukan maknanya.
Namun yang penting semua pihak, terutama yang berkewajiban memberikan pendidikan politik terus berusaha memberikan edukasi yang efektif, dan masyarakat pun harus responsif terhadap perkembangan politik, sebab politik itu penting dalam mengatur aspek-aspek kehidupan masyarakat.
Melalui pendidikan politik yang efektif dan tingginya literasi, Insya Alloh, politik Indonesia menjadi mapan juga menemukan maknanya menuju Indonesia maju dan bermartabat. (Lilis Nuraeni).











