- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
Linieritas Literasi dengan Demokrasi

Keterangan Gambar : Penulis artikel Lilis Nuraeni.
Pinusnews.id - Berhasilnya demokrasi itu linier dengan level literasi. Jika literasi rendah maka pemilih akan mudah tergiring oleh narasi politik, yang bias dan tidak berkualitas.
Sedangkan sebagian besar pemilih kita mengenal tokoh yang akan dipilih melalui referensi narasi politik yang dibangun, sengaja dicitrakan jauh dari realita. Tidak mengkalkulasi aspek-aspek plus-minus, rekam jejak, kompetensi, dan aspek ikutan lainnya.
Dan, yang tak kalah penting sebagai kriteria layaknya pemimpin daerah/negara. Ya, maklum saja sebabnya masyarakat kita masih pemilih parokial (tingkat partisipasi politik cenderung rendah), bukan pemilih partisipatif yang melek politik, jauh dari literasi.
Baca Lainnya :
- Pecinta Kucing Antusias Sambut Vaksinasi Rabies dan Sterilisasi Gratis
- Pemkab Cianjur Gelar Pesantren Kilat untuk Pelajar di Masjid Agung
- Santri Hilang Terbawa Arus Sungai Ditemukan Mengambang di Muara
- Kemenag akan gelar PeaceSantren di lima kota selama Ramadan 1445 H
- Nyepi Beriringan Ramadan, Menag: Momentum Introspeksi, Saling Hormati Ritual dan Tradisi
Kita memang belum satu abad merdeka, mengenal demokrasi yang langsung pun baru tujuh belas tahun yang lalu. Terlalu pede jika berharap demokrasi menemukan maknanya.
Namun yang penting semua pihak, terutama yang berkewajiban memberikan pendidikan politik terus berusaha memberikan edukasi yang efektif, dan masyarakat pun harus responsif terhadap perkembangan politik, sebab politik itu penting dalam mengatur aspek-aspek kehidupan masyarakat.
Melalui pendidikan politik yang efektif dan tingginya literasi, Insya Alloh, politik Indonesia menjadi mapan juga menemukan maknanya menuju Indonesia maju dan bermartabat. (Lilis Nuraeni).











