- DPRD Cianjur Pimpin Refleksi dan Akselerasi Pembangunan pada Hari Jadi ke-349
- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
Lalu Lintas Ramadan di Cianjur: Peran Petugas dan Kesadaran Masyarakat untuk Atasi Kemacetan

Keterangan Gambar : Salah satu ruas jalan di dalam Kota Cianjur yang sering mengalami kemacetan kendaraan bermotor.
Pinusnews.id - Bulan suci Ramadan selalu membawa euforia bagi umat Muslim, termasuk di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Namun, kegiatan seperti ngabuburit, berburu takjil, dan rutinitas sehari-hari sering memicu kepadatan lalu lintas di titik-titik rawan.
Untuk mengantisipasi hal ini, Polres Cianjur telah menurunkan puluhan personel Satlantas guna melakukan rekayasa arus lalu lintas, menjaga kelancaran dan keselamatan di jalan raya.
Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Aang Suhandi, menjelaskan upaya preventif yang dilakukan. "Sebanyak 45 personil Satlantas Polres Cianjur kami turunkan dan ditempatkan di sejumlah titik rawan kepadatan arus lalu lintas pada sore hari," katanya pada Sabtu, 21 Februari 2026.
Baca Lainnya :
- Satpol PP Cianjur Gelar Operasi Yustisi
- BPNT di Desa Sukamulya, Dikelola BUMDes Secara Mandiri
- 8 Kades Ontrog Kantor Camat Warungkondang, Ada Apa?
- Naringgul Cianjur Dilanda Banjir
- Polisi Cianjur Tangkap Pembunuh Pegawai Koperasi
Personel ini ditempatkan di sentra kuliner takjil serta lokasi kegiatan masyarakat lainnya, seperti Jalan Siliwangi, Jalan Arif Rahman Hakim, Jalan Pangeran Hidayatullah, dan Jalan Prof Moch Yamin—titik-titik yang kerap macet.
Tugas mereka mencakup pengaturan lalu lintas dan pengalihan arus jika kepadatan meningkat. "Para personil yang kami turunkan itu, akan mengatur lalu lintas, pengalihan arus apabila terjadi kepadatan di beberapa ruas jalan," tambah Aang.
Langkah ini krusial karena Ramadan meningkatkan volume kendaraan sore hari, ketika warga berbondong-bondong mencari hidangan pembuka puasa. Tanpa rekayasa, kemacetan bisa menimbulkan risiko kecelakaan dan keterlambatan. Namun, keberhasilan pengaturan tidak hanya bergantung pada petugas. AKP Aang juga mengimbau partisipasi aktif masyarakat.
"Kami juga meminta masyarakat yang melakukan aktifitas ngabuburit dan lainnya selalu mentaati aturan berlaku juga mematuhi rambu-rambu," imbaunya, sambil menekankan pentingnya kesabaran dan mengikuti arahan petugas.
Disebutkan, mengurangi kemacetan di wilayah Cianjur memerlukan kesadaran tinggi dari masyarakat untuk taat aturan berlalu lintas. Bayangkan jika setiap pengendara patuh pada rambu lalu lintas, tidak parkir sembarangan di pinggir sentra takjil, dan sabar mengikuti pengalihan—maka jalanan akan jauh lebih lancar.
Kolaborasi antara aparat dan warga bukan hanya solusi sementara Ramadan, tapi fondasi jangka panjang untuk mobilitas yang aman dan efisien di Cianjur. (dens).











