- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
Kinerja Bidang SMP Disdikpora Cianjur dalam Mendorong Generasi Aktif dan Berdaya Saing

Keterangan Gambar : Pelaksana Tugas Kepala Bidang SMP Disdikpora Kabupaten Cianjur, Ipan Sopandi, dalam kegiatan di sebuah sekolah.
Pinusnews.id - Upaya peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesehatan fisik peserta didik. Hal inilah yang terus didorong oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, khususnya melalui kinerja Bidang SMP yang semakin progresif dalam mengintegrasikan aktivitas fisik ke dalam kehidupan sekolah.
Sejalan dengan arahan pemerintah pusat, Bidang SMP Disdikpora Cianjur memperkuat kegiatan fisik sebagai bagian dari proses pembelajaran. Pendekatan ini tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas olahraga semata, tetapi juga sebagai sarana strategis dalam membangun karakter siswa yang tangguh, disiplin, dan berdaya saing.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang SMP Disdikpora Cianjur, Ipan Sopandi, menegaskan bahwa program ini dijalankan secara sistematis melalui berbagai inisiatif yang terukur. “Sekarang memang ada peningkatan kegiatan penumbuhan karakter di sekolah, termasuk melalui program 7 Kebiasaan Indonesia Hebat. Kegiatan fisik juga diperkuat melalui berbagai aktivitas di sekolah,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Asep Irwan : BPKAD Cianjur Harus Transparan Mengelola Keuangan Daerah
- Aji Prasetio Korban Tenggelam di Kali Cilaku Ditemukan Sudah Meninggal
- Rapat Forkopimda dan Evaluasi Penanganan Covid-19 di Cianjur
- 97 SD dan 54 SMP di Cianjur Dapat Bantuan 55 Miliar
- Dinkes Cianjur Gelar Simulasi Vaksin Covid-19
Program Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat (7 KAIH) menjadi salah satu instrumen utama dalam penguatan karakter tersebut. Melalui program ini, siswa tidak hanya diajak untuk aktif secara fisik, tetapi juga dibentuk kebiasaan positif yang mendukung kehidupan sehari-hari mereka, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
Lebih lanjut, implementasi kegiatan fisik diarahkan untuk mendukung pengembangan keterampilan hidup (life skill) siswa. Kegiatan seperti kepramukaan dan berbagai ekstrakurikuler menjadi wadah efektif untuk mengasah kemampuan sosial, kepemimpinan, serta kemandirian peserta didik.
Ipan Sopandi menjelaskan bahwa kepramukaan menjadi kegiatan wajib yang harus diikuti oleh seluruh siswa SMP. “Kegiatan fisik itu lebih cenderung pada peningkatan life skill siswa. Misalnya melalui kegiatan kepramukaan dan ekstrakurikuler sesuai minat dan bakat masing-masing,” imbuhnya.
Selain pramuka, Bidang SMP Disdikpora Cianjur juga memberikan ruang luas bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakatnya melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Kebijakan ini menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada potensi individu.
Kinerja Bidang SMP Disdikpora Cianjur semakin terlihat dari keberhasilan implementasi program di berbagai sekolah di Kabupaten Cianjur. Tidak hanya berjalan secara administratif, program ini juga mendapatkan perhatian dari pemerintah pusat melalui kegiatan pemantauan langsung ke sekolah-sekolah.
“Di Cianjur sudah berjalan. Kemarin juga dari kementerian datang untuk memantau. Setiap sekolah diminta melaporkan implementasi kegiatan seperti gerakan pagi ceria, pramuka, dan ekstrakurikuler,” ungkap Ipan, menegaskan keseriusan pihaknya dalam memastikan program berjalan optimal.
Meski demikian, tantangan tetap ada, terutama dalam hal pelaporan dari beberapa sekolah. Namun, Bidang SMP Disdikpora Cianjur menunjukkan respons cepat dan tegas dengan terus mengingatkan sekolah agar segera memenuhi kewajiban tersebut.
“Untuk SMP, alhamdulillah sudah berjalan. Tinggal beberapa sekolah yang belum mengunggah laporan. Kami sudah imbau agar segera diselesaikan,” pungkasnya, menandakan komitmen berkelanjutan dalam menjaga kualitas implementasi program. (dens).











