- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
- Menembus Paradox Eksistensial: Dari Agrabinta ke Takokak
- Ironi Pendidikan Cianjur: Sekolah Retak dan Tanpa Toilet
- Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Khusus SLB Bina Asih Cianjur Resmi Dimulai
Kepala BPBD Cianjur Asep Kusmana Wijaya: Cianjur Utara-Selatan Zona Merah Rawan Bencana
Oleh : tim dens

Keterangan Gambar : Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Asep Kusmana Wijaya.
Pinusnews.id - Kabupaten Cianjur kembali ditegaskan sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi Kedua di Jawa Barat.
Menghadapi kenyataan ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur memperkuat langkah strategis guna meminimalisasi korban jiwa dan kerusakan akibat bencana alam.
Kepala BPBD Cianjur, Jawa Barat, Asep Kusmana Wijaya, mengungkapkan bahwa sebagian besar wilayah Cianjur, dari utara hingga selatan, berada dalam zona merah rawan bencana. Oleh karena itu, pihaknya fokus pada tiga aspek utama: optimalisasi sistem peringatan dini, peningkatan kecepatan respons saat bencana, dan perluasan edukasi kebencanaan hingga ke pelosok desa.
Baca Lainnya :
- Paslon Toha-Ade (Hade) : Selamat, Hasil Quick Count Versi Cyrus Network BHS-M Unggul
- Hitungan Sementara Suara Pilkada 2020 di Cianjur
- Cyrus Network: Hasil Quick Count Sementara BHS-M Unggul Disusul Pilar
- Warga Lima Kecamatan di Cianjur Keluhkan Listrik Mati, Ini Disampaikan PLN
- 4968 TPS Disemprot Cairan Disinfektan
“Cianjur punya sejarah panjang menghadapi bencana. Tragedi gempa besar beberapa tahun lalu menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan masyarakat adalah fondasi utama dalam mitigasi,” kata Asep kepada awak media, Selasa 15 Juli 2025.
Dalam upaya preventif, BPBD kini gencar melakukan sosialisasi dan pelatihan kebencanaan ke berbagai wilayah rawan. Edukasi ini menyasar berbagai kelompok, termasuk siswa sekolah, tokoh masyarakat, hingga komunitas lokal. Program ini meliputi simulasi evakuasi, pengenalan zona aman, dan penggunaan alat peringatan dini.
“Edukasi sejak dini membuat masyarakat tahu apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan sesudah bencana. Ini menyelamatkan nyawa,” tambah Asep.
Jenis bencana yang paling sering menghantam Cianjur mencakup banjir, tanah longsor, pergerakan tanah, hingga gempa bumi. Untuk memperkuat tanggap darurat, BPBD juga menjalin koordinasi intensif dengan TNI, Polri, relawan, dan instansi lainnya.
Asep menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menciptakan ketahanan bencana. “Masyarakat jangan hanya jadi korban, tapi harus jadi garda depan. Ikuti informasi resmi dari BPBD, terutama saat cuaca ekstrem,” ujarnya.
Dengan pendekatan komprehensif dan kolaboratif, BPBD berharap Cianjur bisa lebih siap menghadapi ancaman bencana di masa depan.











