- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
Kemensos Bangun 591 Lumbung Sosial
Editor: Arsila Fadwi

Keterangan Gambar : Istimewa
Pinusnews.id - Kementerian Sosial telah membangun 591 lumbung sosial yang tersebar di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2022 hingga akhir tahun 2023. Lumbung sosial adalah upaya memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap bencana dengan menyediakan fasilitas dan prasarana logistik dekat dengan lokasi bencana untuk mendukung kesiapsiagaan.
“Hampir seluruh wilayah sudah tersedia lumbung sosial yang secara keseluruhan berjumlah 591 Lumbung Sosial. Bisa diisi oleh pemerintah pusat atau warga setempat,” kata Koordinator bagian Program dan Pelaporan Sekretariat Direktorat Jenderal Perlindungan Sosial Kemensos, Andriana Pudjalaksana saat memberikan paparan tentang Capaian Kinerja Tahun 2023 dan Rencana Kerja Tahun 2024 di Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, di Kantor Kemensos, Kamis (14/12/2023).
Lumbung sosial tersebut dibuat tahun 2022 sebanyak 446 lumbung, dan 145 lumbung sosial dibangun tahun 2023. Lumbung sosial dibuat seiring dengan pendirian Kampung Siaga Bencana. Tujuannya agar memudahkan warga menjangkau bantuan dengan cepat sehingga kebutuhan pokok tercukupi jika sewaktu-waktu terjadi bencana.
Baca Lainnya :
- Kemenkes Buka Rekrutmen Tenaga Kesehatan Haji
- Presiden Jokowi Perintahkan Menkes Awasi Detail Perkembangan Covid-19
- Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Cianjur
- Kampung Kertas di Cianjur Selatan, Bupati: Harus Zero Stunting
- Inggris terus Kembangkan Kerja Sama Berbagai Bidang dengan Jawa Barat
Dikatakan Andriana, anggaran penanganan bencana tahun 2024 sebesar Rp 537.597.067.000,-. Anggaran ini akan mencakup upaya mitigasi maupun respon terhadap bencana. Di antaranya pendirian Kampung Siaga Bencana dan lumbung sosial, edukasi bencana kepada anak, dan penambahan kelengkapan serta logistik untuk kesiapsiagaan.
Selain lumbung, Kemensos juga menyiagakan gudang-gudang logistik yang ada di sentra-sentra Kemensos yang tersebar di seluruh Indonesia. “Kita memiliki sentra-sentra yang kita fungsikan semuanya untuk memberikan multi layanan, termasuk penanganan bencana,” kata Andriana.
Pada kesempatan yang sama, dibahas juga capaian realisasi program keluarga harapan (PKH) yang sudah mencapai sukses salur sebesar 98%, dan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) yang sudah dibangun untuk 3.886 Keluarga Penerima Manfaat. (Dens-Tim).











