- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
- Menembus Paradox Eksistensial: Dari Agrabinta ke Takokak
- Ironi Pendidikan Cianjur: Sekolah Retak dan Tanpa Toilet
- Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Khusus SLB Bina Asih Cianjur Resmi Dimulai
KDM Tegaskan Langkah Jabar Dukung Target Pertumbuhan Ekonomi Nasional 8 Persen

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Pinusnews.id - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan komitmen Pemda Provinsi Jabar dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan Pemerintah Pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo.
Hal itu disampaikan KDM-- sapaan akrab Dedi Mulyadi --dalam The Economics 360: Economics & Business Forum 2025 Jawa Barat di Bale Gemah Ripah, Gedung Sate, Bandung, Rabu (19/11/2025).
Gubernur KDM menuturkan, untuk mencapai target nasional tersebut, Jabar mendorong berbagai langkah percepatan, mulai dari pembangunan infrastruktur, penyederhanaan perizinan, penguatan link and match pendidikan dengan dunia kerja, hingga mengendalikan konsumsi publik yang tidak produktif.
Baca Lainnya :
- Cegah Kerumunan Massa, Dandim, Kapolres dan Ketua DPRD Cianjur Patroli Malam Pergantian Tahun
- Komunitas UMKM PT. Bukit Naga Mas Beri Bantuan ke Yayasan, Fakir Miskin dan Duafa
- Samsat Cianjur Tutup, 2 Januari 2021 DibukaÂ
- Plh. Sekda Cianjur Monitoring Harga Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru 2021
- Nah Ini Dia, Cianjur Terima Bantuan Keuangan dari Provinsi
"Akselerasi ekonomi, yaitu satu mendorong infrastruktur, dua mempermudah perizinan, yang ketiga adalah mendorong pendidikan, agar pendidikan kita mengarah pada dunia kerja. Kemudian keempatnya menekan angka konsumsi publik," ujar KDM.
KDM menekankan perlunya kolaborasi berbagai pihak untuk mempercepat laju ekonomi. Ia menyoroti salah satu persoalan penting, yakni akses masyarakat Jabar dalam pembayaran listrik yang belum dapat dilayani oleh Bank BJB.
"Jawa Barat pengguna listriknya besar. Tapi sampai hari ini bank bjb belum bisa menjadi tempat pembayaran listrik. Saya ingin Direksi PLN membuka ruang bagi Bank Jabar (bjb) agar bisa jadi tempat pembayaran listrik warga," tegas KDM.
Selain itu, KDM menekankan pentingnya peningkatan produksi pangan--telur, sayuran, ikan, daging, hingga beras --serta perluasan investasi di sektor pertanian. Menurutnya, produktivitas lahan harus terus ditingkatkan melalui inovasi dan pendampingan berkelanjutan.
"Produksinya harus ditambah. Mari kita buka ruang investasi dan tingkatkan produktivitas tanaman pangan," ujarnya.
KDM juga menyampaikan kritik konstruktif terkait keadilan fiskal nasional. Menurutnya, Jawa Barat sebagai provinsi industri dengan kontribusi pajak besar belum memperoleh bagi hasil optimal karena banyak perusahaan membayar pajak di daerah lain--sesuai lokasi kantor pusat, bukan lokasi operasional industrinya.
"Jika ada industri di satu tempat, pajaknya harus dibayar di tempat itu. Jangan industri di sini, tetapi bagi hasilnya di daerah lain. Di mana letak keadilan fiskal," ungkapnya.
Ia menambahkan, desa-desa yang menjadi lokasi industri juga harus mendapatkan prioritas pembangunan--baik infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan, agar tumbuh menjadi desa produktif dan mandiri secara fiskal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Jabar Kuartal III Tahun 2025 mencapai 5,20 persen atau berada di atas rata-rata nasional sebesar 5,04 persen.
KDM menyebut capaian ini sebagai sinyal kuat efektivitas kolaborasi lintas sektor di Jawa Barat.
"Selama ini pertumbuhan ekonomi Jabar selalu di bawah rata-rata nasional. Hari ini kita berada di atasnya. Artinya ada kinerja kolaboratif dari pemerintah daerah, provinsi, hingga dunia usaha yang berjalan simultan,"ujar KDM.
Ia menilai, tren positif tersebut didorong oleh pembangunan infrastruktur yang masif, meningkatnya investasi, serta penguatan aktivitas produksi.
KDM memproyeksi manfaat pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot akan mulai berdampak signifikan pada 2026, seiring meningkatnya penyerapan tenaga kerja dan kapasitas produksi industri. (tim dens).











