- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
Jika Sirene Rusak, BPBD Cianjur Akan Gunakan Toa untuk Peringatan Tsunami

Keterangan Gambar : Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sukma Wijaya.
Pinusnews.id - Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sukmana Wijaya mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan pengeras suara atau toa masjid di pesisir Cianjur Selatan sebagai alarm atau sirene jika ada potensi tsunami.
Pasalnya, kurang lebih 9 sirene peringatan tsunami milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang ada di sepanjang pesisir Cianjur, dikhawatirkan tak berfungsi.
"Sirene milik BNPB pun tidak bunyi secara otomatis jika ada peringatan tsunami. Harus dipencet oleh operator yang di sana baru bunyi," ungkap Asep saat ditemui beberapa waktu berselang. Selain, dikabarkan kondisi sirene-sirene tersebut juga perlu perbaikan setelah karat akibat angin laut.
Baca Lainnya :
- Sekda Cianjur Terima Kunjungan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Jawa Barat
- Saat Pandemi Covid-19, Warga Sidanglaka Cianjur Bangun Rumah Yang Ambruk
- Personil Polres Cianjur, Pengamanan Aksi Omnibus Law di Rapid Test
- Tutup Bak Kontrol Gorong-gorong Digondol Maling, Ini Penjelasan Dinas PUPR Cianjur
- Bawaslu Cianjur Temukan Dugaan Money Politik
"Sehingga kita harus mencari alternatif lain sebagai peringatan dini yaitu pengeras suara masjid. Jadi kalau ada informasi potensi tsunami dari BMKG, kita akan sampaikan ke ralawan tangguh bencana (Retana) yang ada di tiap desa agar mengumumkannya lewat toa masjid," jelasnya.
Pada Mei 202 lalu pun pihaknya telah melakukan simulasi penyelamatan dan panggulangan bencana tsunami pada kurang lebih 90 Retana yang ada di 18 desa pesisir Cianjur Selatan.
"Tiap desa kan ada 5 personil Retana, dan jumlah desa wilayah pesisir mulai Kecamatan Cidaun, Sidnangbarang, dan Agrabinta itu ada 18 desa. Semua kita latih simulasi jika terjadi tsunami," kata dia. Selain itu, BPBD pun telah memasang rambu-rambu jalur evakuasi di hampir 75 kilometer bentang pantai di Cianjur Selatan.
"Jadi warga dan Retana tahu harus lari kemana jika terjadi tsunami. Walaupun kita berharap hal itu tidak akan pernah terjadi," tandasnya. (tim-dens).











