- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
Jika Sirene Rusak, BPBD Cianjur Akan Gunakan Toa untuk Peringatan Tsunami

Keterangan Gambar : Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sukma Wijaya.
Pinusnews.id - Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sukmana Wijaya mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan pengeras suara atau toa masjid di pesisir Cianjur Selatan sebagai alarm atau sirene jika ada potensi tsunami.
Pasalnya, kurang lebih 9 sirene peringatan tsunami milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang ada di sepanjang pesisir Cianjur, dikhawatirkan tak berfungsi.
"Sirene milik BNPB pun tidak bunyi secara otomatis jika ada peringatan tsunami. Harus dipencet oleh operator yang di sana baru bunyi," ungkap Asep saat ditemui beberapa waktu berselang. Selain, dikabarkan kondisi sirene-sirene tersebut juga perlu perbaikan setelah karat akibat angin laut.
Baca Lainnya :
- Sekda Cianjur Terima Kunjungan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Jawa Barat
- Saat Pandemi Covid-19, Warga Sidanglaka Cianjur Bangun Rumah Yang Ambruk
- Personil Polres Cianjur, Pengamanan Aksi Omnibus Law di Rapid Test
- Tutup Bak Kontrol Gorong-gorong Digondol Maling, Ini Penjelasan Dinas PUPR Cianjur
- Bawaslu Cianjur Temukan Dugaan Money Politik
"Sehingga kita harus mencari alternatif lain sebagai peringatan dini yaitu pengeras suara masjid. Jadi kalau ada informasi potensi tsunami dari BMKG, kita akan sampaikan ke ralawan tangguh bencana (Retana) yang ada di tiap desa agar mengumumkannya lewat toa masjid," jelasnya.
Pada Mei 202 lalu pun pihaknya telah melakukan simulasi penyelamatan dan panggulangan bencana tsunami pada kurang lebih 90 Retana yang ada di 18 desa pesisir Cianjur Selatan.
"Tiap desa kan ada 5 personil Retana, dan jumlah desa wilayah pesisir mulai Kecamatan Cidaun, Sidnangbarang, dan Agrabinta itu ada 18 desa. Semua kita latih simulasi jika terjadi tsunami," kata dia. Selain itu, BPBD pun telah memasang rambu-rambu jalur evakuasi di hampir 75 kilometer bentang pantai di Cianjur Selatan.
"Jadi warga dan Retana tahu harus lari kemana jika terjadi tsunami. Walaupun kita berharap hal itu tidak akan pernah terjadi," tandasnya. (tim-dens).











