- Mengenali Sawah Tadah Hujan Agrabinta: DTPHP Cianjur Hadapi Halodo dengan Langkah Tepat
- Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi Komunikasi Publik melalui FGD di Bogor
- Santri Cianjur Tunjukkan Kepedulian: Dari Pesantren untuk Kemanusiaan
- Cianjur Kota Santri yang Kharismatik
- Wajah Baru SD Negeri Tugu Sari: Semangat Baru untuk Pendidikan Cianjur
- Sinergi untuk Cianjur Tangguh: BAZNAS Cianjur Beri 100 Paket Sembako untuk BALAKAR
- Jabatan Bukan Hak Istimewa: Cianjur Perkuat Integritas ASN Bersama KPK
- Pemkab Cianjur Perkuat Komitmen Anti-Korupsi Melalui Kode Etik dan TPP
- Kejari Cianjur Perkuat Integritas Pengelola Madrasah melalui Pencerahan Hukum
- DTPHP Cianjur Perkuat Kesiapan Koperasi Merah Putih Lewat Sinergi Pertanian
Jika Sirene Rusak, BPBD Cianjur Akan Gunakan Toa untuk Peringatan Tsunami

Keterangan Gambar : Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sukma Wijaya.
Pinusnews.id - Kepala pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Sukmana Wijaya mengatakan, pihaknya akan memanfaatkan pengeras suara atau toa masjid di pesisir Cianjur Selatan sebagai alarm atau sirene jika ada potensi tsunami.
Pasalnya, kurang lebih 9 sirene peringatan tsunami milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang ada di sepanjang pesisir Cianjur, dikhawatirkan tak berfungsi.
"Sirene milik BNPB pun tidak bunyi secara otomatis jika ada peringatan tsunami. Harus dipencet oleh operator yang di sana baru bunyi," ungkap Asep saat ditemui beberapa waktu berselang. Selain, dikabarkan kondisi sirene-sirene tersebut juga perlu perbaikan setelah karat akibat angin laut.
Baca Lainnya :
- Sekda Cianjur Terima Kunjungan Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Jawa Barat
- Saat Pandemi Covid-19, Warga Sidanglaka Cianjur Bangun Rumah Yang Ambruk
- Personil Polres Cianjur, Pengamanan Aksi Omnibus Law di Rapid Test
- Tutup Bak Kontrol Gorong-gorong Digondol Maling, Ini Penjelasan Dinas PUPR Cianjur
- Bawaslu Cianjur Temukan Dugaan Money Politik
"Sehingga kita harus mencari alternatif lain sebagai peringatan dini yaitu pengeras suara masjid. Jadi kalau ada informasi potensi tsunami dari BMKG, kita akan sampaikan ke ralawan tangguh bencana (Retana) yang ada di tiap desa agar mengumumkannya lewat toa masjid," jelasnya.
Pada Mei 202 lalu pun pihaknya telah melakukan simulasi penyelamatan dan panggulangan bencana tsunami pada kurang lebih 90 Retana yang ada di 18 desa pesisir Cianjur Selatan.
"Tiap desa kan ada 5 personil Retana, dan jumlah desa wilayah pesisir mulai Kecamatan Cidaun, Sidnangbarang, dan Agrabinta itu ada 18 desa. Semua kita latih simulasi jika terjadi tsunami," kata dia. Selain itu, BPBD pun telah memasang rambu-rambu jalur evakuasi di hampir 75 kilometer bentang pantai di Cianjur Selatan.
"Jadi warga dan Retana tahu harus lari kemana jika terjadi tsunami. Walaupun kita berharap hal itu tidak akan pernah terjadi," tandasnya. (tim-dens).











