- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Jabar Optimistis LPE Jabar Dapat Mencapai 5,5 Persen di Akhir Tahun Ini

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE ) Jawa Barat di Kuartal 3 Tahun 2025 mencapai 5,20 persen, masih tetap berada diatas nasional (5,04 persen).
Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman mengapresiasi kinerja semua pihak di Provinsi Jawa Barat yang terus mendorong agar LPE Jabar selalu tinggi. Sebab dengan LPE yang terus bergerak naik maka kesejahteraan masyarakat juga akan membaik.
Ia bahkan menyatakan optimistis jika LPE Jawa Barat diakhir tahun 2025 dapat mencapai 5,5 persen.
Baca Lainnya :
- Komunitas UMKM PT. Bukit Naga Mas Beri Bantuan ke Yayasan, Fakir Miskin dan Duafa
- Samsat Cianjur Tutup, 2 Januari 2021 DibukaÂ
- Plh. Sekda Cianjur Monitoring Harga Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru 2021
- Nah Ini Dia, Cianjur Terima Bantuan Keuangan dari Provinsi
- Covid-19 Makin Merajalela, KBM di Cianjur Terancam Ditunda
"Pemerintah pusat sudah menetapkan pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen di 2029, cukup berat tetapi Jabar optimis. Startnya dimulai dari tahun 2025 ini, akhir tahun bisa mencapai 5,5 persen," ujarnya dalam West Java Economic Society 2025, Senin (10/11/2025).
Sekda menyebutkan jika di Jawa Barat, empat komponen utama pendorong LPE menunjukan tren positif.
Pertama belanja pemerintah, dimana saat ini telah mencapai 72,67 persen yang didukung dengan realisasi pendapatan sebesar 81,22 persen. Belanja pemerintah menjadi pemantik berputarnya roda perekonomian di Jabar.
"Kami tidak main main, tongkrongin setiap hari, bukan hanya belanja provinsi tetapi juga belanja pemerintah di kabupaten dan kota," tegasnya.
Komponen kedua adalah konsumsi masyarakat dimana menunjukan tren perbaikan. Hal itu terjadi karena laju inflasi di Jawa Barat sangat terkendali. Ketiga adalah investasi Jabar, hingga kuartal 3 tahun 2025 berhasil mencatatkan investasi sebesar Rp77,1 triliun (Januari-September).
"Hingga hari ini, catatan saya, investasi di Jabar sudah mencapai Rp218 triliun. Terbukti bahwa Jabar ramah investasi yang berkelanjutan dan merata," ujar Herman. Terakhir adalah ekspor-impor, dimana neraca perdagangan selalu surplus.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Muhamad Nur menyatakan LPE Jawa Barat masih on the track. Sisa dua bulan terakhir tahun ini pertumbuhan ekonomi akan terorong oleh banja pemerintah dan konsumsi masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru.
"Jabar masih on the track. Kami dari kalangan perbankan dan akademisi melalui WJES 2025 memberikan beberapa rekomendasi untuk mengejar pertumbuhan ekonomi dan mengakselerasi target 8 persen di tahun 2029," tambahnya. (tim dens).











