- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
- Wagub Erwan Lantik Anggota BPSK Jabar 2026-2031
- Respons Kilat Camat Mande Selamatkan Pengguna Jalan dari Bahaya Tanah Licin di Bobojong
Disdikpora Cianjur Cegah Perang Sarung di Bulan Ramadan: Sinergi Pencegahan Dini untuk Pelajar

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (KaDisdikpra) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ruhli Solehudin.
Pinusnews.id - Dalam bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur menunjukkan komitmen luar biasa dalam menjaga ketertiban pelajar.
Dengan instruksi tegas kepada seluruh sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP), Disdikpora Cianjur memperketat pengawasan terhadap peserta didik, secara khusus mencegah aktivitas negatif seperti aksi perang sarung yang sering mengganggu ketertiban umum.
Langkah preventif ini bukan sekadar reaktif, melainkan strategi jitu yang telah direncanakan sejak awal, menjadikan Disdikpora sebagai pelopor dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bermakna.
Baca Lainnya :
- Satpol PP Cianjur Gelar Operasi Yustisi
- BPNT di Desa Sukamulya, Dikelola BUMDes Secara Mandiri
- 8 Kades Ontrog Kantor Camat Warungkondang, Ada Apa?
- Naringgul Cianjur Dilanda Banjir
- Polisi Cianjur Tangkap Pembunuh Pegawai Koperasi
Kepala Disdikpora Cianjur, Ruhli Solehudin, memimpin upaya ini dengan instruksi yang disampaikan sejak pekan pertama Ramadan, termasuk menjelang libur dan cuti bersama.
“Sejak awal Ramadan, kami sudah mengingatkan satuan pendidikan agar membimbing siswa mengisi waktu dengan kegiatan positif, seperti pengajian di lingkungan masing-masing. Peran orang tua juga sangat penting dalam pengawasan,” ujar Ruhli, di Cianjur, belum lama berselang.
Pendekatan ini menekankan kolaborasi antara sekolah dan keluarga, mengingat lemahnya pengawasan di luar jam belajar berpotensi memicu perilaku menyimpang, seperti nongkrong larut malam atau terlibat perang sarung.
“Kami minta anak-anak tidak melakukan kegiatan di luar rumah yang tidak jelas arahnya. Jika dibiarkan, ini bisa mengarah pada hal-hal negatif yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," imbuh Ruhli.
Kinerja gemilang Disdikpora Cianjur terlihat dari kemampuannya mengarahkan siswa ke kegiatan edukatif-religius, memanfaatkan momentum Ramadan sebagai sarana pembentukan karakter.
Lebih jauh, Disdikpora Cianjur memperkuat sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta aparat keamanan seperti Polres Cianjur. Jika ditemukan indikasi keterlibatan siswa dalam perang sarung, penanganan segera dilakukan dengan pendekatan pembinaan.
“Setiap kasus akan ditangani sesuai ketentuan yang berlaku. Selain penegakan aturan, kami juga mengedepankan pendekatan pembinaan agar anak-anak tidak mengulangi perbuatannya,” jelas Ruhli.
Strategi ini efektif karena fenomena perang sarung memang musiman setiap Ramadan, dan Disdikpora Cianjur sadar pencegahan dini jauh lebih unggul daripada penindakan belakangan.
“Ini menjadi perhatian rutin setiap Ramadan. Kami ingin memastikan fenomena tersebut tidak berkembang dan tidak sampai menimbulkan korban. Pencegahan harus dilakukan sejak dini, melalui sinergi sekolah, orang tua, dan masyarakat,” tegas Ruhli.
Dengan kepemimpinan visioner seperti ini, Disdikpora Cianjur tidak hanya menjaga ketertiban, tapi juga membangun generasi pelajar yang tangguh dan bertanggung jawab. (dens).











