Bupati Wahyu Luncurkan Program Unggulan Pendidikan di Cianjur

01 Jan 2026, 12:18:11 WIB Pendidikan
Bupati Wahyu Luncurkan Program Unggulan Pendidikan di Cianjur

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian bersama Kepala Disdikpora Kabupaten Cianjur Ruhli Solehudin dan pihak terkait lainnya.


Pinusnews.id - Pada Rabu, 31 Desember 2025, Lapangan SMP Negeri 1 Cianjur menjadi saksi peluncuran resmi Program Unggulan Bupati Cianjur “Beasiswa Sekolah” untuk jenjang SD, SMP, dan Pendidikan Kesetaraan Tahun 2025. Bupati Mohammad Wahyu Ferdian memimpin acara tersebut dengan penuh semangat, menandainya melalui doa bersama yang sarat harapan.

Langkah ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen nyata pemerintah daerah untuk mengatasi tantangan akses pendidikan di wilayah pedesaan Jawa Barat, di mana biaya sekolah sering menjadi beban berat bagi keluarga kurang mampu.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menekankan bahwa pendidikan adalah fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dalam sambutannya, ia menyatakan betapa krusialnya program ini bagi kemajuan Cianjur. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi, sambil berharap program berjalan berkelanjutan dan menjangkau lebih luas.

Baca Lainnya :

“Pendidikan itu sangat penting. Karena satu orang saja dalam sebuah keluarga bisa sukses, maka hal tersebut dapat mengangkat harkat, derajat, dan martabat seluruh anggota keluarganya," ujarnya. 

Pernyataan Bupati Cianjur ini menggambarkan pendidikan bukan hanya hak individu, tapi perekat kemajuan keluarga dan masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Cianjur. Selain itu, program ini memprioritaskan siswa dari keluarga kurang mampu serta yang berprestasi di akademik, olahraga, atau seni.

Pada 2025, sebanyak 1.500 siswa akan menerima beasiswa, meringankan beban orang tua sekaligus memotivasi prestasi. Secara jangka panjang, inisiatif ini diharapkan meningkatkan indeks pendidikan Cianjur, mengurangi angka putus sekolah, dan mendukung kesejahteraan masyarakat. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, program semacam ini menjadi model inovatif yang bisa ditiru kabupaten lain di Indonesia. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment