Bulan Imunisasi Anak Sekolah di Cianjur Dilaksanakan Agustus dan Nopember Tahun 2025

09 Agu 2025, 07:18:56 WIB Pendidikan
Bulan Imunisasi Anak Sekolah di Cianjur Dilaksanakan Agustus dan Nopember Tahun 2025

Keterangan Gambar : Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Made Setiawan.


Pinusnews.id - Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Made Setiawan, mengatakan pelaksanaan BIAS (Bulan Imunisasi Anak Sekolah) dilakukan setiap tahun pada bulan Agustus dan November berdasarkan ketetapan nasional. Imunisasi diberikan kepada anak usia sekolah, untuk mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi. 

“BIAS dilakukan serentak mulai 19 Agustus setelah kegiatan HUT RI. Ini berlaku nasional,” tuturnya usai acara di Pendopo Cianjur kepada awak media, belum lama ini.

Made Setiawan mengungkapkan, program BIAS 2025 akan mencakup pemberian sejumlah vaksin kepada siswa sekolah dasar dan menengah pertama. Jenis vaksin yang diberikan meliputi TD (Tetanus Diphtheria), DT (Diphtheria Tetanus), MR (Measles Rubella), dan HPV (Human Papilloma Virus).

Baca Lainnya :

Untuk vaksin DT dan MR yang diberikan kepada siswa kelas 1 SD atau anak usia 7 tahun, total sasarannya mencapai 42.705 anak, terdiri dari 21.536 laki-laki dan 21.169 perempuan. Target cakupan imunisas untuk dua jenis vaksin ini sebesar 95 persen.

Kemudian, vaksin Td akan diberikan kepada siswa kelas 2 SD (usia 8 tahun) dengan sasaran 42.222 anak, yang terdiri dari 21.534 anak laki-laki dan 20.688 anak perempuan. Target cakupannya juga 95 persen.

Vaksin Td juga akan diberikan kepada siswa kelas 5 SD (usia 11 tahun), menyasar 42.269 anak, dengan rincian 21.496 laki-laki dan 20.773 perempuan. Target cakupannya tetap 95 persen.

Sementara itu, vaksin HPV hanya diberikan kepada siswi kelas 5 SD atau perempuan usia 11 tahun dengan sasaran sebanyak 20.773 dan target cakupan sebesar 90 persen.

Untuk vaksin HPV, sasarannya difokuskan pada siswi kelas 5 SD. Namun, imunisasi kejar juga akan diberikan kepada siswi kelas 6 SD dan kelas 9 SMP yang belum pernah mendapatkan vaksin HPV sebelumnya.

Selain itu, Made juga menegaskan, vaksin diberikan secara gratis dan didistribusikan oleh pemerintah pusat. Pelaksanaan dilakukan oleh petugas puskesmas yang berkoordinasi dengan sekolah-sekolah di wilayah masing-masing.

“Sebagian besar pelaksanaannya di sekolah. Tapi anak-anak yang tidak sekolah tetap jadi sasaran melalui posyandu atau kunjungan rumah,” katanya. 

Pihaknya juga telah menyiapkan imunisasi kejar bagi anak-anak yang absen atau tidak sempat menerima imunisasi saat jadwal pertama. Ini dilakukan agar capaian target tetap optimal.

“Alhamdulillah, pada tahun sebelumnya capaian imunisasi BIAS mencapai 95 persen sesuai target,” pungkasnya. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment