- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
Usia Harapan Hidup Warga Cianjur Naik Menjadi 74 tahun.

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Herman Suherman dan Ketua MUI Cianjur Aang Abdur Rauf.
Pinusnews.id - Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan bahwa Rata-Rata Usia Harapan Hidup (RTH) warga Cianjur naik 74 tahun yang sebelumnya 68 tahun.
"Berdasarkan kajian Kantor Baperida Cianjur, ternyata rata-rata harapan hidup warga Cianjur kini 74 tahun, naik yang semula semula 68 tahun sekitar 5 tahun lalu," tutur Bupati Cianjur Herman Suherman saat sambutan pengajian Ihya Ulumudin di Pendopo Cianjur, pada Sabtu (13/1/2024) pagi.
"Ketika saya masih wakil Bupati rata-rata harapan hidup warga Cianjur 68 tahun, Alhamdulillah, kini menjadi 74 tahun berdasarkan kajian Bapperida," jelasnya.
Baca Lainnya :
- Mensos Minta Orang Tua Tak Sembunyikan Anak Penyandang Disabilitas
- Kemenag Buka Rekrutmen 500 Dai untuk Wilayah 3T, Ini Kriterianya
- Presiden Jokowi Paparkan Potensi Investasi IKN kepada Pengusaha Brunei
- Memahami Hukum Waris Islam
- Bupati Herman Suherman: McDonald\'s Peduli Para Anak Yatim di Cianjur
Bupati Herman juga menjelaskan, keadaan itu merupakan hasil kerja keras bersama, salah satunya layanan kesehatan.
"Rumah Sakit Pagelaran sekarang penuh dan sudah mampu melayani warga tidak perlu ke Cianjur, demikian juga RS Cimacan, padahal dulu mirip puskesmas. Namun terus kita tingkatkan," imbuh Bupati Herman Suherman.
Lebih dari itu, ungkap Herman, puluhan Puskesmas Pembantu sudah beroperasi, dokter dan perawat jemput bola mengunjungi warga. RSUD Sayang juga terus ditingkatkan pelayanannya. Dulu warga kita sering dirujuk berobat ke RS Bunut Sukabumi, sekarang sebaliknya warga Sukabumi dirujuk ke RSUD Sayang.
Tiga tahun kedepan insyaalloh, RSUD Sayang menjadi RS Internasional," harap Bupati Cianjur.
Hadir dalam pengajian Ihya Ketua MUI Cianjur, sejumlah pejabat, Asda, para Kepala Dinas, dan Kepala Kantor Kemenag Cianjur. Selain mengikuti kajian kitab Ihya warga juga selalu dijamu sarapan pagi, malah kali ini disediakan layanan gratis cek kesehatan di halaman Pendopo. (Dens).











