- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
Usia Harapan Hidup Warga Cianjur Naik Menjadi 74 tahun.

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Herman Suherman dan Ketua MUI Cianjur Aang Abdur Rauf.
Pinusnews.id - Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan bahwa Rata-Rata Usia Harapan Hidup (RTH) warga Cianjur naik 74 tahun yang sebelumnya 68 tahun.
"Berdasarkan kajian Kantor Baperida Cianjur, ternyata rata-rata harapan hidup warga Cianjur kini 74 tahun, naik yang semula semula 68 tahun sekitar 5 tahun lalu," tutur Bupati Cianjur Herman Suherman saat sambutan pengajian Ihya Ulumudin di Pendopo Cianjur, pada Sabtu (13/1/2024) pagi.
"Ketika saya masih wakil Bupati rata-rata harapan hidup warga Cianjur 68 tahun, Alhamdulillah, kini menjadi 74 tahun berdasarkan kajian Bapperida," jelasnya.
Baca Lainnya :
- Mensos Minta Orang Tua Tak Sembunyikan Anak Penyandang Disabilitas
- Kemenag Buka Rekrutmen 500 Dai untuk Wilayah 3T, Ini Kriterianya
- Presiden Jokowi Paparkan Potensi Investasi IKN kepada Pengusaha Brunei
- Memahami Hukum Waris Islam
- Bupati Herman Suherman: McDonald\'s Peduli Para Anak Yatim di Cianjur
Bupati Herman juga menjelaskan, keadaan itu merupakan hasil kerja keras bersama, salah satunya layanan kesehatan.
"Rumah Sakit Pagelaran sekarang penuh dan sudah mampu melayani warga tidak perlu ke Cianjur, demikian juga RS Cimacan, padahal dulu mirip puskesmas. Namun terus kita tingkatkan," imbuh Bupati Herman Suherman.
Lebih dari itu, ungkap Herman, puluhan Puskesmas Pembantu sudah beroperasi, dokter dan perawat jemput bola mengunjungi warga. RSUD Sayang juga terus ditingkatkan pelayanannya. Dulu warga kita sering dirujuk berobat ke RS Bunut Sukabumi, sekarang sebaliknya warga Sukabumi dirujuk ke RSUD Sayang.
Tiga tahun kedepan insyaalloh, RSUD Sayang menjadi RS Internasional," harap Bupati Cianjur.
Hadir dalam pengajian Ihya Ketua MUI Cianjur, sejumlah pejabat, Asda, para Kepala Dinas, dan Kepala Kantor Kemenag Cianjur. Selain mengikuti kajian kitab Ihya warga juga selalu dijamu sarapan pagi, malah kali ini disediakan layanan gratis cek kesehatan di halaman Pendopo. (Dens).











