- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
Siapa yang Seharusnya Paling Berperan?
Oleh: Munawaroh, Mahasiswi Semester 7 Prodi Hukum Keluarga Islam STAI Al-Azhary Cianjur

Keterangan Gambar : Ilustrasi (Sumber: parentalk.id)
Pinusnews.id- Siapa yang seharusnya paling berperan dalam membentuk kepribadian anak yang taat pada hukum?. Dari pertanyaan itu mulai muncul beberapa pertanyaan lainnya. Sesperti : Apakah sepenuhnya peran itu orang tuanya? Atau mungkin peran sekolah, yang dimana tempat anak itu belajar dan menghabiskan sebagian waktunya? Atau malah peran keduanya untuk bekerjasama membentuk pribadi anak yang taat hukum?.
Dalam membentuk kepribadian seseorang anak yang taat pada hukum diperlukan kasih sayang, kesabaran dan konsisten. Tak semua anak cepat tangkap dan mudah menuruti terhadap apa yang diajarkan. Anak-anak memiliki keunikannya masing-masing, karena tak sedikit anak juga yang diberitahu akan suatu hal cepat paham dan menurut begitu saja, terkadang mereka meminta penjelasan dan alasan dengan segala pertanyaannya seperti "kenapa harus begini?", "Mengapa harus begitu?", "bagaimana kalau begitu?" bahkan banyak lagi pertanyaan lainnya. Dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan oleh anak, kita harus memberikan pemahaman yang tepat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman antara penjelasan yang diberikan dengan pemikiran anak itu sendiri.
Jika ditanya kembali siapa yang paling berperan? Ya tentu saja sudah jelas, yang seharusnya paling berperan yaitu orang tuanya sendiri. Akan tetapi sekolahpun ikut berperan penting dalam membentuk pribadi anak. Kenapa? Karena keduanya memiliki peran yang sama tapi ditempat yang berbeda. Jika orang tua berperan di rumah (internal) sedangkan sekolah (eksternal) berperan diluar rumah diwaktu tertentu. Jadi keduanya perlu ada kerjasama dalam hal ini.
Baca Lainnya :
- Peran Orang Tua di Era Digitalisasi
- Truk Bermuatan Baja Hantam Truk Box, Masuk Jurang Jembatan Cikundul
- BPOM Resmi Terbitkan NIE Vaksin IndoVac Bio Farma
- Apel HAB ke-78, Gus Men Ingatkan ASN Kemenag Melayani dengan Hati dan Jaga Netralitas
- Presiden: Komitmen Pemerintah dalam Pemerataan Pembangunan Melalui Dana Desa
Pola asuh orang tua atau yang sekarang sering dikenal dengan sebutan ‘parenting’ memiliki peran penting dalam membentuk pribadi anak. Yaitu bagaimana Cara orang tua mendidik dan berinteraksi dengan anak sejak dini dapat mempengaruhi perilaku dan sikap anak di masa depan, termasuk juga dengan sikap mereka terhadap hukum. Sedangkan Sekolah adalah tempat di mana anak-anak menghabiskan sebagian besar waktu mereka. Selain orang tua, sekolah juga memiliki peran penting dalam membentuk peribadi anak, termasuk dalam membentuk sikap mereka terhadap hokum juga.
Membentuk pribadi anak yang taat hukum bukanlah tugas yang mudah. Akan tetapi tidak juga sulit jika diarahkan sejak dini dan dilakukan secara kerjasama dan konsistensi dari berbagai pihak, terutama orang tua dan juga sekolah. Berikut adalah bagaimana peran mereka dalam membentuk pribadi anak yang taat hukum.
Pertama, orang tua memiliki peran penting sebagai role model pertama bagi anaknya. Anak-anak cenderung meniru perilaku orang tua mereka. Jika orang tua menunjukkan sikap yang taat hukum dan menghargai hak orang lain, maka anak juga akan belajar untuk melakukan hal yang sama. Selain itu, orang tua juga harus mengajarkan anak tentang hukum dan konsekuensi dari pelanggaran hukum sejak dini. Anak perlu memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi dan bahwa melanggar hukum dapat berdampak negatif bagi diri mereka dan orang lain.
Kedua, sekolah juga memiliki peran penting dalam membentuk peribadi anak yang taat hukum. Di sekolah, anak-anak belajar tentang hukum dan aturan yang berlaku di masyarakat melalui pelajaran kewarganegaraan. Selain itu, sekolah juga memberikan lingkungan yang aman dan positif bagi anak, di mana mereka dapat belajar dan berinteraksi dengan teman sebaya mereka. Guru juga berperan penting dalam membentuk sikap anak terhadap hukum. Mereka dapat memberikan contoh dan bimbingan tentang bagaimana berperilaku dengan cara yang taat hukum.
Terakhir, baik orang tua maupun sekolah harus bekerja sama dalam membentuk pribadi anak yang taat hukum. Keduanya tidak boleh bertolak belakang. Mereka harus berkomunikasi secara teratur dan konsisten tentang perkembangan dan perilaku anak. Jika ada masalah atau tantangan, mereka harus bekerja sama untuk menemukan solusi yang terbaik untuk anak yang mereka didik. Tak hanya itu, orang tua juga sekolah saling membantu mencegah anak-anak terlibat dalam perilaku kriminal dengan harus mendorong anak untuk berpartisipasi dalam kegiatan positif, seperti olahraga, seni, atau kegiatan sukarela. Kegiatan ini dapat membantu anak mengembangkan keterampilan dan minat yang positif, serta memberikan mereka alternatif yang sehat untuk mengisi waktu luang mereka.
Dengan kerja sama dan konsistensi dari orang tua dan sekolah, kita dapat membantu anak tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab dan taat hukum. Ingatlah bahwa setiap anak adalah unik dan mungkin memerlukan pendekatan yang berbeda. Namun, dengan kasih sayang, kesabaran, dan konsistensi, kita dapat membantu mereka mencapai potensi terbaik mereka.

Artikel ini ditulis oleh Munawaroh, Mahasiswi Semester 7 Prodi Hukum Keluarga Islam STAI Al-Azhary Cianjur











