- Gebyar Muharam 1448 H di Cianjur: Pawai Obor, Istighosah, dan Semangat Hijrah untuk Kebersamaan
- BAZNAS Kabupaten Cianjur Apresiasi Tahun Baru Hijriah 1448: Ajakan Hijrah dan Perbanyak Amal
- Pembongkaran 163 Kios di Puncak, Realitas Rumit Antara Tata Ruang dan Kebutuhan Ekonomi Lokal
- Pemkab Cianjur Lakukan Efisiensi Operasional Menyusul Kenaikan Harga Pertamax
- Dorong Swasembada Kedelai, KDM Minta Petani Lakukan Ini
- KDM Prioritaskan Pembangunan Tajug untuk Perkuat Spiritualitas Warga.
- Presiden Prabowo Instruksikan Percepatan Revitalisa-Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi
- BPBD Cianjur Perkuat Mitigasi Musim Kemarau: Menyiapkan Air Bersih, Pemetaan Risiko, dan Edukasi War
- Bupati Cianjur Dekatkan Layanan Publik Lewat Rembug Warga di Desa Simpang, Cianjur Selatan
- BAZNAS Cianjur Perkuat Mobilitas Mustahik: Distribusi Kursi Roda Tingkatkan Kualitas Hidup
PT KAI Dukung Rencana Gubenur Dedi Mulyadi Reaktivasi Jalur Kereta Senilai 20 Triliun

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengapresiasi rencana Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat yang akan kembali reaktivasi jalur-jalur kereta api yang telah lama tidak beroperasi.
Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo mengatakan, sebagai operator pihaknya menyambut positif rencana dari Pemprov Jabar tersebut.
“Kalau KAI sebagai operator pada prinsipnya support terhadap rencana Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang akan mereaktivasi jelar kereta api yang tidak beroperasi,” ucap Kuswardojo, di Bandung.
Baca Lainnya :
- Logistik Pemilihan Mulai Besok Didistribusikan KPU
- Warga Karangnunggal Cibeber Keluhkan Pemotongan Bantuan Rutilahu, Lalu Ini Jelas Kades
- Tebing Hutan Ciuja Naringgul Diterjang Longsor, Jalan Bandung-Cianjur Terganggu
- Terdampak Covid-19, Penjualan Mesin Jahit Turun 50 Persen di Cianjur
- Peringati Hari Aids Sedunia, Puskesmas Sukaluyu Gelar pemeriksaan Triple E untuk Ibu Hamil
Kuswardojo berharap, dengan reaktivasi bisa memudahkan mobilitas masyarakat di lokasi di mana reaktivasi dilaksanakan dan sekaligus mengurangi kemacetan di jalan raya.
“Selain memudahkan mobilitas, tentunya reaktivasi juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” kata Kuswardojo.
‘Daerah yang akan di reaktivasi kita tahu merupakan daerah yang memiliki pemandangan alam yang indah sehingga bisa di jadikan sebagai salah satu destinasi wisata kedepannya,” imbuhnya..
Sebelumnya Gubernur Jabar Dedi Mulyadi akan memanfaatkan kereta api untuk memaksimalkan potensi pariwisata Jawa Barat.
“Kereta api bisa mendukung pariwisata karena sifatnya yang massal dan antimacet. "(Kereta Api) Ini pengangkutannya massal, karena pengangkutannya massal mudah memobilisasi orangnya," kata Dedi Mulyadi.
Menurut Dedi, Jabar juga akan mereaktivasi jalur kereta api Bandung – Pangandaran, jalur KA di Garut, jalur KA dari Bogor-Sukabumi-Cianjur hingga Padalarang, kemudian juga jalur KA Bandung - Ciwidey untuk mengantisipasi kemacetan pada musim liburan.
Reaktivasi ini merupakan bagian dari visi besar Gubernur Dedi Mulyadi dalam membangun kembali konektivitas Jawa Barat secara modern, namun tetap berpijak pada kearifan lokal. Gubernur mencangkan Reaktivasi 11 Jalur KA dengan anggaran mencapai Rp 20 Triliun. (tim-dens).











