- Yeti Nurhayti: Dari Dapur Rumah Makan ke Panggung Politik, Membawa Mimpi Besar untuk Ekonomi Cianjur
- Pemkab Cianjur Tegaskan Program JKN Berlanjut dan Perbaiki Data untuk Layanan Lebih Tepat
- Kolam Labuh Jayanti: Akhir Penantian Nelayan untuk Perlindungan Perahu
- Dinas Pangan Cianjur Aktif Dukung Siraman Rohani untuk Bangun SDM Berakhlak
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur Tingkatkan Pelayanan saat Kemarau, Menjaga Pasokan Air
- DPUTR Cianjur Perkuat Pelayanan Publik lewat Keputusan Konseling Pelayanan
- Pemprov Jabar Kawal Pelaksanaan Program 3 Juta Rumah Agar Sejahterakan Rakyat
- Demo di Cianjur Memanas, KH Deni Saepul Rohman: LGBT Bukan Perbedaan Tapi Penyimpangan
- Polres Cianjur Kirim Truk Tangki 5.000 Liter untuk Warga Krisis Air di Kampung Cibolang
- BGN Tetapkan Batas 10 Agustus untuk SLHS Dapur MBG: Sanksi Tutup Permanen jika Tak Memenuhi
Penutupan MPLS SMA Dar El Fikri 2025 Penuh Cerita Tak Terlupakan
Oleh: Arsila Fadwi

Keterangan Gambar : Sesi foto bersama peserta dan panitia MPLS sebagai penutup rangkaian MPLS SMA Dar El Fikri tahun 2025.
Pinusnews.id Cianjur– Hari terakhir Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Dar El Fikri ditutup dengan berbagai kegiatan seru dan berkesan. Dimulai dari senam bersama, penampilan pentas seni tiap kelompok, hingga demo ekstrakurikuler yang meriah, suasana hari ketiga penuh tawa—dan juga air mata.
Beberapa ekskul yang tampil dalam sesi demo antara lain Seni Tari, Dance Modern, Pramuka, dan Drum Band.

Baca Lainnya :
- Paslon Toha-Ade (Hade) : Selamat, Hasil Quick Count Versi Cyrus Network BHS-M Unggul
- Cyrus Network: Hasil Quick Count Sementara BHS-M Unggul Disusul Pilar
- Warga Lima Kecamatan di Cianjur Keluhkan Listrik Mati, Ini Disampaikan PLN
- 4968 TPS Disemprot Cairan Disinfektan
- Cegah Penyebaran Covid-19, Forkopimda Cianjur Penyemprotan Disinfektan Hingga Bagikan Masker


Selain itu, peserta MPLS juga mendapat tantangan unik: mengumpulkan tanda tangan dari kakak OSIS sebagai bagian dari misi akhir mereka.
Namun, kejutan sebenarnya datang dari drama kecil yang dilakukan oleh pembina OSIS dan guru lain. Dengan berpura-pura marah kepada panitia OSIS, suasana mendadak tegang hingga membuat beberapa peserta dan panitia menangis. Rupanya, itu hanyalah prank untuk merayakan ulang tahun salah satu panitia.
“Tadi sempat tegang banget, takut ada yang berantem di kelas. Nggak ngira kalo itu bohongan,” ujar Arya, salah satu peserta MPLS sambil tertawa lega.
Setelah prank usai, suasana kembali cair dan penuh haru. Momen makin lengkap dengan penayangan video kompilasi perkenalan peserta serta foto-foto aib yang diambil diam-diam selama MPLS berlangsung, disaksikan bersama oleh siswa dan guru-guru.
Cerita dari Siswa Baru
Arya mengaku bahwa meski awalnya merasa tertekan, MPLS memberikan pengalaman tak terlupakan.
“Hari Senin ngerasa nggak enak hati, dicaci-maki… tapi sekarang malah senang. MPLS bikin kami jadi dekat,” ungkapnya.
Ia juga menyebut senam bersama dan kerja kelompok sebagai kegiatan favorit. Salah satu panitia yang paling membekas baginya adalah Husen, karena ketegasannya.
“Karena Kang Husen sangat tegas sekali gitu lah. Jadi keinget terus sama Kang Husen gitu,” ungkap Arya.
Sementara itu, Lara juga tak kalah antusias saat menceritakan pengalamannya.
“Awalnya takut, takut nggak punya teman. Tapi ternyata rame banget, jadi malah seru,” katanya.
Lara terharu saat prank ulang tahun berlangsung, karena ia sendiri pernah mengalami posisi serupa.
“Hari ketiga seru banget, nangis karena ada Teh Gita ulang tahunnya dirayain, terus dimarah-marahin gara-gara acara. Aku pernah diposisi itu Bu, jadi nangis.” ungkap Lara sambil tertawa kecil.
Lara juga menyebut dua panitia yang paling berkesan adalah Devi, yang awalnya ia takuti, dan Gita, yang lemah lembut dan menyenangkan.
Harapan untuk Masa Depan
Di akhir kegiatan, para siswa baru menyampaikan harapan mereka. Arya ingin bisa membanggakan orang tua dan menjadikan sekolah sebagai tempat meraih kesuksesan. Sementara Lara berharap bisa berkembang melalui kegiatan ekstrakurikuler, khususnya di bidang seni tari.
“Semoga Dar El Fikri jadi sekolah yang lebih baik, dengan siswa-siswi berakhlakul karimah,” harap Lara.
MPLS tahun ini ditutup dengan sesi foto bersama, tawa, dan sedikit tangisan. Kegiatan selama tiga hari itu tak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tapi juga mempererat persaudaraan antar sesama murid baru dan kakak kelas.
Selamat datang, siswa-siswi baru SMA Dar El Fikri 2025! Semoga langkah awal ini menjadi pintu menuju masa depan yang lebih cerah.











