- Dinas TPHP Cianjur Hadirkan Sekolah Lapang Alsintan dan Traktor untuk Produktivitas Para Petani
- BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering
- Disiplin Sekolah Cianjur: Visi Tegas Ipan Sopandi dalam Larangan Motor dan HP Siswa
- Sinergi Kampus dan Desa: KKN UIN Bandung Wujudkan Pembangunan Partisipatif di Cianjur
- Metty Triantika: Gentengisasi Peluang Emas Ekonomi Lokal di Tengah Peningkatan Kualitas Hidup
- Bulog Cianjur Capai 78% Target Penyerapan Gabah: Komitmen Kuat untuk Kesejahteraan Petani
- Gubernur bersama Menteri PKP Resmikan Program Bedah Rumah, Total 40.000 Unit di Jabar
- Proyek Geothermal Gunung Gede Pangrango: Ancaman Lingkungan vs Ketahanan Energi Nasional
- Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan
- Transformasi Digital Cianjur: Pelatihan AI ASN untuk Layanan Publik yang Lebih Baik bagi Masyarakat
Kepala Disdikpora Cianjur Jelaskan Soal Kekurangan Guru di Sekolah

Keterangan Gambar : Kepala Disdikpora Cianjur Ruhli Solehudin.
Pinusnews.id - Sejumlah sekolah di Kabupaten Cianjur dibagian wilayah selatan masih kekurangan guru, terutama pada tingkatan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin. Menurut Ruhli hingga saat ini distribusi jumlah guru masih belum merata di setiap sekolah. Hal ini menyebabkan kekurangan tenaga pengajar di tingkat pendidikan SD dan SMP.
"Iya masih kekurangan guru terutama di wilayah Cianjur Selatan untuk guru mata pelajaran pada tingkat SMP dan guru kelas di tingkat SD," tutur Ruhli disela-sela acara Desa Manjur di Babakan Caringin Kecamatan Karangtengah, Rabu (15/5/2024).
Baca Lainnya :
- Pencanangan Pembangunan Zona Integritas di Cianjur
- Penguatan Ekonomi Syariah Jawa Barat untuk Menopang Pembangunan Nasional
- DPPKBP3A Cianjur Lakukan Inovasi Penurunan Angka Stunting
- dr Irvan Nur Fauzi: Jajaran Manajemen RSUD Sayang Cianjur Setiap Selasa Harus Bicara Bahasa Inggris
- Kepala Dinkes Cianjur dr Yusman Faisal: Material Asbes Berbahaya Dapat Memicu Sejumlah Penyakit
Ruhli menyebutkan jumlah guru di Kabupaten Cianjur saat ini sekitar 9 ribu orang, termasuk guru dengan status ASN dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Secara rata-rata, setiap sekolah memiliki sekitar tujuh orang guru berstatus ASN.
Ruhli menambahkan , kebutuhan akan jumlah guru sebenarnya lebih dari 12 ribu orang, yang didasarkan pada jumlah sekolah dan jumlah siswa di tingkat SD dan SMP.
"Kekurangan untuk tenaga pendidik itu mencapai 3 ribu orang guru. Untuk itu kami berharap kekurangan guru ini segera bisa diatasi," paparnya.
Berdasarkan data pokok pendidikan (dapodik), kekurangan guru terutama terdapat pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Pendidikan Agama Islam (PAI), serta Tata Usaha, termasuk para penjaga sekolah.
"Sejalan dengan arahan dari Bupati dan konsultasi dengan DPRD, kami berkomitmen untuk mengatasi kekurangan ini dengan melakukan pemerataan guru, salah satunya melalui pengangkatan PPPK," pungkas Ruhli. (dens).











