- Mengenali Sawah Tadah Hujan Agrabinta: DTPHP Cianjur Hadapi Halodo dengan Langkah Tepat
- Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi Komunikasi Publik melalui FGD di Bogor
- Santri Cianjur Tunjukkan Kepedulian: Dari Pesantren untuk Kemanusiaan
- Cianjur Kota Santri yang Kharismatik
- Wajah Baru SD Negeri Tugu Sari: Semangat Baru untuk Pendidikan Cianjur
- Sinergi untuk Cianjur Tangguh: BAZNAS Cianjur Beri 100 Paket Sembako untuk BALAKAR
- Jabatan Bukan Hak Istimewa: Cianjur Perkuat Integritas ASN Bersama KPK
- Pemkab Cianjur Perkuat Komitmen Anti-Korupsi Melalui Kode Etik dan TPP
- Kejari Cianjur Perkuat Integritas Pengelola Madrasah melalui Pencerahan Hukum
- DTPHP Cianjur Perkuat Kesiapan Koperasi Merah Putih Lewat Sinergi Pertanian
Kepala Dinkes Cianjur: Bukan Akibat Malpraktek Anak di Sindangbarang Meninggal Dunia

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Dugaan malpraktik seorang anak, Daffa Al-Ghifari Nugraha (10) asal Kampung Cieurih, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang hingga meninggal dibantah keras oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, dr Yusman Faisal.
Orang Tua Daffa diketahui melapor ke Polres Cianjur lantaran penyebab anaknya meninggal diduga karena nakes di Puskesmas Sindangbarang menyuntikan sebuah cairan, setelah sebelumnya dua cairan sudah terlebih dahulu disuntikan ke tubuh Daffa yang terindikasi mengalami gejala kejang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur dr Yusman Faisal mengatakan, dugaan malpraktik di Puskesmas Sindangbarang secara umum telah disampaikan ke Kepala Puskesmas.
Baca Lainnya :
- BUMDes Jadi Lokomotif Ekonomi Desa di Jabar
- Warga Mau Berobat ke Klinik Rawat Jalan, Bisa Daftar Secara Online ke Aplikasi RAOS
- Jelang Lebaran Haji Waspadai Kemungkinan Banyaknya Pencurian Hewan Kurban
- Pilgub Jawa Barat Segera Diluncurkan
- Pemberitahuan dari Klinik Rawat Jalan RSUD Sayang Kabupaten Cianjur
Akan tetapi, pihaknya masih terus melakukan analisis lebih mendalam soal dugaan malpraktik tersebut.
“Tapi kita hingga saat ini masih melakukan pendalaman, terkait dengan penanganan medis secara khusus agar bisa dilakukan analisis,” kata dr Yusman Faisal, Kamis, (23/05/2024).
dr Yusman Faisal menambahkan, mengenai informasi jenis obat yang dimasukan melalui selang infus almarhum Daffa, merupakan tindakan medis yang sudah benar dan komposisi obat sesuai Standar Operasional (SOP).
“Pada saat masuk ke Puskesmas pasien itu sudah kritis, dalam penanganannya untuk mengantisipasi infeksi diberikan antibiotik. Pada waktu berbeda pasien diberikan obat anti kejang, dan ketiga obat ondansetron,” imbuh dr Yusman Faisal.
Pihaknya pun, sudah berupaya menjelaskan kepada keluarga almarhum Daffa saat melakukan takziah ke rumah duka.
“Saya sudah instruksikan Kepala Puskemas Sindangbarang, untuk menjelaskan cara utuh kepada keluarga pasien terkait dengan penangananya,” jelas dr Yusman Faisal.
Kemudian dr Yusman Faisal juga menegaskan, kasus meninggalnya pasien bukan karena kesalahan penanganan medis atau malapraktik.
"Terkait langkah keluarga pasien yang melaporkan kejadian ini ke polisi, tentunya kita mempersilakan dan akan kooperatif selama menjalani proses hukum tersebut," tandas dr Yusman Faisal. (dens).











