- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
- DPUTR Cianjur Perkuat Integritas: Sosialisasi Anti-Gratifikasi untuk Pelayanan Publik yang Bersih
- Kerja Skala Besar di Mekarmukti: Progres TMMD Ke-129 Kodim 0608/Cianjur Capai Banyak Titik
- Relokasi SDN Pasirkelewih Bikin Akses Belajar Lebih Dekat dan Nyaman
Kepala Dinkes Cianjur: Bukan Akibat Malpraktek Anak di Sindangbarang Meninggal Dunia

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Dugaan malpraktik seorang anak, Daffa Al-Ghifari Nugraha (10) asal Kampung Cieurih, Desa Jayagiri, Kecamatan Sindangbarang hingga meninggal dibantah keras oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Cianjur, dr Yusman Faisal.
Orang Tua Daffa diketahui melapor ke Polres Cianjur lantaran penyebab anaknya meninggal diduga karena nakes di Puskesmas Sindangbarang menyuntikan sebuah cairan, setelah sebelumnya dua cairan sudah terlebih dahulu disuntikan ke tubuh Daffa yang terindikasi mengalami gejala kejang.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur dr Yusman Faisal mengatakan, dugaan malpraktik di Puskesmas Sindangbarang secara umum telah disampaikan ke Kepala Puskesmas.
Baca Lainnya :
- BUMDes Jadi Lokomotif Ekonomi Desa di Jabar
- Warga Mau Berobat ke Klinik Rawat Jalan, Bisa Daftar Secara Online ke Aplikasi RAOS
- Jelang Lebaran Haji Waspadai Kemungkinan Banyaknya Pencurian Hewan Kurban
- Pilgub Jawa Barat Segera Diluncurkan
- Pemberitahuan dari Klinik Rawat Jalan RSUD Sayang Kabupaten Cianjur
Akan tetapi, pihaknya masih terus melakukan analisis lebih mendalam soal dugaan malpraktik tersebut.
“Tapi kita hingga saat ini masih melakukan pendalaman, terkait dengan penanganan medis secara khusus agar bisa dilakukan analisis,” kata dr Yusman Faisal, Kamis, (23/05/2024).
dr Yusman Faisal menambahkan, mengenai informasi jenis obat yang dimasukan melalui selang infus almarhum Daffa, merupakan tindakan medis yang sudah benar dan komposisi obat sesuai Standar Operasional (SOP).
“Pada saat masuk ke Puskesmas pasien itu sudah kritis, dalam penanganannya untuk mengantisipasi infeksi diberikan antibiotik. Pada waktu berbeda pasien diberikan obat anti kejang, dan ketiga obat ondansetron,” imbuh dr Yusman Faisal.
Pihaknya pun, sudah berupaya menjelaskan kepada keluarga almarhum Daffa saat melakukan takziah ke rumah duka.
“Saya sudah instruksikan Kepala Puskemas Sindangbarang, untuk menjelaskan cara utuh kepada keluarga pasien terkait dengan penangananya,” jelas dr Yusman Faisal.
Kemudian dr Yusman Faisal juga menegaskan, kasus meninggalnya pasien bukan karena kesalahan penanganan medis atau malapraktik.
"Terkait langkah keluarga pasien yang melaporkan kejadian ini ke polisi, tentunya kita mempersilakan dan akan kooperatif selama menjalani proses hukum tersebut," tandas dr Yusman Faisal. (dens).











