- Mengenali Sawah Tadah Hujan Agrabinta: DTPHP Cianjur Hadapi Halodo dengan Langkah Tepat
- Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi Komunikasi Publik melalui FGD di Bogor
- Santri Cianjur Tunjukkan Kepedulian: Dari Pesantren untuk Kemanusiaan
- Cianjur Kota Santri yang Kharismatik
- Wajah Baru SD Negeri Tugu Sari: Semangat Baru untuk Pendidikan Cianjur
- Sinergi untuk Cianjur Tangguh: BAZNAS Cianjur Beri 100 Paket Sembako untuk BALAKAR
- Jabatan Bukan Hak Istimewa: Cianjur Perkuat Integritas ASN Bersama KPK
- Pemkab Cianjur Perkuat Komitmen Anti-Korupsi Melalui Kode Etik dan TPP
- Kejari Cianjur Perkuat Integritas Pengelola Madrasah melalui Pencerahan Hukum
- DTPHP Cianjur Perkuat Kesiapan Koperasi Merah Putih Lewat Sinergi Pertanian
Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau mulai menyelimuti Cianjur pada awal September 2026, memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan, terutama bagi anak-anak di lingkungan sekolah. Menyikapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, langsung mengambil langkah cepat dengan menerbitkan edaran pembelajaran daring untuk seluruh satuan pendidikan.
Kebijakan ini bukan sekadar respons administratif, melainkan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah maupun Disdikpora Cianjur, dalam melindungi keselamatan warga sekolah dari paparan debu vulkanik, yang berpotensi mengganggu pernapasan dan mata.
Dalam edarannya, Ruhli menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring mulai 7 hingga 8 September 2026.
Baca Lainnya :
- Aneh, Soal BPNT Warga Dapat Ayam Hidup Bukan Daging Ayam
- Pekerja Pembangunan Gedung Setda Cianjur Bagai "Superman"
- Cekcok Soal Batas Tanah, Asep Babak-Belur Dihajar TetangganyaÂ
- Odang Rohmat, Pengusaha Gula Semut Naringgul, Rekrut 8 Pekerja Akibat Terdampak Covid-19Â
- Dua Orang Cianjur Terseret Ombak Pantai Jayanti, Satu Selamat, Satu Orang Lagi Belum Ditemukan
“Pembelajaran tatap muka dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), daring, dimulai 7 September sampai 8 September 2026,” tuturnya di Cianjur, Minggu (6/9/2026).
Langkah ini diambil Disdikpora Cianjur setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, menunjukkan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada kajian bersama dan bukan tindakan sepihak. Ruhli juga menekankan pentingnya pemantauan dan absensi selama pembelajaran daring agar proses belajar tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.
Lebih dari itu, Disdikpora Cianjur tidak hanya memerintahkan perubahan metode belajar, tetapi juga memberikan panduan konkret bagi warga sekolah. Seluruh peserta didik, pendidik, dan tenaga pendidikan diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker jika harus keluar, serta memanfaatkan platform digital untuk pembelajaran.
Ruhli juga meminta agar kendala pelaksanaan pembelajaran daring dilaporkan secara berjenjang, sehingga pemerintah dapat segera memberikan solusi.
“Keselamatan dan kesehatan seluruh warga sekolah adalah prioritas utama. Mari bersama-sama tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan pemerintah. Utamakan keselamatan. Bersama kita bisa!” tegasnya, seraya mengajak semua pihak untuk tetap waspada.
Sikap tanggap Disdikpora Cianjur ini patut diapresiasi karena tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dalam mengantisipasi dampak jangka pendek maupun jangka panjang dari bencana alam. Dengan mengalihkan pembelajaran ke daring, membatasi aktivitas luar ruangan, dan menyediakan mekanisme pelaporan kendala, pemerintah daerah menunjukkan kepedulian nyata terhadap keselamatan generasi muda.
Langkah Disdikpora Cianjur ini juga sejalan dengan imbauan BMKG dan BPBD Cianjur yang meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar dan menggunakan masker. Dalam situasi darurat seperti ini, kecepatan dan ketepatan respons pemerintah menjadi kunci untuk meminimalkan risiko dan menjaga kepercayaan publik. (dens).











