- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
Kemensos Bantu Pengungsi Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki

Keterangan Gambar : Bantuan logistik dari Kemensos untuk masyarakat terdampak erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Pinusnews.id - Kementerian Sosial telah membagikan bantuan bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Penyaluran bantuan terus dilakukan karena jumlah masyarakat terdampak dan jumlah pengungsi terus bertambah seiring dengan erupsinya kembali gunung api tersebut.
“Kemensos melalui Sentra "Efata" di Kupang sudah hadir di tengah-tengah pengungsi dan terus memberikan bantuan,” kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Sentra "Efata" di Kupang Tota Oceanna Zonneveld, Senin (8/1/2024).
Gunung Lewotobi Laki-laki pertama kali erupsi pada Selasa (2/1/2004) dan erupsi kembali pada Minggu (7/1) serta Senin (8/1) sore pukul 17.22 WITA. Laman Magma ESDM menyebutkan tinggi kolom abu letusan teramati mencapai 1.500 meter di atas puncak atau sekitar 3.084 meter di atas permukaan laut.
Baca Lainnya :
- Presiden Jokowi Instruksikan Jajaran Waspadai Dinamika Geopolitik
- Audensi dengan Warga Limbangansari, Bupati Cianjur: Terkait Gempa Datang Saja ke BPBD
- 1.650 ASN Disdik Jabar Terima Satyalancana Karya Satya
- Penderita Diabetes Tinggi, Menkes: Pencegahan di Puskesmas Harus Dioptimalkan
- Resmikan Bendungan Karian, Presiden Paparkan Sejumlah Manfaatnya bagi Masyarakat
Akibat erupsi tersebut, ribuan orang mengungsi ke pos pengungsian di Kantor Camat Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur. Kemensos, yang diwakili oleh Sentra "Efata" di Kupang dan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam sudah menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji, kasur, selimut, perlengkapan keluarga (family kit), perlengkapan anak-anak (kids ware), tenda gulung, tenda serbaguna, tenda keluarga portable dan toilet portable.
Selain itu, ada juga bantuan bahan permakanan untuk dapur umum dan masker untuk pengungsi dan petugas lapangan.
Kemensos juga menyalurkan bantuan melalui Dinas Sosial Kabupaten Sikka berupa makanan siap saji, perlengkapan anak-anak, kasur, velbed, selimut, terpal, tikar, pembalut dan dua unit tenda merah putih. Melalui Dinas Sosial Kabupaten Lembata, Kemensos juga menyalurkan bantuan logistik berupa tenda merah putih, tenda serba guna, tenda portable, selimut, kasur dan satu set dapur umum lapangan.
Sedangkan, melalui Dinas Sosial Kabupaten Flores Timur, Kemensos menyalurkan bantuan logistik berupa tenda merah putih, tenda portable, tenda keluarga, tenda payung dan lima set dapur umum lapangan.
Saat ini, Kemensos telah mendirikan posko pengungsian di depan kantor Desa Konga, Kecamatan Titehana, yang berada pada radius 15 km dari titik erupsi. Pada Kamis (4/1), sebanyak 1.103 orang telah mengungsi di posko tersebut di mana terdapat kelompok rentan yang diberikan perlakuan khusus.
Jumlah tersebut masih terus bertambah mengingat banyak warga yang masih bertahan di rumah masing-masing dan gunung api yang masih berstatus siaga.
Tota mengungkapkan Kemensos tidak lepas tangan begitu saja setelah menyalurkan bantuan logistik. Dapur umum masih tetap berjalan selama dibutuhkan dan tetap ada petugas yang berada di lokasi, hingga siaga darurat usai.
“Dapur umum tetap berjalan. Tim dari Sentra "Efata" di Kupang juga tetap ada yang berada di lapangan, hingga siaga darurat selama 14 hari selesai,” pungkas Tota. (Dens-Tim).











