- Ramaikan Hari Anak Nasional, Dinas Pangan Cianjur Hadirkan Pangan Murah untuk Warga
- Kasus Pencemaran Nama Baik PWI Cianjur Terus Bergulir, Perkuat Dugaan Pihak Terlapor
- Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jadikan Keluarga Sekolah Utama pada Peringatan HAN ke-42
- SENJA Cianjur Diluncurkan: Sekolah untuk Membuat Lansia Sehat, Mandiri, dan Produktif
- Bupati Cianjur Ajak MUI Kolaborasi Perkuat Pembinaan Keagamaan dan Layanan Publik
- Kejar Target Angka Harapan Hidup, Jabar Siap Sukseskan Program KITA SEHAT
- Cianjur Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan 3 Bulan, BPBD Tangkas Koordinasi Mitigasi dan Bantuan
- BAZNAS Cianjur Perbaiki Rutilahu: Dua Keluarga Terima Bantuan Rp25 Juta
- Disdikpora Cianjur Perkuat Pengawasan BOS Kinerja, 210 Kepala Sekolah Ikuti Sosialisasi
- Perumdam Tirta Mukti Cianjur: Musim Kemarau Panjang, Pasokan Air Bersih Menipis
Kemenkes dan Viva Anak Kanker Indonesia Sepakat Perkuat Kerja Sama

Keterangan Gambar : Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Yayasan Viva Anak Kanker Indonesia.
Pinusnews.id - Kementerian Kesehatan RI dan Yayasan Viva Anak Kanker Indonesia menyepakati kerja sama peningkatan perawatan bagi anak-anak penderita kanker. Kerja sama itu diteken dalam penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) di Jakarta, pada Senin (15/1/2024).
“Kita baru saja menyaksikan tanda tangan kerja sama antara Kemenkes dan Viva, organisasi non profit dunia yang akan membantu anak-anak Indonesia yang terkena kanker darah seperti limfoma dan leukemia,” kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin usai menyaksikan proses penandatanganan MoU.
Menkes menyampaikan bahwa dua jenis kanker darah tersebut merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh anak-anak Indonesia. Menurut data Globocan tahun 2020, jumlah penderita kanker pada anak (0-19 tahun) sebanyak 11.156. Dari angka itu, leukemia menempati posisi pertama dengan 3.880 (34,8%), sedangkan kanker getah bening sekitar 640 (5,7%) dan kanker otak 637 (5,7%).
Baca Lainnya :
- Presiden Jokowi Sapa Warga Saat Malam Mingguan di Brunei
- Pembangunan Tania Parfume Muwardi Tak Ada Izin, Bupati Cianjur: Harus Diperiksa Dinas Perkim dan Sat
- Bey Machmudin Apresiasi Komitmen Bank BJB Dukung Sektor UMKM
- Sub PIN Polio Dilaksanakan Serentak di 3 Wilayah Mulai Senin
- Presiden Tekankan Peran Strategis Lembaga Pendidikan Tinggi Indonesia Cetak SDM Unggul
Namun, berdasarkan data WHO 2021, kanker anak yang dapat disembuhkan di Indonesia kurang dari 30% kasus. Hal ini umumnya karena keterlambatan diagnosis akibat tidak mengenali gejala dini kanker anak. Sehingga, dampaknya menyebabkan pengobatan tidak optimal dan angka kematiannya tinggi.
Karena itu, dalam kerja sama ini, kedua pihak sepakat untuk memperkuat perawatan bagi anak-anak yang menderita kanker melalui pengobatan medis, pendidikan, dan penelitian translasi yang dimulai dengan Acute lymphoblastic leukemia.
Menkes Budi menguraikan, pendidikan dilakukan melalui program pelatihan dokter, perawat, apoteker, dan teknisi laboratorium Indonesia di bidang onkologi pediatri di Indonesia atau di luar negeri, yang akan dimulai di Singapura.
Pengobatan medis melalui pengenalan dan peningkatan kapasitas transplantasi sumsum tulang serta terapi sel dan gen, yang akan dimulai dengan terapi sel CarT di Indonesia.
“Dari kerja sama ini, kita akan mendapat bantuan dari mereka untuk mendeteksi leukemia pada anak dan mengobatinya dengan teknologi canggih seperti mesin CarT. Nantinya, alat itu akan dipinjamkan ke RS Kanker Dharmais sehingga kita bisa mengobati anak-anak,” ucap Menkes Budi.
Kemudian, penelitian dengan memfasilitasi pendirian laboratorium kelas dunia di Jakarta untuk menangani pengujian terpusat yang diperlukan untuk diagnosis dan pelacakan anak-anak penderita kanker.
Selanjutnya, pembentukan pembentukan kelompok studi penelitian translasi yang dimulai dengan Acute lymphoblastic leukemia.
Selain itu, kedua pihak juga sepakat untuk menjamin akses ke obat-obatan dan perawatan yang diperlukan untuk semua anak yang menderita kanker.
“MoU ini memperkuat komitmen kami untuk membuat perawatan ini tersedia dan terjangkau sehingga setiap anak memiliki kesempatan untuk melawan kanker dengan sumber daya terbaik yang tersedia,” tutup Menkes. (Tim).











