Bupati Cianjur Instruksikan Penambahan Jam Pelajaran Agama Islam di Sekolah
Editor: Arsila Fadwi

23 Des 2023, 06:36:44 WIB Cianjur
Bupati Cianjur Instruksikan Penambahan Jam Pelajaran Agama Islam di Sekolah

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur H. Herman Suherman didampingi Kadisdikpora Ruhli solehudin dalam gelaran sosialisasi Pra Perbup penambahan jam pelajaran Agama Islam kepada para Komite Sekolah se-Kabupaten Cianjur.


Pinusnews.id- Bupati Cianjur, Herman Suherman menginstruksikan kepada para pihak yang terkait, untuk merumuskan Peraturan Bupati (Perbub) tentang penambahan jam pelajaran Agama Islam di sekolah se-Cianjur.

Instruksi Bupati tersebut mulai disosialisasikan dengan menggelar acara Pra Perbup Penambahan Jam Agama Islam kepada Perwakilan Komite Sekolah se Cianjur, yang berlangsung di Gedung PGRI Cilaku, Cianjur, belum lama ini.

Menurut Bupati Herman Suherman, penambahan jam pelajaran Agama Islam di seluruh sekolah se-Cianjur, tujuannya untuk menanggulangi kenakalan pelajar, bullying/perundungan, dan penyebaran LGBT di lingkungan sekolah. 

Baca Lainnya :

"Beberapa bulan lalu Saya telah menginstruksikan jajaran terkait merumuskan Peraturan Bupati tentang penambahan jam pelajaran agama Islam," tutur Bupati Cianjur.

Maka, dalam upaya merealisasikannya pihak Disdikpora Cianjur menyelenggarakan sosialisasi yang dihadiri 160 orang perwakilan Komite Sekolah dari 32 kecamatan se Cianjur, di Gedung PGRI Cilaku, Cianjur.

"Menempa pendidikan pelajar bukan hanya di sekolah. Harus ada kerjasama dengan orang tua. Beberapa waktu lalu Saya gulirkan Gurujug yakni guru ngajugjug orang tua murid, untuk melaporkan perkembangan anak didiknya, agar terjalin kerjasama," imbuh Herman.

Herman juga mengungkapkan, dari dulu di Cianjur sudah ada kerjasama orang tua dengan wali kelas yang terjalin sangat baik. Termasuk pendidikan agama ditingkatkan selain di sekolah umun juga di sekolah-sekolah agama.  

Selain itu, bupati Cianjur menegaskan kepada para Komite Sekolah Perwakilan Kecamatan di wilayah Cianjur, agar peka terhadap lingkungan di sekolah maupun di luar sekolah, dan harus bersikap keras menentang penyebaran LGBT di Cianjur sebagai Kota Tatar Santri. (Dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment