- Tanggung Jawab PT DMGP dalam Mengembangkan Energi Panas Bumi di Cipanas, Cianjur
- Rembug Warga: Langkah Nyata Bupati Cianjur Hadirkan Pembangunan Berbasis Aspirasi Masyarakat
- Zakat Bersama: Membangun Cianjur Kuat dari Soliditas Umat Bersama BAZNAS
- Satgas Yonif 300/Brajawijaya Amankan Senjata Logistik Kelompok Bersenjata di Nduga
- Revitalisasi Pendidikan Dasar Cianjur: Tinjauan Bupati di Tengah Tes Akademik Nasional
- Dedikasi Polisi Pelosok: Bripka Bayu, Guru Sukarela di Tengah Tugas Keamanan
- Efisiensi Energi Pemkab Cianjur: Rp388 Juta Dihemat di Bawah Kepemimpinan Hendra
- Memperkuat Fondasi Hukum Cianjur: Pelantikan BLCI sebagai Momentum Edukasi Masyarakat
- KDM: Penataan Halaman Gedung Sate agar Aktivitas Masyarakat Lebih Lancar
- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
TPA Pasir Sembung Ditutup, Cianjur Kesulitan Membuang Ratusan Ton Sampah Setiap Hari

Keterangan Gambar : TPA Pasir Sembung saat ini yang sudah menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Pinusnews.id - Pemerintah Kabupaten Cianjur kini sedang menghadapi persoalan yang sangat mendesak untuk di tangani secara serius, yakni tentang penanganan sampah yang semakin hari semakin sulit untuk diantisipasi, mengingat TPA Pasir Sembung sudah ditutup sejak beberapa hari lalu karena sudah dijadikan tempat Ruang Terbuka Hijau (RTH). Sementara TPA pengganti yang sudah diplot tempatnya di Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, juga belum jelas kapan akan difungsikan.
"Dengan adanya persoalan ini pihak Pemkab Cianjur sepertinya merasa resah alias susah untuk menentukan tempat penampungan sementara," ujar Ketua Umum YPLHI Cianjur Ahmad Jaelani, Selasa 9 Januari 2024.
Ahmad Jaelani mengungkapkan, sampah dari Pasar Induk Cianjur per hari mencapai 12 ton, belum dari pasar-pasar lainnya seperti Pasar, Cipanas, Ciranjang, Cikalong, Gekbrong, Warungkondang, Cibeber, masing-masing 1 truk per hari dengan kapasitas yang sama, ditambah dengan sampah dari warga masyarakat dan yang lainnya.
Baca Lainnya :
- Tahun 2024, Pemdaprov Jabar Mulai Bangun 144 Sekolah Baru
- Seleksi PPIH Arab Saudi tingkat Pusat Dibuka 11 Januari 2024
- Kemensos Bantu Pengungsi Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
- Presiden Jokowi Instruksikan Jajaran Waspadai Dinamika Geopolitik
- Audensi dengan Warga Limbangansari, Bupati Cianjur: Terkait Gempa Datang Saja ke BPBD
"Itu hasil pantauan YPLHI di lapangan yang selama ini dalam mengamati isu sampah di Kabupaten Cianjur, kalau persoalan sampah ini tidak cepat di antisipasi oleh Pemkab Cianjur, tidak terbayang keadaan lingkungan di Cianjur akan seperti apa," kata Ahmad Jaelani.
"Saat ini kami bersama rekan-rekan dari NGO lain di Cianjur terus memonitor perkembangan isu sampah di Kabupaten Cianjur, bahkan YPLHI kerap kali selalu memberi masukan dan saran ke pihak instansi terkait masalah sampah ini," sambung Ahmad Jaelani.
Namun Ahmad Jaelani dan NGO mengakui bahwa pihak instansi terkait di Cianjur susah untuk diajak duduk bersama dengan pihak unsur NGO dalam menghadapi persoalan sampah ini.
"Kami bersama rekan dari NGO lain sejak jauh-jauh hari sebelum krisis penanganan sampah di Cianjur, kerap kali menawarkan kerja sama kepada DLH Cianjur, tapi tidak direspon," jelas Ahmad Jaelani menyesalkan.
Menurut Ahmad Jaelani, kabarnya Pemkab Cianjur kini sedang mempersiapkan untuk membuat Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPST) di suatu tempat sebelum TPA Mekarsari Cikalongkulon di gunakan, yang saat ini konon di TPA Mekarsari sedang dibangun infrastruktur Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) merupakan pola pendekatan pengelolaan persampahan pada skala komunal atau kawasan, dengan melibatkan peran aktif pemerintah dan masyarakat, melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat, sebanyak 20 titik.
Kemudian infonya juga pihak Pemkab Cianjur mendesak para Camat agar secepatnya mengoperasikan TPS 3 R yang sudah ada di tiap kecamatan, atau 32 titik yang selama ini mangkrak ditambah lagi TPS 3 R, yang baru ada 11 titik.
"Jadi intinya seakan-akan Pemkab Cianjur ini mengalihkan TPA Pasir Sembung ke masing-masing TPS 3 R, ini kan lebih parah," pungkas Ahmad Jaelani. (Dens).











