- Diskumdagin Cianjur Akselerasi UMKM Naik Kelas: Bantuan Alat Usaha 2026 Jadi Katalis Produktivitas
- Bupati Cianjur Kukuhkan H. Denny Saeful Rohman Jadi Ketua BAZNAS Periode 2026-2031
- AMAM IBNU Al-MUSHTLOPA *PILAR KEADILAN PADA HARTA YANG DITITIPKAN* _Catatan Awal Menjemput Amanat Ba
- Beras 30 Kilogram untuk 389 Ribu Warga: Bulog Sukses Salurkan Bantuan Pangan di Cianjur
- Diskominfo Cianjur Perkuat Dampak Digital Menuju Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Revitalisasi SMP PGRI Cikalongkulon: Sekolah Baru, Semangat Belajar Baru
- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
Yusman Faisal: Tercatat 700 Kasus BDB, Sebanyak 6 Orang Meninggal

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal.
Pinusnews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mewaspadai kembali merebaknya potensi penyebaran demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya, saat ini terpantau mulai terjadi peralihan musim dari kemarau ke hujan.
Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur Yusman Faisal mengatakan, dalam setahun siklus penyebaran DBD diwaspadai terjadi dua kali. Kondisinya terjadi saat peralihan musim dari kemarau ke hujan maupun sebaliknya.
“Pada momen-momen itu biasanya DBD cukup merebak,” kata Yusman, Sabtu, 5 Oktober 2024.
Baca Lainnya :
- Ratusan Minuman Beralkohol Roso-Roso Diamankan Polres Cianjur di Rumah Kontrakan
- Jenazah PMI Tertahan Di Saudi Arabia, LSM FPMI Kirim Surat Ke Presiden Jokowi
- Nelayan Tenggelam di Pantai Cigebang Karawangwangi Cidaun
- Pemotor Luka-Luka, Tabrak Mobil Truk Sedang Parkir di Pacet Cianjur
- Pjs Bupati Cianjur Kunjungi Bazar Jumat Segar
Tahun ini, lanjut Yusman, kasus pejangkitan DBD di Kabupaten Cianjur relatif cukup tinggi. Data Dinkes setempat, tercatat hampir terjadi 700 kasus.
Dari jumlah itu, angka kematian sebanyak 6 kasus. Tinggi kasus DBD terutama di awal tahun karena saat itu intensitas curah hujan relatif meningkat.
“Yang meninggal akibat DBD tahun ini sebanyak enam orang. Rata-rata pada kelompok umur 7-14 tahun,” jelas dia.
Merebaknya DBD di awal-awal tahun tak hanya terjadi di Kabupaten Cianjur. Kasus pejangkitannya terjadi hampir merata di Jawa Barat.
“Di semua kabupaten dan kota terjadi peningkatan kasus DBD. Kami menduga ada siklus tahunan juga. Ini kemungkinan karena dampak El Nino,” ujarnya.
Yusmanmengimbau masyarakat waspada dengan potensi merebaknya kembali kasus akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut. Termasuk penyebaran penyakit lain yang berbasis lingkungan.
“Chikungunya juga perlu diwaspadai. Penyakit ini juga akibat gigitan nyamuk. Meskipun tak sampai menimbulkan kematian, tapi bisa menyebabkan disfungsi tubuh,” pungkasnya. (dens).











