Sekda Cianjur: Manfaatkan AI untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik

29 Apr 2026, 08:56:10 WIB Cianjur
Sekda Cianjur: Manfaatkan AI untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik

Keterangan Gambar : Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifa'i Azhari.


Pinusnews.id - Di era digitalisasi yang semakin pesat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur mengambil langkah progresif dengan mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk melek teknologi, khususnya artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Inisiatif ini bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk menunjang kegiatan kedinasan dan pelayanan masyarakat. AI, dengan kemampuannya mengolah data secara cepat dan akurat, diharapkan menjadi katalisator transformasi pemerintahan yang lebih efisien dan responsif.

Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Ahmad Rifa’i Azhari, menekankan peran krusial ASN sebagai pelaku utama integrasi teknologi digital. Menurutnya, ASN harus proaktif menyebarkan informasi kebijakan pemerintah secara cepat dan luas. “Seluruh ASN di lingkungan Pemkab Cianjur harus menjadi agen perubahan untuk mendorong transformasi digital pemerintahan,” kata Ahmad Rifa’i pada Senin, 27 April 2026.

Pernyataan Sekda Cianjur tersebut dinilai mencerminkan visi bahwa birokrasi tidak lagi statis, melainkan dinamis dan berorientasi pada inovasi.

Baca Lainnya :

Pemanfaatan AI oleh ASN Cianjur difokuskan pada aspek positif, seperti penyebaran informasi kebijakan yang akurat dan tepat waktu. Teknologi ini dapat mempercepat analisis data, memprediksi kebutuhan masyarakat, serta mengotomatisasi proses administratif yang selama ini memakan waktu.

Namun, Ahmad Rifa’i juga mengingatkan agar penggunaan AI tetap etis, menghindari penyalahgunaan yang berpotensi merugikan individu atau masyarakat luas. Pendekatan ini menunjukkan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan tanggung jawab moral.

Lebih lanjut, AI dianggap memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pengambilan keputusan. “Pemanfaatan teknologi memiliki peran strategis meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, efisiensi kerja, serta mendorong inovasi dalam pelayanan publik,” jelas Ahmad Rifa’i. 

Sebagai contohnya, AI bisa membantu ASN dalam merancang program sosial berbasis data real-time, seperti penanganan bencana atau distribusi bantuan, sehingga pelayanan menjadi lebih inklusif dan tepat sasaran.

Transformasi ini juga membuka peluang inovasi di tingkat lokal, di mana Cianjur sebagai kabupaten agraris dapat memanfaatkan AI untuk optimalisasi pertanian pintar atau pengelolaan sumber daya alam. Dengan demikian, inisiatif Pemkab Cianjur tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

Dorongan Pemkab Cianjur ini menjadi model bagi daerah lain di Indonesia, membuktikan bahwa AI bukan ancaman, melainkan alat pemberdayaan bagi ASN untuk mewujudkan good governance. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment