- Bupati Cianjur Didampingi Ruhli Apel Kebangsaan di SMAN 1 Sindangbarang
- Presiden Prabowo Terima Laporan Capaian Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi
- Bupati Cianjur Minta Maaf Atas Gangguan Distribusi Air Bersih Akibat Banjir di Ciranjang
- Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri
- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
- Rektor IAI Al-Azhary Raih Perma Pendis Award 2026 sebagai Rektor Visioner di Tengah Kegiatan ToT
- BAZNAS Cianjur Apresiasi UPZ IGTKI-PGRI Sukses Tingkatkan ZIS
- Koperasi Merah Putih: Jembatan Kemandirian Ekonomi Cianjur Menuju Kesejahteraan Nyata
- Bupati Wahyu dalam Rembug Warga Cianjur: Langkah Nyata Menuju Kesejahteraan Inklusif
- Cari Solusi Agar Gaji Guru Honorer Dibayar, KDM Segera Temui Menteri PAN-RB
Bupati Cianjur Didampingi Ruhli Apel Kebangsaan di SMAN 1 Sindangbarang

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian didampingi Kadisdikpora Kabupaten Cianjur, Ruhli Dolehudin, memimpin Apel Kebangsaan di SMAN 1 Sindangbarang, Cianjur Selatan, Senin, 27 April 2026.
Pinusnews.id - Pada Senin, 27 April 2026, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, memimpin Apel Kebangsaan yang penuh makna di SMAN 1 Sindangbarang.
Kegiatan acara ini bukan sekadar rutinitas pagi, melainkan panggung untuk membangkitkan semangat kebangsaan di kalangan generasi muda. Suasana halaman sekolah yang rapi dengan barisan siswa berpakaian seragam menunjukkan kesiapan mereka menyambut pesan penting dari pemimpin daerah.
Dalam pidatonya, Bupati Wahyu menekankan fondasi utama pembentukan karakter: kedisiplinan, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan. "Masa sekolah adalah waktu emas untuk membangun kualitas diri, karena bekal ini akan menentukan bagaimana kalian menghadapi tantangan masa depan," ujar Bupati Mohammad Wahyu Ferdian.
Baca Lainnya :
- Babak Baru, Usai Pencuri Motor Babak Belur Dihajar Warga, satu Pelaku Kabur
- Bupati Herman Suherman : Cianjur Harus Steril dari Covid-19
- Dipancing dengan Perempuan, Tertangkaplah Komplotan Pencuri Domba
- Sekolah Buka Pada Masa Pandemi Covid-19, Bisa Kena Sanksi Berat
- Ini Kata Kades Sukasari, Polemik Video Viral Pengakuan KPM Dana BLT DD
Pesan Bupati Cianjur itu mengingatkan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar ilmu pengetahuan, tapi juga laboratorium karakter yang siap menguji ketangguhan siswa di tengah arus globalisasi.
Interaksi langsung menjadi sorotan utama acara. Bupati Cianjur tak hanya berbicara, tapi juga berdialog dan bertanya jawab dengan siswa seputar wawasan kebangsaan. Kegiatan ini dirancang untuk mengukur pemahaman pelajar terhadap nilai-nilai nasionalisme, sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air.
Melalui pertanyaan-pertanyaan tajam, siswa diajak merefleksikan identitas mereka sebagai bagian dari bangsa yang beragam, sehingga pemahaman abstrak tentang patriotisme berubah menjadi keyakinan pribadi yang kokoh.
Apel Kebangsaan ini merupakan bagian dari strategi lebih luas untuk menanamkan patriotisme, persatuan, dan kebersamaan di lingkungan sekolah. Diharapkan, para pelajar tumbuh menjadi generasi berintegritas yang siap berkontribusi bagi bangsa. Kegiatan semacam ini mengingatkan kita bahwa pendidikan karakter tak bisa lepas dari nilai-nilai luhur Pancasila, yang menjadi perekat di tengah tantangan disintegrasi sosial.
Tak berhenti di situ, acara dilengkapi pengukuhan Forum Kawaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), Satgas Pancawaluya, dan Satgas Relawan Anti Narkoba. Langkah ini memperluas dampak apel menjadi aksi nyata, melibatkan siswa dalam pengawasan dini ancaman sosial seperti narkoba dan radikalisme. Pengukuhan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membentuk pemuda yang proaktif, bukan pasif menerima.
Usai apel, penampilan seni dari siswa berbakat SMAN 1 Sindangbarang menutup acara dengan meriah. Tari tradisional dan lagu-lagu patriotik mereka tak hanya menghibur, tapi juga memamerkan potensi kreatif generasi muda Cianjur di bidang seni dan budaya. Dampak acara ini memperkaya pesan utama yakni kebangsaan yang sejati lahir dari perpaduan disiplin, pengetahuan, dan ekspresi kreatif. (dens).










