- SIROJA, Ikhtiar Camat Mande Memperkuat Ketakwaan dan Kebersamaan
- DLH Cianjur Ajak Warga Bersihkan Sampah untuk Lingkungan yang Nyaman dan Sehat
- DPRD Cianjur Sepakati Perubahan APBD 2026: Sinergi Legislatif-Eksekutif untuk Rakyat
- Revitalisasi SMPS Karakter Daarul Arsyad: Wajah Baru Sekolah dan Bangkitkan Semangat Belajar
- BAZNAS Cianjur dan Sholat Istisqo: Dari Doa dan Sedekah Harapkan Hujan di Cianjur
- Kolaborasi Kemenag dan BAZNAS Cianjur, Menguatkan Usaha Masyarakat dari KUA
- Jamsostek Award 2026: Bukti Nyata Kinerja Disnakertrans Cianjur dalam Melindungi Nasib Buruh
- DPPKBP3A Cianjur Perkuat Integritas dan Komitmen Pelayanan Publik
- Pelantikan dan Pelatihan PMR Cianjur di Cibodas Jadi Momentum Kepemudaan
- Disdikpora Cianjur Tegaskan Profesionalisme ASN Lewat Penegakan Aturan
Wisata Cibodas Gratis Saat Nataru, Disbudpar Cianjur Optimalkan Kinerja Agar Wisatawan Nyaman

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ayi Robi Addairobi.
Pinusnews.id - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten Cianjur kembali menegaskan bahwa akses masuk ke Kawasan Wisata Cibodas (KWC) masih bebas dari pungutan retribusi alias gratis. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan hasil kerja sama antara Disbudpar Cianjur, Komisi 2 dan 3 DPRD, Kepala Desa Cimacan, serta pihak terkait lainnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cianjur, Ayi Reza Addairobi, dengan santai menjelaskan bahwa pemungutan retribusi dari kawasan Cibodas sudah “nol” sejak tanggal 29 September lalu.
“Betul, sejak akhir September sampai sekarang, kami tidak memungut retribusi di pintu masuk Cibodas,” ujarnya di Cianjur, Selasa (9/12/2025).
Baca Lainnya :
- Geger, di Sebuah Kosan seorang Pria Meninggal, yang Wanita Kritis
- Meski Dananya Minim, Berani Rombak Kantor, Hasilnya..Wow Keren!
- Duh Kasihan, Pohon Tumbang Hancurkan Rumah Milik IdaÂ
- Polres Cianjur Tangkap Tukang Obat Cabuli Anak
- PT. Bukit Naga Mas Punya Pasukan Pembuat Mesin untuk Kemajuan UMKM di Cianjur
Menurut Robi, tarif retribusi yang diterapkan sebelumnya ternyata terlalu tinggi. Hal ini menyebabkan jumlah pengunjung menurun dan berdampak langsung pada pendapatan para pelaku UMKM di sekitar kawasan. Namun, anehnya, dengan penggratisan ini, jumlah wisatawan, pendapatan UMKM, dan tingkat hunian villa justru naik signifikan.
“Jadi, walau PAD dari retribusi menurun, tapi pengunjung makin banyak, UMKM makin bergairah, dan villa-villa juga ramai ditempati. Ini yang kami lihat sebagai dampak positif,” tambahnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Disbudpar Cianjur tengah merancang sistem pemungutan retribusi satu pintu yang akan dikelola bersama BRIN dan TNGP. Saat ini, surat kerja sama sudah dikirim dan disambut baik oleh kedua lembaga.
“Mulai 2026, pemungutan satu pintu ini akan kami implementasikan agar lebih transparan dan terkoordinasi dengan baik,” jelas Robi.
Soal kekhawatiran akan pungutan liar selama penggratisan, Robi meyakinkan bahwa pihaknya rutin melakukan pemantauan di gerbang masuk. Hasilnya, tidak ada indikasi pungutan liar yang terjadi.
“Memang risiko pungutan liar selalu ada, tapi alhamdulillah sampai sekarang tidak ditemukan. Itu hasil monitoring kami,” ungkapnya.
Menyambut libur Nataru, Disbudpar Cianjur juga terus berkoordinasi dengan pengelola destinasi dan berbagai pihak terkait untuk meningkatkan layanan dan menjaga kebersihan di kawasan wisata. Pemantauan kondisi cuaca dan potensi bencana juga dilakukan secara intensif demi keselamatan pengunjung.
“Kami ingin memastikan libur Nataru nanti berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi semua wisatawan yang datang,” pungkasnya dengan nada ramah. (dens).











