- Tanggung Jawab PT DMGP dalam Mengembangkan Energi Panas Bumi di Cipanas, Cianjur
- Rembug Warga: Langkah Nyata Bupati Cianjur Hadirkan Pembangunan Berbasis Aspirasi Masyarakat
- Zakat Bersama: Membangun Cianjur Kuat dari Soliditas Umat Bersama BAZNAS
- Satgas Yonif 300/Brajawijaya Amankan Senjata Logistik Kelompok Bersenjata di Nduga
- Revitalisasi Pendidikan Dasar Cianjur: Tinjauan Bupati di Tengah Tes Akademik Nasional
- Dedikasi Polisi Pelosok: Bripka Bayu, Guru Sukarela di Tengah Tugas Keamanan
- Efisiensi Energi Pemkab Cianjur: Rp388 Juta Dihemat di Bawah Kepemimpinan Hendra
- Memperkuat Fondasi Hukum Cianjur: Pelantikan BLCI sebagai Momentum Edukasi Masyarakat
- KDM: Penataan Halaman Gedung Sate agar Aktivitas Masyarakat Lebih Lancar
- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
Wisata Cibodas Gratis Saat Nataru, Disbudpar Cianjur Optimalkan Kinerja Agar Wisatawan Nyaman

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Ayi Robi Addairobi.
Pinusnews.id - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kabupaten Cianjur kembali menegaskan bahwa akses masuk ke Kawasan Wisata Cibodas (KWC) masih bebas dari pungutan retribusi alias gratis. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan hasil kerja sama antara Disbudpar Cianjur, Komisi 2 dan 3 DPRD, Kepala Desa Cimacan, serta pihak terkait lainnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Cianjur, Ayi Reza Addairobi, dengan santai menjelaskan bahwa pemungutan retribusi dari kawasan Cibodas sudah “nol” sejak tanggal 29 September lalu.
“Betul, sejak akhir September sampai sekarang, kami tidak memungut retribusi di pintu masuk Cibodas,” ujarnya di Cianjur, Selasa (9/12/2025).
Baca Lainnya :
- Geger, di Sebuah Kosan seorang Pria Meninggal, yang Wanita Kritis
- Meski Dananya Minim, Berani Rombak Kantor, Hasilnya..Wow Keren!
- Duh Kasihan, Pohon Tumbang Hancurkan Rumah Milik IdaÂ
- Polres Cianjur Tangkap Tukang Obat Cabuli Anak
- PT. Bukit Naga Mas Punya Pasukan Pembuat Mesin untuk Kemajuan UMKM di Cianjur
Menurut Robi, tarif retribusi yang diterapkan sebelumnya ternyata terlalu tinggi. Hal ini menyebabkan jumlah pengunjung menurun dan berdampak langsung pada pendapatan para pelaku UMKM di sekitar kawasan. Namun, anehnya, dengan penggratisan ini, jumlah wisatawan, pendapatan UMKM, dan tingkat hunian villa justru naik signifikan.
“Jadi, walau PAD dari retribusi menurun, tapi pengunjung makin banyak, UMKM makin bergairah, dan villa-villa juga ramai ditempati. Ini yang kami lihat sebagai dampak positif,” tambahnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Disbudpar Cianjur tengah merancang sistem pemungutan retribusi satu pintu yang akan dikelola bersama BRIN dan TNGP. Saat ini, surat kerja sama sudah dikirim dan disambut baik oleh kedua lembaga.
“Mulai 2026, pemungutan satu pintu ini akan kami implementasikan agar lebih transparan dan terkoordinasi dengan baik,” jelas Robi.
Soal kekhawatiran akan pungutan liar selama penggratisan, Robi meyakinkan bahwa pihaknya rutin melakukan pemantauan di gerbang masuk. Hasilnya, tidak ada indikasi pungutan liar yang terjadi.
“Memang risiko pungutan liar selalu ada, tapi alhamdulillah sampai sekarang tidak ditemukan. Itu hasil monitoring kami,” ungkapnya.
Menyambut libur Nataru, Disbudpar Cianjur juga terus berkoordinasi dengan pengelola destinasi dan berbagai pihak terkait untuk meningkatkan layanan dan menjaga kebersihan di kawasan wisata. Pemantauan kondisi cuaca dan potensi bencana juga dilakukan secara intensif demi keselamatan pengunjung.
“Kami ingin memastikan libur Nataru nanti berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi semua wisatawan yang datang,” pungkasnya dengan nada ramah. (dens).











