- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
West Java Festival 2025 Suguhkan Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal Sunda

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Pinusnews.id - West Java Festival (WJF) diharapkan mampu menjadi magnet bagi wisatawan untuk berkunjung ke Jawa Barat. WJF merupakan acara seni budaya di Jawa Barat yang masuk ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI tahun ini.
Staf Khusus Bidang Akuntabilitas dan Hukum Kementerian Pariwisata RI Bambang Andika mengatakan, WJF kini menjadi agenda nasional Kemenpar. Pada acara tersebut diserahkan sertifikat KEN kepada penyelenggara WJF 2025.
"WJF diharapkan menjadi event yang mendorong kunjungan wisatawan ke Jawa Barat. Tahun ini Kemenpar menargetkan kunjungan wisatawan lokal di Indonesia sebanyak 1,08 miliar orang dan 15 juta wisatawan mancanegara," ujarnya saat memberi sambutan dalam acara WJF 2025 di Kiara Artha Park Kota Bandung, Minggu (9/11/2025).
Baca Lainnya :
- Komunitas UMKM PT. Bukit Naga Mas Beri Bantuan ke Yayasan, Fakir Miskin dan Duafa
- Samsat Cianjur Tutup, 2 Januari 2021 DibukaÂ
- Plh. Sekda Cianjur Monitoring Harga Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru 2021
- Nah Ini Dia, Cianjur Terima Bantuan Keuangan dari Provinsi
- Covid-19 Makin Merajalela, KBM di Cianjur Terancam Ditunda
WJF adalah festival tahunan di Jawa Barat yang bertujuan untuk merayakan keindahan budaya, sejarah, dan prestasi masyarakat Jawa Barat. Festival ini menjadi ajang bagi pemerintah, komunitas, dan masyarakat untuk berkumpul, berbagi, dan mempromosikan keberagaman budaya serta pencapaian pembangunan di Jawa Barat.
Tidak hanya menyuguhkan hiburan, WJF juga merupakan hari kolaborasi para perangkat daerah untuk menyelenggarakan berbagai macam pelayanan bagi masyarakat yang dikemas menjadi pelayanan terpadu satu pintu. Beberapa pelayanan yang disediakan, yaitu pembayaran pajak, pembuatan surat kependudukan, perijinan, dan berbagai macam pelayanan pemerintah lainnya.
Tahun ini, WJF mengusung tema Gapura Panca Waluya. Tema tersebut terinspirasi dari nilai-nilai kearifan budaya masyarakat Sunda.
Tujuannya pengusungan tema itu untuk menuntun pembangunan pariwisata dan kebudayaan Jawa Barat agar tetap mengakar pada kearifan lokal. Semangat tersebut menjadi ajakan untuk bersama-sama membentuk masa depan Jawa Barat yang berkelanjutan.
WJF sebelumnya telah dilaksanakan sebanyak tiga kali pada 2019, 2023, dan 2024 di Gedung Sate, Bandung. Pada 2020-2022, penyelenggaraan WJF terhenti karena pandemi Covid-19.
Tahun ini, WJF diselenggarakan di Kiara Artha Park Kota Bandung, 8 dan 9 November 2025.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hadir dalam WJF 2025 bersama sejumlah kepala derah, termasuk Wali Kota Bandung M. Farhan, Minggu (9/11/2025).
Menurut Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, pesan utama WJF 2025 berfokus pada tiga pilar yakni ekonomi harus tumbuh, rakyat harus kreatif, dan setiap orang harus mau bekerja.
“Pesannya adalah ekonomi harus tumbuh, rakyat harus kreatif dan yang paling utama adalah setiap orang harus mau bekerja apapun pekerjaan itu tanpa harus bicara persoalan pekerjaannya apa,” ujarnya disela meninjau tenant UMKM di acara pembukaan WJF.
Wali Kota Bandung M. Farhan menambahkan, WJF merupakan festival yang menunjukan keberagaman dan inklusifitas budaya di seluruh jabar.
"Saya berharap WJF menjadi motivasi dan pemicu lahirnya ide luar biasa dalam memajukan pariwisata berbasis budaya di Jabar," tuturnya. (tim dens).











