- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi

Keterangan Gambar : Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolaroid) Polres Cianjur mengimbau para nelayan di pesisir Cianjur Selatan tidak melaut karena gelombang tinggi.
Pinusnews.id - Di tengah cuaca yang semakin tidak menentu, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Cianjur mengeluarkan imbauan penting bagi para nelayan di pesisir selatan Cianjur. Peringatan ini bukan sekadar formalitas, ini adalah langkah antisipatif untuk mencegah kecelakaan laut yang bisa berujung pada kehilangan nyawa.
Ancaman gelombang tinggi di perairan selatan tak bisa diabaikan, apalagi saat musim peralihan dan badai lokal meningkatkan risiko bagi siapa pun yang berani memaksakan perahu ke laut.
AKP Asep Machfud, Kasat Polairud Polres Cianjur, menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. "Nelayan diminta untuk tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi gelombang dinilai membahayakan keselamatan," ujarnya pada Minggu, 12 Juli 2026.
Baca Lainnya :
- Plt. Bupati Cianjur : Camat Harus Sediakan Tempat Isolasi Mandiri
- Fakta Baru, Dewan Temukan Orang Kaya di Cianjur Dapat BPNT
- Hebat, Cianjur Punya Dana 15 Miliar untuk Jaminan Persalinan
- Oknum Wartawan Resahkan Pondok Pesantren di Cianjur
- Kasus Positif Covid-19 di Cianjur Meningkat, Rakyat Ngantri Swab Test
Imbauan itu sengaja disampaikan secara lugas agar para pelaku usaha ikan yang sering bekerja dengan risiko tinggi demi penghidupan lebih bijak dalam mengambil keputusan saat cuaca buruk melanda.
Selain ajakan menahan kegiatan melaut, Satpolairud juga mengingatkan pentingnya persiapan dan informasi. Nelayan diminta untuk rutin memantau prakiraan cuaca sebelum berangkat dan memastikan perahu dilengkapi alat keselamatan seperti jaket pelampung serta perlengkapan darurat lainnya. Persiapan sederhana ini kerap menjadi pembeda antara insiden yang bisa ditangani dan tragedi yang tidak diinginkan.
Upaya pengamanan tidak hanya melalui imbauan lisan. Petugas secara aktif melakukan patroli dan pemantauan di kawasan pesisir, sekaligus memberi edukasi langsung kepada komunitas nelayan tentang bahaya gelombang tinggi.
Langkah itu membantu membangun kesadaran kolektif bahwa mitigasi risiko adalah tanggung jawab bersamabukan semata tugas aparat terutama di wilayah yang bergantung pada laut sebagai sumber mata pencaharian.
Pesan yang disampaikan Satpolairud sangat jelas: hidup dan keselamatan lebih berharga daripada hasil tangkapan sesaat. "Keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama dibandingkan mengejar hasil tangkapan ikan," tegas AKP Asep.
Di saat cuaca tak menentu, keputusan bijak di dermaga bisa menyelamatkan banyak keluarga, dan itulah tujuan utama imbauan ini: meminimalkan risiko sambil tetap menjaga keberlanjutan kehidupan para nelayan di pesisir Cianjur. (dens).










