- Tiga Anak Diduga Dijajakan lewat MiChat, Polisi Cianjur Bekuk Dua Pelaku
- SMPN 4 Sukaresmi Bangkit: Gedung Baru, Harapan Baru, Masa Depan Lebih Cerah
- Dari Nol ke Enam: PSI Cianjur Pasang Target Merebut Kursi DPRD 2029
- Menyelamatkan Jejak Sejarah: Disbudpar Cianjur Tetapkan Delapan Cagar Budaya Baru di 2026
- Dari Kandang Domba ke Rumah Layak: BAZNAS Cianjur Hadir untuk Warga
- Disdukcapil Cianjur Jemput Bola, 897 ASN Aktivasi IKD
- Karang Taruna Cianjur Hadirkan Bakti Sosial dan Pemberdayaan Warga
- Dorong Penambahan 600 Kios, Diskumdagin Cianjur Perjuangkan Pedagang Pasar Ciranjang
- BAZNAS Cianjur Hadir untuk Fikri, Anak Yatim yang Tak Patah Harapan demi Masa Depan
- Satu Telur, Sejuta Kehangatan: Teladan Kepedulian H. Aris Mulkan dan NCI untuk Cianjur
Waspada Penipuan Reservasi Hotel di Google

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Saat musim libur Lebaran, kasus penipuan reservasi hotel di Kota Bandung kembali marak. Oknum tak bertanggung jawab mengubah nomor telepon hotel yang muncul di Google Search, sehingga calon tamu justru menghubungi pelaku yang mengaku sebagai agen resmi atau perwakilan hotel.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Bandung, Arief Bonafianto mengungkapkan, kejadian serupa pernah terjadi tahun lalu dan kembali terulang.
“Mereka mengganti nomor reservasi hotel di Google dan menawarkan diskon hingga 50% untuk pemesanan kamar. Namun, calon tamu diminta membayar DP 50% ke rekening pribadi sebelum kedatangan,” jelasnya kepada Humas Kota Bandung, Jumat (4/4/2025).
Baca Lainnya :
- Polres Cianjur Ringkus Pengedar Obat Terlarang
- Razia ke Karaoke, Polres Cianjur Amankan Enam Orang Pemakai Narkoba
- Material Longsoran Dibersihkan, Jalur Naringgul Cianjur Bisa Dilintasi
- Polres Cianjur Razia Tempat Hiburan, Tamu dan Pemandu Lagu Kelabakan
- Satpol PP Cianjur Amankan Pengedar Miras dan Obat Faftar GÂ
Menurut Arief, praktik ini sangat merugikan industri perhotelan karena mengganggu kepercayaan pelanggan.
“Saat ini, 80 persen anggota Asosiasi Riung Priangan—yang menaungi hotel bintang 3 hingga 5 di Bandung—mengalami hal serupa. Bahkan, laporan dari Yogyakarta dan Makassar menunjukkan pola yang sama,” tambahnya.
Menurutnya, hotel resmi tidak pernah meminta pembayaran melalui rekening pribadi. Oleh karenanya, Ia mengimbau wisatawan untuk lebih berhati-hati dalam melakukan pemesanan.
Menanggapi kasus ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, meminta masyarakat untuk selalu menggunakan layanan pemesanan terpercaya.
“Kami sarankan untuk memesan melalui online travel agent resmi seperti Traveloka, Agoda, dan Booking.com. Jangan pernah mentransfer uang ke rekening pribadi yang tidak dikenal,” ujarnya.
Diskominfo Kota Bandung akan melaporkan kasus ini secara resmi ke Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
“Kami akan meminta investigasi lebih lanjut apakah ada peretasan atau manipulasi sistem Google My Business yang dimanfaatkan oleh oknum penipu,” tambah Yayan.
Sebagai langkah pencegahan, wisatawan disarankan untuk:
1. Memeriksa nomor resmi hotel melalui situs web atau media sosial resmi, bukan hanya dari Google Search.
2. Menggunakan agen perjalanan terpercaya untuk pemesanan online.
3. Menghindari pembayaran ke rekening pribadi, karena hotel resmi tidak akan meminta transfer ke rekening perorangan. (rka-dens).











