- Bupati Cianjur Mutasi Pejabat Strategis Berbasis Kompetensi dan Transparansi
- Pemprov Jabar Terima Penghargaan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Terbaik
- Sekda Cianjur: Manfaatkan AI untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Zakat BAZNAS Cianjur: Dari Pengumpulan Ramadhan hingga Kesejahteraan Warga yang Nyata
- Bupati Cianjur: Layanan NIB Gratis sebagai Katalisator Kemajuan Ekonomi Lokal
- Bupati Cianjur Didampingi Ruhli Apel Kebangsaan di SMAN 1 Sindangbarang
- Presiden Prabowo Terima Laporan Capaian Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi
- Bupati Cianjur Minta Maaf Atas Gangguan Distribusi Air Bersih Akibat Banjir di Ciranjang
- Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri
- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
Warga Ciandam Antusias Mengikuti Penyuluhan Pertanian di Lokasi TMMD 122 Kodim 0608/Cianjur

Keterangan Gambar : Warga masyarakat Ciandam usai mengikuti penyuluhan pertanian yang diadakan oleh Satgas TMMD ke 122 Kodim 0608/Cianjur.
Pinusnews.id - Kegiatan penyuluhan pertanian yang diadakan oleh Satgas TMMD ke-122 Kodim 0608/Cianjur, di Desa Ciandam, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, menarik perhatian banyak warga. Penyuluhan itu bertujuan meningkatkan pengetahuan di bidang pertanian, perkebunan dan lingkungan hidup. Penyuluhan ini berlangsung di aula Paud Cipendeuy, Desa Ciandam Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, pada Sabtu (11/10/2024).
Kegiatan Penyuluhan Pertanian dari Team BPP Kecamatan Mande pada kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 122 tahun 2024 Kodim 0608/Cianjur, dengan tema "Darma Bakti TMMD Mewujudkan Percepatan Pembangunan Di wilayah" dengan narasumber Rahmat Hidayat (Ketua Team BPP/Badan Penyuluhan Pertanian) Kecamatan Mande dengan Tema '"Budidaya Jagung Hibrida".
"Alhamdulillah, kita sedang melaksanakan kegiatan ketahanan pangan yang dimotori oleh TNI dalam rangka program Ketahanan Pangan, dan saat ini di lokasi wilayah lingkungan kita yang sudah ditanam itu, merupakan salah satu contoh penanaman jagung yang dikelola dalam kegiatan TMMD, dan mudah-mudahan nanti bisa dipanen walaupun sekarang kondisi cuaca ternyata tidak menentu, dan kemarau panjang walupun ada turun hujan namun hujannya belum merata," kata Rahmat.
Baca Lainnya :
- Tim Pol PP Cianjur Obrak-Abrik Pengedar Miras
- Ratusan Minuman Beralkohol Roso-Roso Diamankan Polres Cianjur di Rumah Kontrakan
- Jenazah PMI Tertahan Di Saudi Arabia, LSM FPMI Kirim Surat Ke Presiden Jokowi
- Nelayan Tenggelam di Pantai Cigebang Karawangwangi Cidaun
- Pemotor Luka-Luka, Tabrak Mobil Truk Sedang Parkir di Pacet Cianjur
"Kita ketahui juga bahwa kondisi keamanan dunia sekarang ini sedang tidak baik-baik saja, sehingga bisa melebar ke yang lainnya. Semua negara pada menahan hasil komoditasnya tidak mau dijual ke luar negeri, sebab takut terancam di wilayahnya. Di beberapa daerah di Indonesia Biji jagung Hibrida dapat di olah menjadi tepung jagung," tambahnya.
Oleh karena itu, program Ketahanan Pangan itu jangan dianggap sepele dan enteng, dan kita perlu memberikan penyuluhan maupun pemahaman mengenai ketahanan pangan. Dan, himbauan untuk memperkuat ketahanan pangan salah satu diantaranya yaitu menanam jagung hibrida yang banyak sekali manfaatnya.
"Manfaat jagung hibrida banyak. Jagung hibrida adalah hasil persilangan antara jagung betina dan jagung jantan yang memiliki sifat unggul. Jagung Hibrida memiliki beberapa keunggulan di antaranya produktivitas yang lebih tinggi, pertumbuhan tanaman yang lebih seragam," jelasnya..
"Jagung Hibrida dapat di gunakan sebagai bahan baku industri pangan dan pakan, serta sebagai bahan makanan pokok di beberapa daerah di Indonesia. Biji jagung Hibrida dapat diolah menjadi tepung jagung Hibrida, beras jagung Hinbrida, dan makanan ringan seperti pop cron dan jagung Hibrida Morning," tandasnya.
Adapun Siklus dalam pengolahan, Bajak : Membalikan lapisan bawah menjadi lapisan atas.
2) Dikeringkan : selama 1 Minggu untuk memberantas gulma, hama, dan penyakit di dalam tanah.
3) Garu : menghancurkan bongkahan tanah sekaligus meratakannya sehingga menghasilkan testur tanah yg lebih gembur.
Olahan Tanah Konvensional. Pengolahan Konvensional merupakan sistem pengolahan yang umumnya dilakukan petani dengan cara di bajak, dan digaru secara manual maupun mekanis, agar tanah menjadi lebih gembur, subur, dan mudah ditanam.
Persiapan peralatan yang digunakan dalam budidaya jagung antara lain: Tungal, cangkul , sabit dan arit.
Pemupukan Tanaman Jagung :
1) Pupuk Organik (Alami).
Pupuk Organik (Alami) tetap diperlukan bagi tanah meskipun tanah lebih subur. Karena selain memberikan unsur hara juga dapat memperbaiki sifat tanah. Pupuk organik dapat berupa kotoran sapi, kotoran ayam, maupun kompos.
2) Pupuk buatan anorganik: Merupakan pupuk buatan pabrik yang di proses dari kombinasi zat kimia, Pupuk buatan terdiri dari pupuk tunggal seperti : Urea, SP-36, KCL, ZA, dan pupuk majemuk seperti Grand, S-15, Grand -K, Tanigro dan kalimags. (dens).











