Tragedi di Ciranjang, Cermin Gagalnya Kepedulian Pemerintah pada Anak

24 Okt 2025, 07:03:12 WIB Cianjur
Tragedi di Ciranjang, Cermin Gagalnya Kepedulian Pemerintah pada Anak

Keterangan Gambar : Torik Imanurdin.


Oleh: Torik Imanurdin

Pinusnews.id - Peristiwa tragis bunuh diri seorang bocah 10 tahun di Kecamatan Ciranjang seharusnya menggugah nurani sekaligus mengguncang kesadaran pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan dan DPPKBP3A Kabupaten Cianjur. Fakta bahwa seorang anak sekolah dasar memilih mengakhiri hidupnya menunjukkan ada sistem yang gagal — bukan hanya di rumah, tetapi juga di lingkungan pendidikan dan kebijakan publik kita.

Pertanyaannya sederhana namun menohok: di mana peran negara melalui dinas-dinasnya ketika anak-anak menghadapi tekanan mental, kesepian, dan kehilangan arah? Jangan sampai dinas hanya muncul saat upacara dan rapat koordinasi, tetapi absen saat nyawa anak bangsa melayang di tengah sunyi.

Baca Lainnya :

Kejadian ini bukti bahwa pendekatan pendidikan selama ini terlalu sibuk pada angka dan laporan, tapi abai pada jiwa anak-anak. Tidak ada penguatan konselor sekolah, tidak ada sistem pemantauan kesejahteraan psikologis siswa, dan tidak ada koordinasi lintas sektor untuk pencegahan dini kasus kekerasan maupun depresi anak.

Sudah saatnya Bupati Cianjur mengevaluasi serius kinerja dinas terkait. Jangan biarkan tragedi kemanusiaan ini berlalu begitu saja tanpa tanggung jawab moral dan kebijakan nyata. Jika dinas hanya bisa memberi alasan tanpa solusi, itu tanda kepemimpinan yang kehilangan empati terhadap generasi penerus daerah ini.

Anak kecil berusia 10 tahun tidak semestinya mengenal putus asa. Jika sampai ia memilih tali sepatu untuk mengakhiri hidupnya, maka tali yang sebenarnya terputus adalah ikatan tanggung jawab antara pemerintah dan rakyatnya.

Penulis

Torik Imanurdin, S.Pd.,M.Pd.

Alumni FIP UPI Jurusan Pendidikan Khusus Spesialisasi Anak Tunalaras.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment