Sinergi Polri-TNI-Pemda: Gerakan Pangan Murah Cegah Lonjakan Harga di Cianjur Saat Ramadan.

12 Mar 2026, 05:43:23 WIB PERISTIWA
Sinergi Polri-TNI-Pemda: Gerakan Pangan Murah Cegah Lonjakan Harga di Cianjur Saat Ramadan.

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Cianjur, Firman Edi, Plt. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Cianjur, Suferi Faizal beserta jajaran, dan antrian warga dalam gelar Gerakan Pangan Murah Polres Cianjur, di Alun-Alun Cianjur, Rabu, 11 Maret 2026.


Pinusnews.id - Di tengah keramaian bulan suci Ramadan, Polres Cianjur berkolaborasi erat dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Kodim 0608/Cianjur untuk menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Masjid Agung Alun-alun Cianjur pada Rabu, 11 Maret 2026.

Kegiatan ini bukan sekadar penjualan sembako, melainkan wujud nyata kepedulian aparat terhadap masyarakat yang sering kesulitan mengakses bahan pokok saat harga pasaran melonjak. Ratusan warga berdatangan, membawa semangat khas Ramadan, di mana nilai-nilai tolong-menolong menjadi prioritas utama.

Kehadiran langsung Bupati Cianjur beserta jajaran asisten dan kepala dinas menambah semangat acara. Kapolres Cianjur, AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, menekankan dukungan penuh dari pemerintah daerah. 

Baca Lainnya :

“Dukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur, Pak Bupati langsung hadir bersama para asisten dan kepala dinas. Kami juga berterima kasih kepada prajurit Kodim yang telah mendukung kegiatan Gerakan Pangan Murah ini,” ujarnya dengan penuh apresiasi. Sinergi ini mencerminkan komitmen tripartit—Polri, TNI, dan Pemda—untuk meringankan beban rakyat.

Tujuan utama GPM adalah mendekatkan komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Di pasaran, paket sembako senilai Rp50.000 biasanya sulit dijangkau, tapi di sini dijual hanya Rp42.000 hingga Rp45.000.

Langkah ini langsung menyentuh masyarakat bawah, terutama keluarga yang mengandalkan pendapatan harian untuk sahur dan berbuka puasa. Antusiasme warga terlihat dari antrean panjang sebelum waktu asyar.

Dalam acara tersebut sekitar 1.500 paket sembako yang disediakan habis dalam waktu singkat. “Alhamdulillah, sekitar 1.500 paket yang disediakan semuanya habis terserap oleh masyarakat. Insya Allah, kegiatan ini akan kami rancang kembali pada kesempatan berikutnya,” imbuh Kapolres dengan optimisme.

Keberhasilan ini bukan hanya soal angka, tapi juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara yang hadir di saat-saat krusial seperti ini.

Lebih dari sekadar berbagi, GPM menjadi bagian dari upaya menekan inflasi menjelang Idulfitri. Kapolres menambahkan bahwa kegiatan ini wujud sinergi untuk berbagi di bulan Ramadan. Antusiasme masyarakat begitu tinggi, apalagi dengan kehadiran Bupati. 

“Antusiasme warga sangat tinggi, apalagi Pak Bupati juga hadir langsung. Tadi kita lihat masyarakat tersenyum membawa tentengan untuk dibawa pulang. Semoga dengan senyum masyarakat ini Kabupaten Cianjur semakin maju,” katanya, menggambarkan suasana hangat yang tercipta.

Pemantauan pasar menjadi agenda lanjutan untuk mencegah praktik permainan harga. Bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Dinas Ketahanan Pangan, tim gabungan melakukan inspeksi rutin.

“Kami bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Dinas Ketahanan Pangan, melakukan keliling pasar untuk memastikan harga sesuai aturan. Jika ada yang menjual di atas Harga Eceran Tertinggi, kami akan memberikan peringatan,” tegas Kapolres. Pendekatan ini bertahap yakni mulai dari peringatan hingga penegakan hukum jika diabaikan.

Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, memberikan perspektif lebih luas soal dinamika harga. Ia mengakui bahwa menjelang hari besar keagamaan, konsumsi masyarakat melonjak, menciptakan ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan.

“Pada hari-hari besar tingkat konsumsi masyarakat meningkat, sehingga kadang terjadi perbedaan antara supply dan kebutuhan yang membuat harga naik. Pemerintah daerah melakukan berbagai langkah melalui dinas terkait untuk menjaga stabilitas harga,” jelasnya. Dinas Pertanian, Pangan, serta Koperasi dan UMKM, juga Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, ikut andil dalam strategi ini.

Pemerintah daerah juga siap menindak distributor nakal. “Apabila ada distributor yang memainkan harga, tentu aparat penegak hukum akan menindaklanjutinya agar tidak ada pihak yang merugikan masyarakat,” tegas Bupati. Pernyataan ini memperkuat komitmen zero tolerance terhadap eksploitasi, memastikan Ramadan berjalan adil bagi semua lapisan masyarakat Cianjur.

GPM juga bukan hanya solusi jangka pendek, tapi model berkelanjutan untuk stabilitas pangan. Dengan melibatkan multi-stakeholder, inisiatif ini mendekatkan bahan pokok bagi warga rentan, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi lokal. Di tengah tantangan inflasi nasional, Cianjur menunjukkan contoh bagaimana kolaborasi bisa menciptakan dampak riil.

Pada saat acara berlangsung, senyum warga yang membawa pulang sembako murah menjadi ukuran sukses terbesar. Kegiatan seperti ini memperkuat ikatan sosial di bulan puasa, mengingatkan bahwa kemajuan kabupaten tak lepas dari kesejahteraan rakyat. Sinergi Polri-TNI-Pemda di Cianjur patut dijadikan teladan bagi daerah lain, menjanjikan Ramadan yang lebih berkah dan Idulfitri yang damai. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment