- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Sinergi Pemkab Cianjur dan Jabar: Kompensasi Angkot untuk Lancarkan Mudik Lebaran 2026.

Keterangan Gambar : Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dan Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, dalam acara penyerahan bantuan kompensasi operasional kepada pengemudi angkot di wilayah Cipanas.
Pinusnews.id - Pada Selasa, 17 Maret 2026, Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian mendampingi Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi dalam penyerahan bantuan kompensasi operasional kepada pengemudi angkutan kota (angkot) di wilayah Cipanas.
Acara ini berlangsung di Markas Polres Cianjur dan menjadi bagian dari persiapan mendukung kelancaran arus mudik Idul Fitri 1447 H/2026. Inisiatif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama hari raya.
Kompensasi yang diberikan sebesar Rp200.000 per hari selama 5 hari ini merupakan strategi kolaboratif antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Cianjur. Tujuannya adalah mengurai kepadatan lalu lintas di jalur rawan macet seperti kawasan Puncak-Cipanas. Dengan insentif ini, pengemudi angkot didorong untuk tidak beroperasi secara berlebihan, sehingga arus kendaraan mudik dan balik Lebaran dapat mengalir lebih lancar.
Baca Lainnya :
- 97 SD dan 54 SMP di Cianjur Dapat Bantuan 55 Miliar
- Dinkes Cianjur Gelar Simulasi Vaksin Covid-19
- Soal Data KPM, Komisi D Siap Panggil TKSK dan Camat Warungkondang
- Kapolsek Sukaluyu : Pencarian Aji Korban Tenggelam Akan Terjunkan Tim SAR Bandung
- Belum Ditemukan, Aji Prasetyo Tenggelam di Leuwi Lengsir, Sukaluyu
Dalam sambutannya, Bupati Cianjur menyampaikan apresiasi mendalam. "Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat atas inisiatif program yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat ini," ujarnya. Program tersebut tidak hanya meringankan kemacetan, tapi juga menjamin penghasilan pengemudi angkot yang terdampak pembatasan operasional.
Lebih dari itu, kompensasi ini memberikan kepastian ekonomi bagi para pengemudi di tengah periode libur panjang. Sinergi antar-pemerintah daerah terbukti efektif dalam menjaga keseimbangan antara kelancaran transportasi dan kesejahteraan pekerja sektor informal. Pendekatan ini bisa menjadi model bagi daerah lain yang sering menghadapi tantangan serupa saat mudik.
Pemerintah Kabupaten Cianjur berkomitmen penuh untuk mendukung langkah strategis serupa. "Sinergi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan kondisi lalu lintas yang tertib dan kondusif," tegas Bupati.
Upaya ini menekankan pentingnya kolaborasi multi-stakeholder untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama musim Lebaran. (dens).











