- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
- SADA JABAR, Aplikasi Baru Permudah Program Pemprov Jabar Lebih Tepat Sasaran
- 3.500 Beasiswa untuk Masa Depan: Janji Nyata Disdikpora Cianjur demi Pendidikan yang Merata
- Rembug Warga di Cidamar: Bupati Cianjur Ajak Masyarakat Jaga Alam, Dukung Pembangunan
Setelah Direnovasi, Makam Dalem Pancaniti Pencipta Mamaos Kini Bercahaya

Keterangan Gambar : Delapan makam pra kemerdekaan termasuk makam Dalem Pancaniti sudah direnovasi oleh Bupati Cianjur.
Pinusnews.id - Dalem Pancaniti adalah julukan bagi Bupati Cianjur RAA. Kusumaningrat (1834-1864). Bupati inilah yang menciptakan seni Mamaos Cianjuran. Ia juga Bupati Cianjur terakhir, yang mengalami Cianjur sebagai Ibukota Kresiden Priangan, membawahi 9 kabupaten. Karena sejak tahun 1864 Ibu Kota Priangan dipindahkan ke Bandung.
Dalem Pancaniti seorang cendikia, satu satunya Bupati di tatar Sunda yang dilibatkan dalam penyusunan Undak Usuk Basa Sunda, ketika seluruh pulau Jawa dikuasai Kesultanan Mataram. Saking cerdasnya, Dalem bernama kecil Rd. Hasan ini menyusun Kamus Besar Sunda-Melayu. Makam Dalem Pancaniti berada di pemakaman umum Pasarean Agung, yang selama bertahun-tahun kondisinya kumuh, malah beberapa bagian bagian makam sudah "marekplekan".
"Itu dulu, saat ini delapan Makam Bupati Cianjur pra kemerdekaan sudah direnovasi, termasuk makam Dalem Pancaniti. Nanti akan diresmikan Bapak Bupati bertepatan dengan hari jadi Cianjur," ujar Dika Dzikriawan Anggota Tim Ahli Cagar Budaya Cianjur, yang juga dilibatkan sebagai panitia HJC ke 347, tanggal 12 Juli 2024.
Baca Lainnya :
- Bupati Cianjur Lepas Mahasiswa UNPI untuk Melaksanakan KKN
- Bey Apresiasi Bantuan 726.000 Buku dari Perpusnas untuk 726 Desa di Jabar Bangun Kecerdasan Masyarak
- Peringati Hari Donor Darah se-Dunia 2024, RSUD Sayang Cianjur Gelar Podcast Dokter Kita
- Diteksi Narkoba, BNN Kabupaten Cianjur Lakukan Test Urine Kepada Babinsa Kodim 0608/Cianjur
- YPLH Cianjur Berinovasi Hasilkan Aquarium Mini dari Limbah Sampah
Dika menerangkan, kedudukan Dalem Pancanti yang lebih tinggi dari Bupati lain di pulau Jawa, ketika Kesultanan Mataram mengusai era Sultan Agung hingga Amangkurat II.
"Makam Bupati lain hanya tiga umpak, sedangkan makam Dalem Pancaniti empat umpak, artinya beliau sederajat dengan makam raja Jawa," tambahnya saat ditemui di Cianjur, pada Selasa (25/6/2024).
Dika yang juga Seniman Mamaos Cianjur alumni ISBI Bandung ini, merasa haru dan berterima kasih sebesar besarnya kepada Bupati Cianjur Herman Suherman, yang telah merenovasi makam Dalem Pancaniti.
"Makam ini seolah terbengkalai selama bertahun-tahun, padahal beliau tokoh besar. Syukur Alhamdulilah di era kepemimpinan Bapak Bupati Herman Suherman diperbaiki, juga Makam Dalem lainnya. Hatur nuhun Bapak Bupati Cianjur," pungkasnya. (Luki R Muharam).











