- DLH Cianjur Pimpin Operasi Bersih Sungai Cisarua: Gotong Royong Pulihkan Aliran, Cegah Banjir
- Diskumdagin Cianjur Tegaskan Integritas: Langkah Nyata Perbaiki Pelayanan Publik
- Siapkan Tenaga Kerja Kompeten di Pasar Global, 1.280 Lulusan SMA, SMK, MA Jabar Diberi Pelatihan Ker
- DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Pimpinan Siap Mundur
- BAZNAS Cianjur Hadirkan Harapan Lewat Distribusi Air Bersih di Desa Sukamaju
- Buka Muktamar ke-35 NU, Presiden Prabowo: NU Institusi Bersejarah dan Berjasa Besar bagi Indonesia
- Bidang SMP Disdikpora Cianjur Gerak Cepat Antisipasi Kekurangan Guru Menjelang 2026–2027
- Disbudpar Cianjur: Strategi Promosi dan Revitalisasi untuk Menutup Kesenjangan Retribusi
- Gerakan Pramuka Diharapkan Mampu Ciptakan Indonesia Emas 2045
- Disdikpora Cianjur Setarakan Peluang Sekolah Swasta dalam SPMB 2026
Sedekah untuk Alam, Biar Anak Cucu Masih Bisa Napas Segar

Keterangan Gambar : Foto istimewa.
Oleh: Lilis Nuraeni
Pinusnews.id - Banyak yang panas telinga pas Harrison Ford ngomong keras soal rusaknya hutan di Sumatera, Indonesia. Malah ada yang bilang dia antek asing atau cuma cari panggung. Padahal, nama besar kayak Harrison udah nggak perlu sensasi; dedikasinya buat lingkungan udah terbukti sejak lama. Begitu juga Leonardo DiCaprio, bintang Titanic, yang pernah nyumbang Rp90 miliar buat lindungin hutan Sumatera – gede banget, kan?
Di Indonesia, orang kaya yang sedekah sebesar itu buat alam? Belum ada yang sampai level itu. Ironis ya, padahal hutan kita lagi menjerit-jerit minta tolong. Kita sering ribut soal agama, tapi jarang bahas rusaknya alam yang bikin umat manusia susah napas nanti. Udara bersih, tanah subur, makanan sehat – semuanya dari alam.
Baca Lainnya :
- Duh Kasihan, Pohon Tumbang Hancurkan Rumah Milik IdaÂ
- Polres Cianjur Tangkap Tukang Obat Cabuli Anak
- PT. Bukit Naga Mas Punya Pasukan Pembuat Mesin untuk Kemajuan UMKM di Cianjur
- Cegah Kerumunan Massa, Dandim, Kapolres dan Ketua DPRD Cianjur Patroli Malam Pergantian Tahun
- Komunitas UMKM PT. Bukit Naga Mas Beri Bantuan ke Yayasan, Fakir Miskin dan Duafa
Bayangkan 50-100 tahun lagi, hutan dibabat semua: air minum? Langka banget. Bisa-bisa kiamat kecil terjadi, soalnya manusia nggak bisa hidup tanpa air. Sudah banyak korban jiwa dari banjir dan longsor gara-gara ulah manusia serakah – desa hilang, nyawa melayang. Dosa ini lebih gede dari maksiat biasa.
Kenapa banyak yang mengaku agamis tapi masa bodo sama alam? Kita kikir banget, tak mau sedekah buat pohon atau sungai. Sedekah ke orang miskin wajib, bangun masjid oke, tapi memberi untuk kelestarian alam juga harus.
Saatnya membuat keseimbangan hidup: hubungan sama Tuhan (hablum minallah), sama manusia (hablum minannas), dan sama alam (hablum minal alam).
Marilah melakukan aksi nyata mulai dari sekarang! Jangan hanya berbicara semata saja, ayo kita mulai pelihara alam secara bersama-sama. Tanam pohon di halaman rumah, tolak plastik sekali pakai, atau dukung petisi lindungin hutan Sumatera. Tidak perlu uang miliaran seperti DiCaprio – cukup hemat kertas, jalan kaki, atau ajak tetangga gotong royong membersihkan sungai.
Alam sedang membutuhkan kita, kalau kita jaga sekarang, anak cucu kita bisa main di hutan hijau, bukan di gurun beton. Sebab, kelestarian alam adalah merupakan tanggung jawab kita semua!











