- Bupati Cianjur Sambut Korban TPPO, Ingatkan Warga Urus TKI Secara Legal
- Cianjur Masih di Bawah: Tantangan IPM dan Upaya Perbaikan Bersama
- Peringati Milangkala Ke-349 Kabupaten Cianjur, KDM akan Tingkatkan Kualitas Pendidikan
- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
Sawala Sauyunan: Efisiensi Anggaran dan Respons Sosial di Cianjur

Keterangan Gambar : Setelah rapat Sawala Sauyunan, Bupati Wahyu didampingi Ruhli, melakukan sidak di dalam kantor Disdikpora Cianjur.
Pinusnews.id - Di tengah tuntutan pengelolaan anggaran yang semakin ketat, Pemerintah Kabupaten Cianjur menggelar rapat koordinasi inovatif bertajuk Sawala Sauyunan. Acara ini digelar di Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur, melibatkan Bupati Mohamad Wahyu Ferdian dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Rapat tidak hanya membahas efisiensi keuangan, tapi juga isu sosial mendesak seperti kasus viral pencurian labu siam yang berujung penganiayaan fatal, mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk merespons dinamika masyarakat secara cepat dan tepat.
Bupati Wahyu menjelaskan pendekatan baru ini secara tegas seusai rapat. “Sekarang kita rapat koordinasi dengan seluruh kepala OPD, sekarang kami namakan Sawala Sauyunan. Karena efisiensi, rapat-rapat tidak kita lakukan di hotel-hotel mewah atau di gedung-gedung berbayar,” katanya.
Baca Lainnya :
- Kapolsek Sukaluyu : Pencarian Aji Korban Tenggelam Akan Terjunkan Tim SAR Bandung
- Belum Ditemukan, Aji Prasetyo Tenggelam di Leuwi Lengsir, Sukaluyu
- Politisi Partai Nasdem, Rela Sisihkan Gaji Untuk Jompo dan Anak Yatim
- Dodit Ardian Penjabat Sekda Cianjur Gantikan Cecep Alamsyah
- Satpol PP Cianjur Gelar Operasi Yustisi
Soal terkait rapat, kini digelar di fasilitas pemerintah seperti kantor dinas, kecamatan, atau puskesmas, tanpa biaya tambahan. “Kita melakukan rapat di kantor dinas, kantor kecamatan, puskesmas dan dimanapun. Yang jelas tidak mengeluarkan biaya,” tambahnya.
Langkah ini tidak hanya menghemat anggaran, tapi juga memperkuat budaya gotong royong di lingkungan birokrasi, di mana inspeksi mendadak (sidak) bupati ke ruangan Disdikpora menjadi bagian dari transparansi.
Kegiatan rapat juga menjadi wadah membahas isu terkini yang mengguncang masyarakat Cianjur. Bupati menekankan pentingnya solusi nyata. “Dan hari ini kita membahas isu-isu, kejadian-kejadian terkini yang ada di Kabupaten Cianjur dan tentunya kita berharap bisa mendapatkan solusi-solusi yang nyata dan komprehensif bagi masyarakat," ungkapnya.
Fokus utama tertuju pada kasus pencurian labu siam oleh warga miskin yang berujung penganiayaan hingga korban meninggal dunia. Insiden ini menyoroti kerentanan ekonomi dan sosial.
“Poin penting saat ini mengenai kemarin isu sosial dan isu tentang ekonomi dari warga kita yang kedapatan mencuri labu, kemudian dilakukan penganiayaan. Ini kita perintahkan kepada OPD terkait untuk melakukan langkah-langkah pendataan yang lebih spesifik kepada masyarakat yang rentan dan terkena musibah atau kemiskinan,” tegasnya.
Untuk memastikan bantuan sosial tepat sasaran, bupati memerintahkan pendataan ulang kelompok rentan, termasuk orang tua yang hidup sendirian. “Dan juga para orangtua yang sendirian. Sehingga bantuan sosial bisa lebih tepat sasaran,” katanya.
Ia sadar kondisi ekonomi berubah-ubah, “Saat ini bantuan sudah berjalan, tapi mungkin taraf ekonomi tiap orang bisa berubah. Yang awalnya tidak mampu bisa kemudian jadi mampu, atau dari mampu dapat musibah jadi tidak mampu, sehingga dilakukan update," imbuhnya.
Pendekatan ini menunjukkan pemahaman mendalam bahwa kemiskinan bersifat dinamis, memerlukan data segar untuk intervensi efektif. (dens).











