- DPRD Cianjur Gelar Rapat Paripurna: Jawaban Eksekutif atas Pandangan Umum Fraksi
- Hilman Saukani: BAZNAS dan Dekopinda Merajut Sinergi Zakat yang Menggerakkan Umat
- Ruhli Solehudin: Sekolah Rakyat Cianjur Masih Pending, Lahan 10 Hektare Jadi Kendala Utama
- Dari Abu Menuju Harapan: Aksi Cepat PMI Cianjur Lindungi Warga di Tengah Hujan Vulkanik
- Disdikpora Cianjur: Imbau Warga Sekolah dari Abu Vulkanik dengan Pembelajaran Daring
- Lewat SADA Jabar, Sekda Herman Dorong Kepala Desa Aktif Tingkatkan IPM
- 282 Ruang Kelas yang Hilang: Potret Kesenjangan Infrastruktur SMP di Cianjur
- Presiden Prabowo: Tertibkan Kawasan Hutan SecaraTegas, Transparan, dan Akuntabel
- Sanroh BAZNAS Cianjur: Menyegarkan Hati, Mengokohkan Amanah
- Sekolah di Ujung Kampung: Janji Bupati Cianjur untuk Pendidikan yang Layak
Sanlat Ramadan: Benteng Iman Pelajar Cianjur di Bulan Suci

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, didampingi Ketua DKM Masjid Agung, KH. Deni Saepul Rachman serta pihak terkait, juga para siswa saat pembukaan Sanlat di Masjid Agung Cianjur.
Pinusnews.id - Belum lama ini, Masjid Agung Cianjur menjadi saksi pembukaan Kegiatan Sanlat (Pesantren Kilat) Ramadan yang penuh khidmat. Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, didampingi Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung, KH. Deni Saepul Rachman.
Suasana bulan Ramadan yang suci semakin terasa hangat dengan kehadiran ratusan siswa dari berbagai Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Cianjur. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan inisiatif strategis untuk membentuk karakter generasi muda di tengah arus modernisasi yang kian deras.
Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Wahyu Ferdian menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh penyelenggara. Ia menekankan betapa pentingnya Sanlat sebagai wadah pembinaan karakter.
Baca Lainnya :
- Politisi Partai Nasdem, Rela Sisihkan Gaji Untuk Jompo dan Anak Yatim
- Dodit Ardian Penjabat Sekda Cianjur Gantikan Cecep Alamsyah
- Satpol PP Cianjur Gelar Operasi Yustisi
- BPNT di Desa Sukamulya, Dikelola BUMDes Secara Mandiri
- 8 Kades Ontrog Kantor Camat Warungkondang, Ada Apa?
"Kami mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyelenggarakan Sanlat Ramadhan ini sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter generasi muda," ujarnya dengan penuh semangat.
Pernyataan ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk mengintegrasikan pendidikan agama dalam kehidupan sehari-hari pelajar, sehingga mereka tidak hanya pintar secara intelektual, tapi juga kuat secara spiritual.
Sanlat Ramadan, menurut Bupati, berfungsi sebagai sarana krusial untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keagamaan. Di era digital saat ini, di mana informasi bertebaran tanpa filter, kegiatan seperti ini menjadi benteng bagi pelajar agar tetap teguh pada ajaran Islam.
Para siswa tidak hanya mendengar kajian tauhid dan fiqih, tapi juga diajarkan praktik nyata seperti tadarus Al-Quran dan muhasabah diri. Hal ini sejalan dengan semangat Ramadhan yang menekankan introspeksi dan pengendalian hawa nafsu.
Lebih lanjut, Bupati berharap Sanlat dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan para pelajar. "Kami berharap pelaksanaan sanlat ini dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan para pelajar, sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan dengan berlandaskan nilai-nilai agama," tambahnya.
Harapan ini sangat relevan mengingat tantangan masa depan seperti globalisasi, radikalisme, dan degradasi moral yang mengintai generasi muda. Dengan pondasi iman yang kokoh, pelajar Cianjur diharapkan mampu menjadi agen perubahan positif di masyarakat.
Kegiatan Sanlat Ramadan ini diikuti oleh siswa SMP dari berbagai penjuru Kabupaten Cianjur, menciptakan semangat kebersamaan lintas sekolah. Pelaksanaannya dirancang intensif selama dua pekan, tepatnya dari 2 hingga 13 Maret 2026.
Jadwal harian mencakup shalat berjamaah, pengajian, dan diskusi kelompok, yang semuanya disesuaikan dengan ritme puasa agar tidak membebani peserta. Keberlanjutan program ini menunjukkan sinergi apik antara pemerintah, ulama, dan sekolah dalam membangun ekosistem pendidikan holistik.
Sementara itu, Ketua DKM Masjid Agung Cianjur, KH. Deni Saepul Rachman mengatakan, Sanlat Ramadan di Masjid Agung Cianjur bukan hanya kegiatan musiman, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.
"Di bulan suci yang penuh berkah ini, pelajar diajak merasakan esensi Ramadan secara mendalam, sehingga nilai-nilai agama tertanam kuat di hati mereka," ujar KH. Deni Saepul Rachman.
Inisiatif seperti ini patut menjadi contoh bagi daerah lain, membuktikan bahwa pembangunan karakter sejati dimulai dari masjid dan dukungan pemimpin visioner seperti Bupati Cianjur. (dens).











