- Bupati Cianjur Mutasi Pejabat Strategis Berbasis Kompetensi dan Transparansi
- Pemprov Jabar Terima Penghargaan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Terbaik
- Sekda Cianjur: Manfaatkan AI untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Zakat BAZNAS Cianjur: Dari Pengumpulan Ramadhan hingga Kesejahteraan Warga yang Nyata
- Bupati Cianjur: Layanan NIB Gratis sebagai Katalisator Kemajuan Ekonomi Lokal
- Bupati Cianjur Didampingi Ruhli Apel Kebangsaan di SMAN 1 Sindangbarang
- Presiden Prabowo Terima Laporan Capaian Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi
- Bupati Cianjur Minta Maaf Atas Gangguan Distribusi Air Bersih Akibat Banjir di Ciranjang
- Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri
- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
Rustiman: PMI, Faktor Kurangnya Partisipasi Masyarakat dalam Proses Pilkada Cianjur 2024.

Keterangan Gambar : Ketua Divisi Perencana, Data, dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur, Rustiman.
Pinusnews.id - Pekerja Migran Indonesia (PMI) disebut sebagai faktor kurangnya partisipasi masyarakat dalam proses Pilkada 2024 khususnya di Cianjur.
Ketua Divisi Perencana, Data, dan Informasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cianjur, Rustiman mengatakan, alasan tersebut karena belum tentu PMI yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT) bisa pulang untuk mencoblos pada 27 November 2024 nanti.
"Karena kita juga tidak bisa menghilangkan hak mereka (PMI) untuk memilih. Tapi belum tentu juga mereka bisa pulang ke Cianjur untuk mencoblos," ungkap Rustiman pada Senin, 23 September 2024.
Baca Lainnya :
- Pemotor Luka-Luka, Tabrak Mobil Truk Sedang Parkir di Pacet Cianjur
- Pjs Bupati Cianjur Kunjungi Bazar Jumat Segar
- Heboh, Mayat Perempuan Ditemukan di Sungai Agrabinta Cianjur
- Waspada, Positif Covid-19 di Cianjur Melonjak Drastis
- Bagikan Ribuan Masker Usai Peringati HKN
Pihaknya pun bahkan tidak bisa memastikan berapa jumlah DPT yang kini berada di luar negeri, baik yang bersekolah ataupun menjadi PMI.
Pasalnya, saat Pemilu 2024 lalu, daftar pemilih tetap luar negeri (DPTLN) itu berdasarkan data yang diperoleh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) secara keseluruhan dan bukan per daerah.
"Jadi memang tidak ada data yang detail mengenai jumlah DPT asal daerah," ungkapnya.
Hal itu pun diakui menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi jumlah persentase partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024.
"Jelas berpengaruh pada partisipasi pemilih. Faktor itu yang membuat kita menargetkan partisipasi itu di angka 70 persen dari total 1.816.668 DPT. Meskipun naik dari saat Pemilu 2024 yang sebanyak 67,24 persen," ungkapnya.
"Maka jika nantinya tingkat partisipasi pemilih itu turun, bukan semerta-merta karena kesalahan penyelenggara, namun banyak faktor yang mempengaruhi," tandasnya. (tim).











