Ribuan Botol Oli Palsu Berbagai Merek Diamankan Kodim 0608/Cianjur

01 Nov 2025, 08:26:12 WIB PERISTIWA
Ribuan Botol Oli Palsu Berbagai Merek Diamankan Kodim 0608/Cianjur

Keterangan Gambar : Dandim 0608/Cianjur, Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, saat menjelaskan terkait pengamanan ribuan botol oli palsu berbagai merek dari sebuah rumah di Ciherang, Pacet, Cianjur, Jumat, 31 Oktober 2025.


Pinusnews.id - Anggota Kodim 0608/Cianjur berhasil mengamankan ribuan botol oli palsu berbagai merek dari sebuah rumah di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, pada Jumat, (31/10/2025). Penemuan ini bermula dari laporan warga yang mencurigai adanya aktivitas mencolok di rumah tersebut.

Dandim 0608/Cianjur, Letkol Inf Bistok Barry Simarmata, mengatakan bahwa pihaknya mengamankan satu orang terduga pelaku berinisial RL (42) beserta barang bukti ribuan botol oli palsu.

"Barang bukti yang kami amankan di antaranya oli merek MPX2 sebanyak 2 dus, Federal Ultratech 33 dus, Pertamina Enduro 1 dus, Mesran 31 karton, AHM MXL 1 dus, AHM Oil 1 dus, AHM Gear 2 dus, Silver 12 pcs, campuran 4 dus, dan Yamalux biru 2 dus. Total ada sekitar 3.500 botol oli palsu," ujar Dandim.

Baca Lainnya :

Untuk memastikan keaslian produk, pihak Kodim melakukan pengecekan langsung ke beberapa dealer resmi Honda dan Yamaha di wilayah Cianjur. Hasil verifikasi menyatakan bahwa seluruh pelumas yang disita merupakan barang palsu atau ilegal. 

"Sudah kami konfirmasi ke dealer resmi, dan hasilnya benar barang ini palsu. Tentu hal ini sangat merugikan masyarakat yang mengira membeli oli asli," tegas Dandim.

Dandim menjelaskan bahwa oli palsu tersebut sudah beredar di sejumlah bengkel di wilayah Cianjur. Beruntung, peredaran lebih luas berhasil digagalkan berkat laporan cepat dari masyarakat. 

"Kemungkinan besar oli palsu ini diedarkan di wilayah Cianjur. Kami akan mendalami lebih jauh mengenai jaringan distribusinya," tambahnya.

Saat ini, terduga pelaku beserta barang bukti telah diserahkan ke Polres Cianjur untuk proses hukum lebih lanjut. Polisi juga tengah menyelidiki kemungkinan adanya jaringan atau sindikat yang lebih besar di balik kasus ini.

"Kami berharap masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan agar tidak ada lagi yang dirugikan," pungkas Dandim. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment