- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Rembug Warga: Bupati Cianjur Hadirkan Layanan Nyata bagi Masyarakat Desa

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur beserta Ibu, saat hadir langsung dalam acara Rembug Warga, di Desa Cikidangbayabang, Kecamatan Mande, Cianjur.
Pinusnews.id - Kegiatan Rembug Warga di Desa Cikidangbayabang, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, pada Kamis, 26 Februari 2026, menjadi momen istimewa di tengah hiruk-pikuk bulan suci Ramadan. Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, hadir langsung untuk ngabuburit, buka puasa bersama, dan berdialog dengan warga. Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan jembatan nyata antara pemerintah daerah dan masyarakat pedesaan, di mana suara rakyat langsung didengar.
Suasana rembug warga yang akrab ini menciptakan wadah silaturahmi yang hangat. Di sela-sela obrolan santai menjelang buka puasa, warga bisa menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada bupati. Kehadiran pemimpin daerah di tengah masyarakat seperti ini memperkuat rasa memiliki terhadap pembangunan lokal, membuat warga merasa didengar dan dihargai.
Puncak manfaat nyata terlihat dari pembukaan bilik pelayanan terpadu oleh dinas-dinas terkait. Warga tidak lagi perlu repot bepergian jauh ke pusat pemerintahan; mereka bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis, pembuatan dokumen kependudukan seperti KTP dan akta kelahiran, serta urusan administratif lainnya di lokasi acara. Bagi keluarga di Desa Cikidagbayabang, ini berarti penghematan waktu, biaya transportasi, dan tenaga—manfaat langsung yang langsung terasa di kantong dan keseharian mereka.
Baca Lainnya :
- Dodit Ardian Penjabat Sekda Cianjur Gantikan Cecep Alamsyah
- Satpol PP Cianjur Gelar Operasi Yustisi
- BPNT di Desa Sukamulya, Dikelola BUMDes Secara Mandiri
- 8 Kades Ontrog Kantor Camat Warungkondang, Ada Apa?
- Naringgul Cianjur Dilanda Banjir
Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Wahyu Ferdian mengajak warga untuk memperbanyak doa bagi Cianjur. "Semoga Kabupaten Cianjur selalu diberikan keberkahan, kemajuan, serta kondisi aman dan kondusif sehingga pembangunan dapat berjalan lancar dan manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat," ujarnya dengan penuh khidmat.
Pesan ini menggema di hati warga, mengingatkan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga keberkahan spiritual di bulan Ramadan.
Bupati juga menekankan pentingnya semangat gotong royong. "Pembangunan daerah tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat," tegasnya.
Pernyataan Bupati Cianjur itu menjadi pengingat bagi warga bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial adalah kunci kemajuan. Di Desa Cikidangbayabang, semangat ini sudah terbukti melalui kerjasama warga dalam menjaga lingkungan dan saling bantu saat musim tanam.
Acara semakin meriah dengan penampilan nasyid dan tausiah keagamaan yang menyentuh hati, diikuti penyerahan santunan langsung kepada warga kurang mampu. Bagi penerima seperti lansia dan anak yatim, santunan ini bukan hanya bantuan materi, tapi penopang hidup nyata—bisa untuk beli kebutuhan pokok atau biaya sekolah. Manfaat ini langsung mengurangi beban ekonomi rumah tangga, memperkuat rasa aman sosial di desa.
Melalui rembug warga ini, hubungan pemerintah dan masyarakat semakin erat, dengan pelayanan publik yang kini lebih dekat dan terasa manfaatnya. Warga Desa Cikidangbayabang tidak hanya puas secara spiritual saat Ramadan, tapi juga praktis dalam kehidupan sehari-hari. Inilah wajah pembangunan Cianjur yang inklusif dan berkelanjutan. (dens).











