- Pengadilan Negeri Cianjur Gandeng Yayasan SLB Bina Asih Wujudkan Layanan Ramah Disabilitas
- Sinergi Polri-TNI-Pemda: Gerakan Pangan Murah Cegah Lonjakan Harga di Cianjur Saat Ramadan.
- Kolaborasi Strategis: Bupati Cianjur Dukung Sensus Ekonomi 2026 untuk Pembangunan Berkelanjutan
- Imbauan Suferi Faizal: Partisipasi UMKM Cianjur Kunci Sukses Sensus Ekonomi 2026
- Di Bulan Suci Ramadan: Kadis Disdikpora Dampingi Bupati Cianjur Laksanakan Tarawih Keliling
- Dinkes Cianjur Pimpin Partisipasi Aktif Sensus Ekonomi Bidang Kesehatan 2026
- Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif di Cianjur Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim
- Neuleuman Poekna Peuting: Silaturahmi Pemerintah dan Masyarakat Cianjur Saat Ramadan
- Ramadan 2026: Empati dan Semangat Berbagi Takjil Dirtek Perumdam Tirta Mukti Cianjur
- Bedah Buku Pengayaan Pra Sekolah Berbasis Al-Quran dan As-Sunnah di PKBM Al Bayaan Cianjur
Rembug Warga: Bupati Cianjur Hadirkan Layanan Nyata bagi Masyarakat Desa

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur beserta Ibu, saat hadir langsung dalam acara Rembug Warga, di Desa Cikidangbayabang, Kecamatan Mande, Cianjur.
Pinusnews.id - Kegiatan Rembug Warga di Desa Cikidangbayabang, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, pada Kamis, 26 Februari 2026, menjadi momen istimewa di tengah hiruk-pikuk bulan suci Ramadan. Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian, hadir langsung untuk ngabuburit, buka puasa bersama, dan berdialog dengan warga. Acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan jembatan nyata antara pemerintah daerah dan masyarakat pedesaan, di mana suara rakyat langsung didengar.
Suasana rembug warga yang akrab ini menciptakan wadah silaturahmi yang hangat. Di sela-sela obrolan santai menjelang buka puasa, warga bisa menyampaikan aspirasi mereka secara langsung kepada bupati. Kehadiran pemimpin daerah di tengah masyarakat seperti ini memperkuat rasa memiliki terhadap pembangunan lokal, membuat warga merasa didengar dan dihargai.
Puncak manfaat nyata terlihat dari pembukaan bilik pelayanan terpadu oleh dinas-dinas terkait. Warga tidak lagi perlu repot bepergian jauh ke pusat pemerintahan; mereka bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis, pembuatan dokumen kependudukan seperti KTP dan akta kelahiran, serta urusan administratif lainnya di lokasi acara. Bagi keluarga di Desa Cikidagbayabang, ini berarti penghematan waktu, biaya transportasi, dan tenaga—manfaat langsung yang langsung terasa di kantong dan keseharian mereka.
Baca Lainnya :
- Dodit Ardian Penjabat Sekda Cianjur Gantikan Cecep Alamsyah
- Satpol PP Cianjur Gelar Operasi Yustisi
- BPNT di Desa Sukamulya, Dikelola BUMDes Secara Mandiri
- 8 Kades Ontrog Kantor Camat Warungkondang, Ada Apa?
- Naringgul Cianjur Dilanda Banjir
Dalam sambutannya, Bupati Mohammad Wahyu Ferdian mengajak warga untuk memperbanyak doa bagi Cianjur. "Semoga Kabupaten Cianjur selalu diberikan keberkahan, kemajuan, serta kondisi aman dan kondusif sehingga pembangunan dapat berjalan lancar dan manfaatnya dirasakan oleh seluruh masyarakat," ujarnya dengan penuh khidmat.
Pesan ini menggema di hati warga, mengingatkan bahwa pembangunan bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga keberkahan spiritual di bulan Ramadan.
Bupati juga menekankan pentingnya semangat gotong royong. "Pembangunan daerah tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tapi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat," tegasnya.
Pernyataan Bupati Cianjur itu menjadi pengingat bagi warga bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial adalah kunci kemajuan. Di Desa Cikidangbayabang, semangat ini sudah terbukti melalui kerjasama warga dalam menjaga lingkungan dan saling bantu saat musim tanam.
Acara semakin meriah dengan penampilan nasyid dan tausiah keagamaan yang menyentuh hati, diikuti penyerahan santunan langsung kepada warga kurang mampu. Bagi penerima seperti lansia dan anak yatim, santunan ini bukan hanya bantuan materi, tapi penopang hidup nyata—bisa untuk beli kebutuhan pokok atau biaya sekolah. Manfaat ini langsung mengurangi beban ekonomi rumah tangga, memperkuat rasa aman sosial di desa.
Melalui rembug warga ini, hubungan pemerintah dan masyarakat semakin erat, dengan pelayanan publik yang kini lebih dekat dan terasa manfaatnya. Warga Desa Cikidangbayabang tidak hanya puas secara spiritual saat Ramadan, tapi juga praktis dalam kehidupan sehari-hari. Inilah wajah pembangunan Cianjur yang inklusif dan berkelanjutan. (dens).











