- Tanggung Jawab PT DMGP dalam Mengembangkan Energi Panas Bumi di Cipanas, Cianjur
- Rembug Warga: Langkah Nyata Bupati Cianjur Hadirkan Pembangunan Berbasis Aspirasi Masyarakat
- Zakat Bersama: Membangun Cianjur Kuat dari Soliditas Umat Bersama BAZNAS
- Satgas Yonif 300/Brajawijaya Amankan Senjata Logistik Kelompok Bersenjata di Nduga
- Revitalisasi Pendidikan Dasar Cianjur: Tinjauan Bupati di Tengah Tes Akademik Nasional
- Dedikasi Polisi Pelosok: Bripka Bayu, Guru Sukarela di Tengah Tugas Keamanan
- Efisiensi Energi Pemkab Cianjur: Rp388 Juta Dihemat di Bawah Kepemimpinan Hendra
- Memperkuat Fondasi Hukum Cianjur: Pelantikan BLCI sebagai Momentum Edukasi Masyarakat
- KDM: Penataan Halaman Gedung Sate agar Aktivitas Masyarakat Lebih Lancar
- Aplikasi Nyari Gawe Semakin Diandalkan, Total Pelamar Kerja Capai Setengah Juta Orang
PWI Cianjur Luncurkan Program Desa Melek Media untuk Tingkatkan Kompetensi Aparatur Desa

Keterangan Gambar : Ketua PWI Cianjur M Ikhsan, saat memberikan penjelasan kepada para peserta acara Desanara, di Grand Bydiel Cianjur, Kamis 13 Nopember 2025.
Pinusnews.id - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Cianjur meluncurkan program pelatihan bertajuk “Desa Melek Media” (Desanara). Program ini dirancang khusus untuk aparatur desa, termasuk kepala desa, perangkat desa, dan operator media desa, guna meningkatkan kompetensi mereka dalam bidang literasi media, hukum, serta etika pers.
Ketua PWI Kabupaten Cianjur, M. Ikhsan, menjelaskan bahwa program ini dijalankan bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Cianjur. Pernyataan ini disampaikan usai acara Desanara Klaster 5 yang berlangsung di Grand Bydiel, Jalan Ir. H. Djuanda, Kecamatan Cianjur, pada Kamis (13/11/2025).
“Program ini bertujuan memperkuat kemampuan desa dalam mengelola informasi publik, memanfaatkan media sosial, meningkatkan transparansi, dan menjaga etika komunikasi publik,” ujar Ikhsan melalui keterangan tertulis.
Baca Lainnya :
- Komunitas UMKM PT. Bukit Naga Mas Beri Bantuan ke Yayasan, Fakir Miskin dan Duafa
- Samsat Cianjur Tutup, 2 Januari 2021 DibukaÂ
- Plh. Sekda Cianjur Monitoring Harga Bahan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru 2021
- Nah Ini Dia, Cianjur Terima Bantuan Keuangan dari Provinsi
- Covid-19 Makin Merajalela, KBM di Cianjur Terancam Ditunda
Pelatihan ini diikuti oleh 67 kepala desa dari enam kecamatan, yakni Gekbrong, Warungkondang, Cilaku, Sukaluyu, Karangtengah, dan Mande. Kegiatan juga dihadiri oleh perwakilan Kapolsek Cianjur sebagai bentuk dukungan keamanan dan keterlibatan komunitas.
Ikhsan memaparkan, literasi media meliputi cara membaca, membuat, dan menyebarkan informasi yang tepat dan bertanggung jawab. Selain itu, pemahaman tentang aspek hukum dan keterbukaan informasi publik sangat penting untuk memastikan transparansi pemerintah desa.
“Walaupun desa bukan lembaga pers, dalam penyampaian informasi publik harus tetap berpegang pada prinsip jurnalisme, seperti akurasi, independensi, dan objektivitas,” tegasnya menambahkan.
Pada sesi praktik, peserta dididik untuk memproduksi konten berupa teks, foto, dan video, serta memaksimalkan penggunaan media sosial desa agar menjadi sarana komunikasi publik yang efektif dan informatif.
Di era digital saat ini, interaksi antara pemerintah desa dan masyarakat semakin intens. Oleh sebab itu, kemampuan mengelola informasi menjadi sangat vital agar pemerintahan desa dapat memberikan layanan yang lebih baik sekaligus menghindari kesalahan komunikasi yang berpotensi merugikan.
“Dengan aparatur desa yang melek media, maka akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa dapat meningkat secara signifikan,” jelas Ikhsan.
Lebih lanjut, program pelatihan ini juga membekali aparatur desa dalam menghadapi bermacam tantangan seperti hoaks, misinformasi, dan berbagai problematika etis di dunia digital yang semakin kompleks.
PWI Kabupaten Cianjur berencana menggelar program Desanara dalam beberapa klaster hingga menjangkau seluruh kecamatan dan desa di wilayah tersebut. Para peserta diharapkan segera mengimplementasikan ilmu yang diperoleh, misalnya dengan mengaktifkan dan memanajemen website maupun media sosial resmi desa secara transparan dan rutin dievaluasi.
“Manajemen konten yang baik dan evaluasi berkala sangat penting untuk menjaga kualitas informasi yang disampaikan,” tutup Ikhsan.
Ia mengimbau kepada aparatur desa yang belum mengikuti pelatihan agar tetap memantau informasi terkait pembukaan klaster berikutnya agar tidak ketinggalan kesempatan. (dens).











