- Pilkades Digital Cianjur 2026: Langkah Baru Demokrasi Desa
- Cianjur Kirim 462 Kontingen ke PORPROV XV Jawa Barat 2026
- Diskominfo Cianjur Perkuat Budaya Bersih untuk Pembangunan Berkelanjutan
- Jumat Bersih BKPSDM Cianjur: Menjaga Lingkungan, Membangun Budaya Kerja
- Bapenda Cianjur Dorong ASN Peduli Sosial melalui Sosialisasi Pengelolaan ZIS dan DSKL
- DPMPTSP Cianjur Percepat Peluang Investasi Hijau dan Energi Terbarukan
- Sinergi PDAM Tirta Mukti dan Samapta Polres Cianjur: Air Bersih ke-70 Mengalir untuk Warga
- Gema Indonesia Raya: Menyalakan Api Nasionalisme ASN Cianjur
- Rachmat Hartono: Koordinasi APIP Jawa Barat dan Banten, Deteksi Dini untuk Cegah Korupsi
- Panen Bawang Merah Poktan Gemah Ripah, Bukti Nyata Dukungan DTPHP Cianjur untuk Petani
Polres Cianjur Tangkap CS Diduga Lakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga

Keterangan Gambar : Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto.
Pinusnews.id - Diduga gegara cemburu pada istrinya yang bekerja di luar negeri, CS (34) tega melakukan dugaan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada tiga anak kadungnya yakni CA (4), Ky (1), dan Kn (1).
Bahkan, video kekerasan pada tiga anaknya itu sampai viral di media sosial. Dalam video yang beredar, nampak CS mengangkat anak kembarnya Ky dan Kn dengan satu tangan dan menjatuhkannya ke lantai, dan mencekik CA.
Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto mengungkapkan, dugaan KDRT itu terungkap setelah keluarga istri melaporkan kejadian tersebut ke Unit V Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskirm Polres Cianjur pada Jumat, 23 Agustus 2024 lalu.
Baca Lainnya :
- Puluhan Orang Rapid Test di Wana Wisata Pokland
- Cegah Penularan Covid-19, Polsek Campaka Cianjur Gelar Ops Yustisi
- Mesin Crusher Buatan PT. BUKIT NAGA MAS, Meringankan Beban Pembangunan Infrastruktur Jalan Desa
- KPI, Karang Taruna dan Apdesi Cianjur Ajak Gerakan Tanam Pohon
- Mayora Kolaborasi Gandeng Pemerintah, Tanam 3000 Pohon di Cianjur
"Setelah paman korban melaporkan, kita lakukan pengecekan dan memang benar terjadi penganiayaan. Di hari yang sama kita langsung menangkap CS di rumahnya di Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu," tutur Tono, Selasa, 27 Agustus 2024.
CS diketahui merupakan seorang pengangguran. Kesehariannya hanya mengurus anak, sedangkan biaya hidup sehari-hari diperoleh dari istrinya yang menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri.
Dari keterangan tersangka, lanjut Tono, dirinya tega melakukan penganiayaan pada tiga anak kandungnya itu akibat terbakar cemburu karena mengira istrinya selingkuh di luar negeri.
"Video penganiayaan itu dikirim pada istrinya sebagai ancaman, karena tersangka ini mengira istrinya selingkuh," jelasnya..
Akibat kejadian tersebut, ketiga anak balita itu mengalami trauma secara mental. Sedangkan untuk trauma fisik sedang dalam pemeriksaan tim medis.
Pihaknya pun mengaman falsdisk yang berisikan video penganiaan tersangka terhadap anak kandungnya sebagai barang bukti.
Akibat perbuatannya, CS pun dijerat Pasal 44 Ayat (1) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
"Ancaman hukumannya sembilan tahun penjara," tegas dia. (tim).











