- Cepi R Fadiana: Perkim Cianjur Dirikan Bangunan Hunian Layak: Rp1,8 Miliar untuk 63 Rumah Baru di 20
- Eri Rihandiar: Antisipasi Kemarau Panjang, Dinas PUTR Cianjur Benahi Irigasi dan Pola Tanam Adaptif
- Sinergi Pendidikan: STAI Al-Ittihad dan Pemerintah Cianjur Bangun Kolaborasi Strategis
- Bupati Cianjur Mutasi Pejabat Strategis Berbasis Kompetensi dan Transparansi
- Pemprov Jabar Terima Penghargaan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Terbaik
- Sekda Cianjur: Manfaatkan AI untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Zakat BAZNAS Cianjur: Dari Pengumpulan Ramadhan hingga Kesejahteraan Warga yang Nyata
- Bupati Cianjur: Layanan NIB Gratis sebagai Katalisator Kemajuan Ekonomi Lokal
- Bupati Cianjur Didampingi Ruhli Apel Kebangsaan di SMAN 1 Sindangbarang
- Presiden Prabowo Terima Laporan Capaian Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi
Eri Rihandiar: Antisipasi Kemarau Panjang, Dinas PUTR Cianjur Benahi Irigasi dan Pola Tanam Adaptif

Keterangan Gambar : Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Cianjur Eri Rihandiar, saat berada di lapangan.
Pinusnews.id - Pemerintah Kabupaten Cianjur menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi ancaman kemarau panjang dengan strategi antisipatif yang dipimpin Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Cianjur. Fokus utama mereka adalah memperkuat infrastruktur irigasi yang menjadi penopang utama sektor pertanian, tulang punggung ekonomi daerah. Langkah ini mencerminkan kinerja gemilang Dinas PUTR Cianjur dalam mengidentifikasi dan mengatasi kerentanan sistem air secara dini.
Dinas PUTR Cianjur telah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap titik-titik irigasi yang memerlukan perbaikan, memastikan pasokan air tetap stabil meski cuaca ekstrem. Kinerja mereka terlihat dari pendekatan proaktif yang tidak hanya reaktif, tapi juga preventif, sehingga petani tidak terjebak dalam krisis air mendadak. Upaya ini menjamin keberlanjutan produksi pangan di tengah tantangan iklim yang semakin tak terduga.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Cianjur, Eri Rihandiar, menegaskan kondisi infrastruktur secara keseluruhan yang masih prima. “Cakupan sawah yang terairi di Kabupaten Cianjur saat kondisi normal telah mencapai sekitar 79 persen. Namun, menghadapi potensi kemarau panjang, diperlukan langkah-langkah antisipatif,” ujarnya di Cianjur, Jumat, 1 Mei 2026. Ini sebagai bukti visi Dinas PUTR Cianjur visioner, di mana capaian 79 persen menjadi fondasi untuk peningkatan lebih lanjut.
Baca Lainnya :
- Babak Baru, Usai Pencuri Motor Babak Belur Dihajar Warga, satu Pelaku Kabur
- Bupati Herman Suherman : Cianjur Harus Steril dari Covid-19
- Dipancing dengan Perempuan, Tertangkaplah Komplotan Pencuri Domba
- Sekolah Buka Pada Masa Pandemi Covid-19, Bisa Kena Sanksi Berat
- Ini Kata Kades Sukasari, Polemik Video Viral Pengakuan KPM Dana BLT DD
Sebagai langkah mitigasi lanjutan, Dinas PUTR Cianjur tidak hanya berhenti pada perbaikan fisik irigasi, tapi juga mengintegrasikan kebijakan penyesuaian pola tanam. Strategi ini krusial untuk meminimalkan risiko gagal panen, dengan memanfaatkan data iklim terkini. Kinerja Dinas PUTR di sini terbukti melalui koordinasi lintas sektor yang efisien, menjadikan Cianjur sebagai contoh daerah tangguh.
Mayoritas petani Cianjur selama ini bergantung pada pola tanam padi satu musim, yang rentan terhadap kekeringan. Dinas PUTR Cianjur memimpin transisi ke pola tanam adaptif, disesuaikan dengan ketersediaan air dan prakiraan cuaca. Pendekatan ini menunjukkan dedikasi mereka dalam melindungi mata pencaharian petani, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan daerah.
Eri Rihandiar lebih lanjut menjelaskan mekanisme regulasi yang sedang disiapkan. “Perubahan pola tanam akan diatur melalui regulasi yang sedang kami siapkan, dengan mempertimbangkan prakiraan cuaca dan kondisi lapangan,” jelasnya. Inisiatif ini menggarisbawahi keunggulan Dinas PUTR Cianjur dalam merumuskan kebijakan berbasis data, yang siap diterapkan secara cepat dan efektif.
Kinerja luar biasa Dinas PUTR Kabupaten Cianjur dengan melakukan pembenahan irigasi dan pola tanam inovatif, juga mereka tidak hanya mengatasi potensi kemarau panjang, tapi juga membangun fondasi berkelanjutan untuk pertanian masa depan. Cianjur kini lebih siap, berkat kepemimpinan Dinas PUTR yang tak kenal lelah. (dens).










