- Bupati Cianjur Mutasi Pejabat Strategis Berbasis Kompetensi dan Transparansi
- Pemprov Jabar Terima Penghargaan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Terbaik
- Sekda Cianjur: Manfaatkan AI untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Zakat BAZNAS Cianjur: Dari Pengumpulan Ramadhan hingga Kesejahteraan Warga yang Nyata
- Bupati Cianjur: Layanan NIB Gratis sebagai Katalisator Kemajuan Ekonomi Lokal
- Bupati Cianjur Didampingi Ruhli Apel Kebangsaan di SMAN 1 Sindangbarang
- Presiden Prabowo Terima Laporan Capaian Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi
- Bupati Cianjur Minta Maaf Atas Gangguan Distribusi Air Bersih Akibat Banjir di Ciranjang
- Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri
- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
Plt Kepala Dinsos Cianjur: Saat ini Bansos Kedaruratan Bencana Stoknya Mulai Menipis

Keterangan Gambar : Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur Yudi Suhartoyo.
Pinusnews.id - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Cianjur menyebutkan bahwa anggaran bantuan sosial (bansos) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2024 sudah disalurkan akhir tahun ini. Kecuali yang bersifat kedaruratan seperti bencana.
Hal ini diutarakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Cianjur, Yudi Suhartoyo menanggapi terbitnya Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 800.1.12.4/5814/SJ Tentang Penundaan Penyaluran Bantuan Sosial tertanggal 13 November 2024, hingga setelah hari pemungutan suara Pilkada tanggal 27 November 2024.
“Suratnya baru kita terima, nunggu kebijakan dari pusat. Apakah yang bantuan dari pusat ini juga turut ditunda atau bagaimana, kita terima saja kebijakannya. Kalau yang dari APBD, kebetulan anggaran untuk penyaluran bansos juga sudah disalurkan diakhir tahun ini, jadi tinggal sisa kedaruratan kebencanaan,” katanya kepada wartawan, Sabtu 16 November 2024.
Baca Lainnya :
- Sehat Mahal Harganya, Penyebaran Covid-19 Bisa Dicegah Penerapan Disiplin 3M
- Arus Lalulintas Sempat Terganggu, Akibat Pohon Besar Tumbang di Pacet Cianjur
- Direktur Jendral PKTN Kunjungi Pasar Rakyat Cipanas Menuju sertifikasi SNI.
- Dudi Tegaskan ASN di Cianjur Harus Netral di Pilkada 2020
- Sejumlah Kampung di Agrabinta Cianjur Dikepung Banjir dan Longsor
Diungkapkannya, khusus di Kabupaten Cianjur anggaran terbesar bantuan sosial dari pusat. Seperti untuk Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan kemiskinan ekstrem.
“Itu juga langsung masuk ke rekening dan kita juga susah untuk memonitoring karena disalurkan langsung dari pusat yang nantinya KPM (Keluarga Penerima Manfaat) sendiri yang mencairkan sesuai dengan waktunya,” kata Yudi.
Menurutnya, penerima bansos dari pusat di Kabupaten Cianjur jumlahnya mencapai lebih kurang 10 ribu untuk PKH, belum lagi BPNT sekitar 20 ribuan.
“Jadi anggarannya setiap KPM berbeda perhitungannya, ada indikatornya. Datanya ada di pendamping PKH yang khusus menangani bantuan dari Kemensos,” ucap Yudi.
Lebih lanjut Yudi mengatakan, bahwa bansos yang bersumber dari APBD Kabupaten Cianjur terbatas, yakni bantuan untuk lanjut usia kemudian disabilitas yang lebih rentan. Sedangkan yang bersifat umum seperti ketahanan pangan berupa bantuan beras untuk cadangan pangan juga ada, tapi dari Dinas Pertanian.
“Kemudian apabila masih ada warga yang belum menerima bantuan dari berbagai jalur bantuan, desa juga ada dana tersendiri untuk membantu mereka,” tutur Yudi.
Yudi pun mengatakan, bahwa bansos yang bersifat kedaruratan seperti bencana saat ini stoknya sudah mulai menipis. “Jadi kita minta bantuan dari provinsi,” katanya. (dens).











