- Bupati Cianjur Mutasi Pejabat Strategis Berbasis Kompetensi dan Transparansi
- Pemprov Jabar Terima Penghargaan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Terbaik
- Sekda Cianjur: Manfaatkan AI untuk Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Zakat BAZNAS Cianjur: Dari Pengumpulan Ramadhan hingga Kesejahteraan Warga yang Nyata
- Bupati Cianjur: Layanan NIB Gratis sebagai Katalisator Kemajuan Ekonomi Lokal
- Bupati Cianjur Didampingi Ruhli Apel Kebangsaan di SMAN 1 Sindangbarang
- Presiden Prabowo Terima Laporan Capaian Program Magang Nasional dan Pelatihan Vokasi
- Bupati Cianjur Minta Maaf Atas Gangguan Distribusi Air Bersih Akibat Banjir di Ciranjang
- Pendidikan Vokasi di Jabar Direvitalisasi Agar Sesuai Kebutuhan Industri
- Dr. Euis Latifah, M.Pd. Raih Penghargaan sebagai Dosen Inovatif dalam ToT Perma Pendis 2026
Pertamakali, Jabar Gelar West Java Expo, Pangan dan Teknologi Internasional

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Untuk yang pertamakalinya, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar menggelar West Java Expo, International Food and Thecnology dengan tema Amazing Local Food of West Java.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Noneng Komara Nengsih menyebutkan, inti dari kegiatan tersebut adalah untuk mempertemukan produsen makanan dengan pembeli dalam skala besar dan berkelanjutan.
“Intinya adalah untuk mempertemukan produsen makanan dengan calon pembeli skala besar dari dalam dan luar negeri, mengingat potensi produk makanan olahan di Jawa Barat cukup besar untuk dikembangkan,” kata Noneng, dalam acara Bewara Jabar (BEJA) di Gedung Sate Kota Bandung, Selasa (8/10/2024).
Baca Lainnya :
- Ratusan Minuman Beralkohol Roso-Roso Diamankan Polres Cianjur di Rumah Kontrakan
- Jenazah PMI Tertahan Di Saudi Arabia, LSM FPMI Kirim Surat Ke Presiden Jokowi
- Nelayan Tenggelam di Pantai Cigebang Karawangwangi Cidaun
- Pemotor Luka-Luka, Tabrak Mobil Truk Sedang Parkir di Pacet Cianjur
- Pjs Bupati Cianjur Kunjungi Bazar Jumat Segar
Menurut Noneng lebih dari 200 pengusaha produk makanan ikut serta dalam WJX 2024, dari 25 kabupaten/kota di Jawa Barat.
“Para peserta selain menampilkan produk olahan makanannya, mereka juga akan mengikuti beberapa lomba seperti lomba kemasan produk, lomba teknologi mesin pengolah makanan dan lain-lain,” ujarnya.
Noneng menjelaskan, WJX 2024 juga sebagai ajang lahirnya inovasi makanan non beras dan gandum, karena sektor makanan yang berasal dari non beras dan gandum di Jabar juga cukup besar.
“Kita ingin merangsang dibersifikasi olaham makanan selain beras dan gandum. Karena kedua bahan makanan teraebut, terutama terigu, kita masih mengandalkan impor, sementara bahan lainnya di Jawa Barat cukuo berlimpah seperti singkong, ubi dan lain-lain,” sebutnya.
Dari kegiatan tersebut, Noneng berharap potensi transaksi bisa menghasilkan Rp70 miliar, bila berkaca dari kegiatan PKJB lalu yang mencapai Rp15 miliar. (tim).











