- Cianjur Jadi Tuan Rumah Sekolah Nasional Terintegrasi: Bukti Kinerja Disdikpora yang Proaktif
- Kementerian HAM Ajak Pelajar Jabar Jadi Pelopor Nilai Kemanusiaan
- Presiden Prabowo: Swasembada Pangan Perkuat Ketahanan Bangsa
- Perhutani KPH Cianjur Perkuat Keamanan Hutan lewat Sinergi Lapangan dengan Bhabinkamtibmas
- Cianjur Gandeng BBPVP Bandung Perkuat Pelatihan Vokasi untuk Redam Pengangguran
- Isfhan Taufik Munggaran: Relawan Kebajikan Pancasila Kembalikan Nilai ke Kehidupan
- Menunggu Rumah Aman: Warga Waringinsari Bertahan di Antara Reruntuhan dan Janji Relokasi
- BAZNAS Cianjur Apresiasi Penyaluran Beasiswa Rp22 Miliar untuk Mahasiswa Palestina
- Disdikpora Cianjur Percepat Perbaikan 2.334 Ruang Kelas SD dalam 2 Tahun
- BAZNAS Cianjur Gerak Cepat: Ambulans dan Perawatan untuk Ibu Kurnia Terkena Kanker Serviks
Pertamakali, Jabar Gelar West Java Expo, Pangan dan Teknologi Internasional

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Untuk yang pertamakalinya, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar menggelar West Java Expo, International Food and Thecnology dengan tema Amazing Local Food of West Java.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Noneng Komara Nengsih menyebutkan, inti dari kegiatan tersebut adalah untuk mempertemukan produsen makanan dengan pembeli dalam skala besar dan berkelanjutan.
“Intinya adalah untuk mempertemukan produsen makanan dengan calon pembeli skala besar dari dalam dan luar negeri, mengingat potensi produk makanan olahan di Jawa Barat cukup besar untuk dikembangkan,” kata Noneng, dalam acara Bewara Jabar (BEJA) di Gedung Sate Kota Bandung, Selasa (8/10/2024).
Baca Lainnya :
- Ratusan Minuman Beralkohol Roso-Roso Diamankan Polres Cianjur di Rumah Kontrakan
- Jenazah PMI Tertahan Di Saudi Arabia, LSM FPMI Kirim Surat Ke Presiden Jokowi
- Nelayan Tenggelam di Pantai Cigebang Karawangwangi Cidaun
- Pemotor Luka-Luka, Tabrak Mobil Truk Sedang Parkir di Pacet Cianjur
- Pjs Bupati Cianjur Kunjungi Bazar Jumat Segar
Menurut Noneng lebih dari 200 pengusaha produk makanan ikut serta dalam WJX 2024, dari 25 kabupaten/kota di Jawa Barat.
“Para peserta selain menampilkan produk olahan makanannya, mereka juga akan mengikuti beberapa lomba seperti lomba kemasan produk, lomba teknologi mesin pengolah makanan dan lain-lain,” ujarnya.
Noneng menjelaskan, WJX 2024 juga sebagai ajang lahirnya inovasi makanan non beras dan gandum, karena sektor makanan yang berasal dari non beras dan gandum di Jabar juga cukup besar.
“Kita ingin merangsang dibersifikasi olaham makanan selain beras dan gandum. Karena kedua bahan makanan teraebut, terutama terigu, kita masih mengandalkan impor, sementara bahan lainnya di Jawa Barat cukuo berlimpah seperti singkong, ubi dan lain-lain,” sebutnya.
Dari kegiatan tersebut, Noneng berharap potensi transaksi bisa menghasilkan Rp70 miliar, bila berkaca dari kegiatan PKJB lalu yang mencapai Rp15 miliar. (tim).











