- AMAM IBNU Al-MUSHTLOPA *PILAR KEADILAN PADA HARTA YANG DITITIPKAN* _Catatan Awal Menjemput Amanat Ba
- Beras 30 Kilogram untuk 389 Ribu Warga: Bulog Sukses Salurkan Bantuan Pangan di Cianjur
- Diskominfo Cianjur Perkuat Dampak Digital Menuju Pelayanan Publik yang Lebih Baik
- Revitalisasi SMP PGRI Cikalongkulon: Sekolah Baru, Semangat Belajar Baru
- DPPKBP3A Cianjur Dukung Gerakan Wakaf Buku untuk Perkuat Budaya Baca
- Harhubnas ke-55, Memperkuat Konektivitas Transportasi di Cianjur
- DPPKBP3A Cianjur Raih Penghargaan Kampung KB dan Rumah Data Kependudukan
- Jejak Hilman Saukani Membawa BAZNAS Cianjur Lebih Transparan dan Dipercaya
- Menabur Kepedulian, Menuai Kesiapsiagaan: Ribuan Pelajar Cianjur Ikuti Pelatihan dan Pelantikan PMR
- DPPKBP3A Cianjur Kukuhkan SD Ibu Jenab 2 sebagai Sekolah Ramah Anak
Pertamakali, Jabar Gelar West Java Expo, Pangan dan Teknologi Internasional

Keterangan Gambar : Foto Istimewa.
Pinusnews.id - Untuk yang pertamakalinya, Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar menggelar West Java Expo, International Food and Thecnology dengan tema Amazing Local Food of West Java.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Noneng Komara Nengsih menyebutkan, inti dari kegiatan tersebut adalah untuk mempertemukan produsen makanan dengan pembeli dalam skala besar dan berkelanjutan.
“Intinya adalah untuk mempertemukan produsen makanan dengan calon pembeli skala besar dari dalam dan luar negeri, mengingat potensi produk makanan olahan di Jawa Barat cukup besar untuk dikembangkan,” kata Noneng, dalam acara Bewara Jabar (BEJA) di Gedung Sate Kota Bandung, Selasa (8/10/2024).
Baca Lainnya :
- Ratusan Minuman Beralkohol Roso-Roso Diamankan Polres Cianjur di Rumah Kontrakan
- Jenazah PMI Tertahan Di Saudi Arabia, LSM FPMI Kirim Surat Ke Presiden Jokowi
- Nelayan Tenggelam di Pantai Cigebang Karawangwangi Cidaun
- Pemotor Luka-Luka, Tabrak Mobil Truk Sedang Parkir di Pacet Cianjur
- Pjs Bupati Cianjur Kunjungi Bazar Jumat Segar
Menurut Noneng lebih dari 200 pengusaha produk makanan ikut serta dalam WJX 2024, dari 25 kabupaten/kota di Jawa Barat.
“Para peserta selain menampilkan produk olahan makanannya, mereka juga akan mengikuti beberapa lomba seperti lomba kemasan produk, lomba teknologi mesin pengolah makanan dan lain-lain,” ujarnya.
Noneng menjelaskan, WJX 2024 juga sebagai ajang lahirnya inovasi makanan non beras dan gandum, karena sektor makanan yang berasal dari non beras dan gandum di Jabar juga cukup besar.
“Kita ingin merangsang dibersifikasi olaham makanan selain beras dan gandum. Karena kedua bahan makanan teraebut, terutama terigu, kita masih mengandalkan impor, sementara bahan lainnya di Jawa Barat cukuo berlimpah seperti singkong, ubi dan lain-lain,” sebutnya.
Dari kegiatan tersebut, Noneng berharap potensi transaksi bisa menghasilkan Rp70 miliar, bila berkaca dari kegiatan PKJB lalu yang mencapai Rp15 miliar. (tim).











