- Imbauan Satpolairud Cianjur: Nelayan Diminta Utamakan Keselamatan saat Gelombang Tinggi
- Memperkuat Kebersamaan dan Kesejahteraan: BAZNAS Cianjur Berperan Aktif di Hari Jadi ke-349
- Rahayat Raksa Raharja: Semangat Gotong Royong Warnai Hari Jadi Cianjur ke-349
- Hadiah Hari Jadi Cianjur ke-349: Jalan Baru Cikadu dari Pemerintah Provinsi Jadi Wujud Perhatian KDM
- PUTR Cianjur: Bersama Membangun Cianjur Era Baru di Milangkala ke-349
- BAZNAS Cianjur Tetap Hadir untuk Umat: Fokus Layanan Kesehatan dan Bantuan Perjalanan Saat Masa Tran
- Warga Cianjur Gugat Keterbukaan Putusan Etik DPRD soal Dugaan Penyelewengan Dana Reses
- BAZNAS Cianjur Renovasi Rumah, Hadirkan Harapan Baru untuk Keluarga Ibu Siti
- Optimalkan BOSP Kinerja 2026: 124 SD di Cianjur Diberi Sosialisasi untuk Tingkatkan Mutu Pendidikan
- DPRD Cianjur dan Kejaksaan Tandatangani Kesepakatan: Perkuat Kepastian Hukum Tata Kelola Daerah
Peresmian dan Pelantikan Rektor Institut Agama Islam Al-Azhary Cianjur - KH. Abdullah Bin Nuh

Keterangan Gambar : Prosesi Peresmian dan Pelantikan Rektor Institut Agama Islam Al-Azhary Cianjur -KH. Abdullah Bin Nuh, pada Jumat, 6 Maret 2026.
Pinusnews.id - Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Azhary di Cianjur, kini berubah menjadi Institut Agama Islam Al-Azhari sekaligus memilik Rektor yang baru yakni Dadang Zenal Mutaqin. Perubahan itu terjadi setelah ditetapkan pada acara Peresmian dan Pelantikan Rektor Institut Agama Islam Al-Azhary Cianjur - KH. Abdullah Bin Nuh, di Gedung Serba Guna Institut Agama Islam Al-Azhary, Jumat, 6 Maret 2026.
Hadir dalam acara tersebut Forkopimda Cianjur, Anggota DPRD Cianjur, pejabat Instansi pemerintah, Kepala Kantor Kemenag, perwakilan dari Kepala Kementerian Haji, Kepala Dinas Pendidikan dan KCD Cianjur, Ketua MNI Kabupaten Cianjur, para pimpinan Ormat Islam Cianjur, Advokat Cianjur, fan tamu undangan lainnya.
Pada Launching dan Pelantikan Institut Agama Islam Al-Azhary - Kiai Haji Abdullah Bin Nuh, dimana kampus ini bisa berubah, naik status dari sekolah tinggi agama Islam menjadi institut agama berdasarkan keputusan Menteri Agama No. 1666 Tahun 2025.
Baca Lainnya :
- Kapolsek Sukaluyu : Pencarian Aji Korban Tenggelam Akan Terjunkan Tim SAR Bandung
- Belum Ditemukan, Aji Prasetyo Tenggelam di Leuwi Lengsir, Sukaluyu
- Politisi Partai Nasdem, Rela Sisihkan Gaji Untuk Jompo dan Anak Yatim
- Dodit Ardian Penjabat Sekda Cianjur Gantikan Cecep Alamsyah
- Satpol PP Cianjur Gelar Operasi Yustisi
Selintas menguak sejarah berdirinya Al Azhary ini, berdiri tahun 1980 digagas oleh para tokoh Kiai dan Ulama seperti Profesor Kiai Haji Raden Abdul Halim Al Mahfud, Kiai Haji Abdul Qadir Al Mahfud, Kiai Haji Soleh Madani Al Mahfud, Syeh Ali Marta Al Mahfud. Mereka adalah para ulama tokoh besar yang menginginkan hadirnya perguruan di sini.
Dan tahun 83 keluarlah izin yang pertama. Tahun 1995 dari sekolah tinggi aliyah berubah kembali menjadi Sekolah Tinggi Sgama Islam Aliyah. Kesolidan serta dukungan dari semua pihak pada usianya yang ke-40 pada saat itu tahun 2023 bertekad untuk meningkatkan status dengan berubah menjadi Institut Agama Islam Al-Azhary.
Dadang Zenal Mutaqin dalam pidatonya setelah pelantikan menjadi Rektor Universitas Al- Azhary - Abdullah Bin Nuh, mengatakan bahwa perubahan sosial, pertahanan ekonomi, dan politik bangsa di tengah perubahan budaya dan teknologi dunia, Institut Agama Islam Al-Azhary - KH. Abdullah Bin Nuh, terus mencetak pribadi-pribadi lulusan yang berilmu dengan segala kompetensinya pada bidang yang masing-masing, dengan balutan pribadi yang berakhlakul karimah dan berakidah kuat.
Keadaan seperti itu sangat diharapkan tidak mudah terbawa oleh arus perubahan sosial walaupun harus mengikuti perubahan zaman, dan mampu mempertahankan seni-seni kultur sosial, keramah tamahan, mimik-mimik kebersahabatan dan tetap memberi manfaat untuk masyarakat.
"Jangan ingin besar di hadapan dunia, tapi jadilah bermakna bagi kehidupan. Itulah yang kami ilustrasikan adalah Al-Azhary seperti ini. Kami mungkin tidak dikenal. Mungkin sebagian mengedipkan mata tentang Al-Azhary. Tapi dengan kesenyapan kami insya Allah terus bekerja. di tengah hiruk- pikuk kehidupan sosial masyarakat, kami tetap bekerja, berikan pembelajaran, dan mencetak kehidupan manusia yang berakhlakul karimah," tutur Dadang Zenal Mutaqin.
Visi dari Institut Agama Islam Al-Azhary - KH. Abdullah Bin Nuh adalah Kompetitif, Unggul, Santun, terkait erat dengan ahlakul karimah yang mungkin tidak populis di zaman sekarang. Yang populis adalah teknologi. Padahal sesungguhnya di dalam ahlakul karimah itu, di dalamnya memiliki nilai yang sangat tinggi. Apa itu? Kejujuran. Kesantunan, kerendahan hati, kesederhanaan dan lain sebagainya.
Institut Agama Islam Al-Azhary - KH Abdullah Bin Nuh, dengan perannya ingin memberikan nilai dan fungsi dalam kebaikan yang terus tumbuh sumur pada setiap pribadi mahasiswa dan lulusannya yang akan semakin mampu menguatkan kewujudannya.
"Kami sangat bangga dan merasa optimis kalau Al-Azhary kedepan akan mampu memberikan yang terbaik lagi untuk negeri, mengisi ruang-ruang tertentu di masyarakat dan di pemerintah," imbuh Dadang Zenal Mutaqin penuh rasa bangga.
Selain itu, Fadang Zenal Mutaqin juha berharap dukungan serta doa dari semuanya agar pihaknya tetap istiqomah, dan kampus ini bisa lebih maju terdepan sesuai dengan visinya yaitu Kompetitif, Unggul, dan Santun. (dens).











