Pemkab Cianjur Perbaiki Sistem Insentif Guru Ngaji untuk Perkuat Peran Moral Masyarakat

16 Nov 2025, 12:06:31 WIB Cianjur
Pemkab Cianjur Perbaiki Sistem Insentif Guru Ngaji untuk Perkuat Peran Moral Masyarakat

Keterangan Gambar : Mohammad Wahyu Ferdian dan Abi Ramzi, saat debat menjelang pemilihan Bupati Cianjur. (Foto istimewa).


Pinusnews.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menegaskan komitmennya memberikan perhatian serius kepada para guru ngaji sebagai penjaga nilai keislaman dan moral dalam masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan penghargaan terhadap peran sentral para pengajar agama.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Tenaga Ahli Bupati Cianjur, Muhammad Herry Wirawan, SE., M.Si. Menurutnya, penghargaan terhadap guru ngaji tidak hanya diukur dari besaran insentif uang, melainkan juga dari keberlanjutan manfaat yang dirasakan langsung oleh mereka dan komunitas sekitar.

Herry juga meluruskan informasi yang beredar terkait insentif guru ngaji. Ia memastikan bahwa insentif ini bukan janji kampanye politik Bupati Cianjur saat ini, baik secara lisan maupun tertulis. Saat ini, Pemerintah Kabupaten tengah melakukan penataan ulang sistem pendataan dan mekanisme pemberian insentif agar lebih tepat sasaran, transparan, serta sesuai ketentuan yang berlaku.

Baca Lainnya :

“Perhatian ini tidak membedakan siapa pendukung atau bukan. Ini adalah komitmen moral pemerintah daerah,” ujarnya tegas.

Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa sejumlah guru ngaji sudah mulai menerima insentif secara bertahap. Penyaluran ini merupakan bagian dari evaluasi kebijakan sebelumnya serta upaya penyempurnaan sistem agar insentif dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat yang nyata.

Herry menekankan bahwa Pemkab tidak ingin kegiatan ini hanya menjadi seremonial pembagian bantuan semata. Fokus utama pemerintah adalah manfaat yang benar-benar dirasakan oleh para guru ngaji sebagai pilar moral dalam membangun masyarakat.

“Memuliakan guru ngaji bukan soal siapa yang menjanjikan atau yang menagih. Yang terpenting adalah menjaga niat baik itu berjalan dengan cara yang benar, adil, dan bermartabat,” jelasnya.

Ke depan, dengan sistem yang diperbaiki, Pemkab Cianjur berharap penyaluran insentif kepada guru ngaji bisa lebih tertib dan tepat sasaran. Harapannya, langkah ini dapat memperkuat peran guru ngaji dalam menanamkan nilai-nilai keislaman serta membangun karakter dan moral masyarakat Cianjur secara berkelanjutan. (dens).




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment