- Mengenali Sawah Tadah Hujan Agrabinta: DTPHP Cianjur Hadapi Halodo dengan Langkah Tepat
- Diskominfo Cianjur Perkuat Sinergi Komunikasi Publik melalui FGD di Bogor
- Santri Cianjur Tunjukkan Kepedulian: Dari Pesantren untuk Kemanusiaan
- Cianjur Kota Santri yang Kharismatik
- Wajah Baru SD Negeri Tugu Sari: Semangat Baru untuk Pendidikan Cianjur
- Sinergi untuk Cianjur Tangguh: BAZNAS Cianjur Beri 100 Paket Sembako untuk BALAKAR
- Jabatan Bukan Hak Istimewa: Cianjur Perkuat Integritas ASN Bersama KPK
- Pemkab Cianjur Perkuat Komitmen Anti-Korupsi Melalui Kode Etik dan TPP
- Kejari Cianjur Perkuat Integritas Pengelola Madrasah melalui Pencerahan Hukum
- DTPHP Cianjur Perkuat Kesiapan Koperasi Merah Putih Lewat Sinergi Pertanian
Orang Tua Perlu Tahu, Pakar Gizi IPB University Sebut Susu Kental Manis Bukan untuk Konsumsi Harian

Keterangan Gambar : Foto ilustrasi (freepik).
Pinusnews.id - Banyak keluarga di Indonesia masih menjadikan susu kental manis (SKM) sebagai minuman susu harian, terutama saat sarapan. Padahal, produk ini sebenarnya tidak dirancang untuk dikonsumsi sebagai pengganti susu karena kandungan gulanya jauh lebih tinggi dibandingkan susu segar maupun susu ultra high temperature (UHT).
Dr dr Karina Rahmadia Ekawidyani, dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, mengatakan bahwa SKM merupakan produk olahan susu yang dibuat dengan mengurangi kadar air dan menambahkan gula dalam jumlah besar, yakni sekitar 40–50 persen. Karena itu, mengonsumsi SKM setiap hari bisa menimbulkan risiko kesehatan.
“Karena komposisi susunya sudah jauh lebih rendah, kandungan protein dan lemaknya juga tidak sesuai jika dikonsumsi sebagai susu harian, maka kalau dijadikan susu minum utama, ada risiko kesehatan,” ujarnya dalam program IPB Pedia di kanal YouTube IPB TV.
Baca Lainnya :
- Aji Prasetio Korban Tenggelam di Kali Cilaku Ditemukan Sudah Meninggal
- Rapat Forkopimda dan Evaluasi Penanganan Covid-19 di Cianjur
- 97 SD dan 54 SMP di Cianjur Dapat Bantuan 55 Miliar
- Dinkes Cianjur Gelar Simulasi Vaksin Covid-19
- Soal Data KPM, Komisi D Siap Panggil TKSK dan Camat Warungkondang
Tinggi Kandungan Gula
Menurut Dr Karina, dibandingkan susu segar dan susu UHT, kandungan gizi SKM relatif lebih rendah. Meski tetap mengandung lemak dan protein, jumlahnya belum mencukupi kebutuhan gizi harian, sehingga anggapan bahwa produk ini setara dengan susu minum tidak tepat.
Ia menjelaskan bahwa hampir setengah kandungan SKM adalah gula. Dalam satu takaran saji sekitar 30 gram atau setara tiga sendok makan, terdapat kurang lebih 15 gram gula. Sementara itu, batas konsumsi gula harian yang dianjurkan dalam pedoman gizi seimbang adalah 50 gram.
“Artinya, jika seseorang mengonsumsi sekitar sembilan sendok makan SKM dalam sehari, jumlah tersebut sudah mencapai batas konsumsi gula harian,” jelasnya.
Dr Karina juga mengingatkan masyarakat untuk selalu memperhatikan takaran saji pada kemasan dan menggunakan sendok takar agar konsumsi gula tetap terkontrol. “Jangan langsung menuangkan dari kaleng. Dengan menakar, kita bisa mengetahui batas penggunaannya,” tambahnya.
Lebih Tepat Pelengkap Makanan
Ia menegaskan bahwa fungsi utama SKM adalah sebagai pemanis atau pelengkap rasa pada makanan dan minuman, bukan sebagai pengganti susu konsumsi sehari-hari, apalagi bagi anak-anak.
Saat bulan puasa, minuman manis memang sering dipilih saat berbuka. Namun, Dr Karina mengingatkan agar penggunaan SKM tetap dibatasi. “Kalau sudah menggunakan SKM yang tinggi gula, sebaiknya tidak menambahkan gula pasir atau sirup lagi agar asupan gula tetap seimbang,” katanya. (Fj-dens).











